Setelah di Vaksin, Tenaga Pendidik Berharap Belajar Tatap Muka Secepatnya Terlaksana

0
52

Garut, SMInews.com Sebanyak 637 tenaga pendidik dari SMK/SMA/MA , SMP, MTSN dan Korwil Pendidikan menerima vaksinasi Covid-19 Tahap II. Melalui vaksinasi massal ini, mereka berharap pembelajaran tatap muka segera terlaksana.

Setelah di vaksin, salah satu Tenaga Pendidik Asih Suharyati, S.Pd mengungkapkan bahwa pembelajaran tatap muka perlu dilakukan. Menurutnya, metode pembelajaran ini memiliki keunggulan tersendiri yang tidak didapatkan selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

“Bagaimanapun PJJ dan tatap muka sangat berbeda, bahwa dengan tatap muka ada keunggulan-keunggulan terutama yang praktek, terutama hal-hal yang dicontohkan secara langsung terutama hal-hal kalau PAUD itu senyum salam sapa sentuh, bagaimana sentuh kalau jarak jauh. Sentuhan-sentuhan itu adalah bagian dari pendidikan untuk meningkatkan pendidikan holistik dengan adanya pandemi tentu tidak bisa dilakukan” kata Asih usai divaksinasi CoVid-19, Kamis (10/3/2021).

Asih menambahkan, Guru Sekolah MTs N 4 Garut, mengaku telah melakukan persiapan apabila pembelajaran tatap muka dibuka kembali. Persiapan ini meliputi sistem pembelajaran hingga penyediaan fasilitas kesehatan.

“Kami sudah punya cucian tangan tiap masuk ada , kemudian per lantai per gedung, kita kan sudah siap juga ada. Kemudian hand sanitizer kami sudah siapkan itu,” jelasnya.

Namun, ia memaklumi apabila pemerintah masih menimbang-nimbang untuk membuka pembelajaran tatap muka. Yang jelas, sebut perwakilan MTSN 4 Garut, kesehatan peserta didik tetap merupakan perioritas utama.

“Jelas itu sih (kangen tatap muka). Karena kita biasa tatap muka setiap hari kemudian ini kok nggak tatap muka,” imbuhnya


“Kalau menurut saya lihat situasi kondisi dulu karena tidak semuanya anak-anak itu, misalnya dia sehat tapi kalau dia bergaul dengan teman-teman lain takutnya kena. Jadi lihat sikon dulu semuanya. Kalau semuanya sudah dinyatakan nggak ada Covid, insyaallah saya juga nggak apa-apa anak-anak masuk,” lanjutnya.

Sebanyak 637 tenaga pendidik kec Cibatu terdiri atas para guru hingga TU diwilayah Kordinasi UPT  pendidikan Cibatu ditargetkan mendapat vaksinasi COVID-19 tahap kedua. 

“Vaksinasi untuk pelayan publik dan Guru pendidik juga telah memutuskan bahwa misalnya sudah ada alokasi vaksin yang akan kami prioritaskan. Jadi periorotas guru menyoroti kebutuhan interaksi fisik  peserta didik berbeda di setiap jenjang pendidikan. Untuk itulah, urutan prioritas ini ditetapkan demi melindungi sivitas pendidikan dari paparan COVID-19. Jadi, kegiatan belajar-mengajar (KBM) agar tatap muka bisa dilakukan saat tahun ajaran baru Juli 2021” ungkapnya.

Sementara itu, Nana Sutarna, S.Pd., M.M. Korwas wilayah pendidikan Cibatu menyebut vaksinasi ini sebagai bentuk ikhtiar untuk memutus rantai penyebaran COVID-19. Ia juga  berharap pembelajaran tatap muka bisa segera terpenuhi setelah adanya vaksinasi ini.

“Dengan vaksin ini semoga pandemi segera berakhir semua bisa kembali seperti sediakala, walaupun pembelajaran itu bisa di mix antara pembelajaran tatap muka dan pembelajaran jarak jauh,” ucapnya.

Hal Senada dengan Sobari As, S.Ag., M.A., Guru pendidik Madrasyah Tsanawiyah Negeri 2 Garut,  dia berharap pembelajaran tatap muka bisa dilakukan pada Juli 2021. Saat ini, para guru di sekolahnya merindukan mengajar siswanya secara langsung.

“Iya sangat rindu, ingin segera KBM tatap muka jalan, tapi dengan syarat semua sudah terlindungi dan protokol kesehatan tetap dijalankan” ungkap Sobari disela di vaksinasi.

Sobari mengakui ada tantangan tersendiri selama mengajar anak dengan sistem Daring ataupun PJJ di masa ini. Sebab, beberapa anak belum bisa menggunakan gawai secara mandiri. Namun, apa pun kondisinya, ia memastikan pembelajaran tetap terlaksana dengan baik.

“Tantangan kita untuk anak-anak Siswa Baru ini harus ekstra sabar dan mengikuti juga kendala dari orang tua. Kendala dari orang tua mungkin hari ini dia nggak punya kuota, ponsel juga ganti-gantian. Anak-anaknya belum bisa pakai. Kita harus optimis, bahwa pembelajaran harus tetap berjalan, saat ini sudah berjalan secara daring, (tatap muka) tertunda lagi karena kita tidak bisa mengendalikan pandemi ini. Mudah-mudahan vaksin ini tujuan akhirnya adalah semua warga negara terlindungi, semakin cepat semakin baik, mudah-mudahan Juli kita sudah mulai tatap muka anak-anak sudah menunggu,” tegasnya.

 Pewarta : Ayi Ahmad

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here