Upaya Dindikpora Magetan Untuk Memastikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Bisa Berjalan Dengan Lancar Di Masa Pandemi

0
15

Magetan, SMInews.com | Dalam masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, Kegiatan Belajar Mangajar (KBM) Kabupaten Magetan sudah mulai di berlakukan Tatap Muka.

Tentunya PTM (Pembelajaran Tatap Muka) di Kabupaten Magetan saat ini mulai di kemas sesuai dengan ketentuan Imendagri dan Intruksi Bupati, yang mana bagi daerah yang diberlakukannya PPKM Level 3 bisa melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar secara PTM dan atau PJJ.

Namun dalam pelaksanaan PTM di Kabupaten Magetan sedikit terkendala selama 1 pekan belakangan ini, kendala ini di sebabkan karena bersamaan dengan pelaksanaan vaksinasi covid-19 tahap kedua bagi tenaga pendidik.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magetan Drs. Suwata M.Si mengatakan, bahwa Tenaga Pendidik di Kabupaten Magetan dari sekitar 8.400 tenaga pendidik itu sudah vaksinasi tahap kedua. Dan kemarin sudah dilaksanakan swab antigen yang diikuti sekitar 6.200 dan itu hanya 3 orang yang terkonfirmasi covid-19 dan itu dengan kondisi sehat (OTG)

“Terkait PTM yang dilaksanakan di Kabupaten Magetan sedikit banyak sudah disambut dengan baik bagi orang tua murid, karena itu sangatlah diharapkan, karena hampir 1 tahun setengah lebih tidak dilaksanakan PTM, dan sebetulnya Magetan sendiri sebetulnya selalu lebih awal untuk pelaksanaan PTM.” tutur Suwata saat di mintai keterangan, Selasa (12/10/2021)

Hingga saat ini Dikpora Magetan hampir setiap hari selalu evaluasi keliling dari sekolah-sekolah yang ada di magetan, agar dalam pelaksanaan PTM bisa berjalan tertib, dan hingga saat ini tidak ada laporan kasus covid-19 di sekolah, pihaknya selalu mengingatkan kepada tenaga pendidik agar disetiap sekolah tetap mentaati protokol kesehatan yang berlaku.

“Kemarin Dikpora Magetan melakukan Assesment Nasional (AN), ini merupakan Program dari Kementerian, dan untuk jenjang SMP sudah selesai dan berjalan lancar, karena Assessment Nasional (AN) ini berbasis komputer seluruh SMP disetiap sekolah itu 45 anak dan cadangan 5 dalam rangka pemetaan mutu Pendidikan di seluruh Indonesia.” tambahnya

Lanjutnya, Assessment Nasional itu berbasis applikasi, sehingga harus menyiapkan perangkatnya, sehingga akan dilanjutkan ke jenjang SD, yang diikuti kelas 5 serta pelaksanaan sekitar bulan November mendatang, hal ini juga sudah kita lakukan persiapan.

“Karena yang di assessment itu tidak hanya murid akan tetapi gurunya juga, ada surve lingkungan pembelajaran dan lain sebagainya dari situ nanti guru harus terus meningkatkan kompetensi, dan masa – masa seperti ini juga mengurang waktu selama PTM, dan selama PTM kebijakan normalnya maksimal hanya 3 jam, dan setiap 1 mata pelajaran memerlukan waktu 30 menit.” terangnya.

Pihaknya menambahkan, Para guru harus bisa memanfaatkan IHT (In House Training) utamanya tentang applikasi – applikasi pembelajaran Digital, supaya para guru bisa mengakses materi yang disediakan di laman yang telah disediakan dari kementerian, namun begitu juga harus memahami IT.

“Kami semua berharap semoga nanti covid-19 bisa segera menurun, mungkin presentasi jumlah murid yang masuk juga bisa dinakikan, namun itu semua juga akan tetap terus berkoordinasi sesuai dengan kebijakan Pemerintah. Kepada para peserta didik semua diminta tetap mentaati protokol kesehatan selama PTM ini, PTM ini tidak full masuk, dan itu ada jadwalnya 50%, oleh karena itu, sisa – sisa yang tidak PTM harus betul–betul dimanfaatkan untuk belajar. Dan sekarang banyak media pembelajaran yang telah disediakan, dan anak–anak harus tetap disiplin ketika pembelajaran secara daring.” tegasnya.

“Bagi orang tua kami minta juga untuk tetap mengontrol anak didik, agar bisa mengikuti jadwal pembelajaran secara daring sesuai dengan ketentuan, dan sekolah harus terus berinovasi agar kegiatan belajar mengajar terus berjalan dengan lancar.” tutup Suwata.

Pewarta : Gun

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here