Rakor Antisipasi Hari Raya Idul Fitri 1442 H

0
1

SUMEDANG, SMInews.com Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Forkopimda terkait Antisipasi Hari Raya Idul Fitri 1442 H dari berbagai aspek di Gedung Negara, Rabu (21/4).

Rakor yang diinisiasi oleh Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) tersebut dipimpin langsung Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir dan diikuti oleh Wakil Bupati H Erwan Setiawan, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah HermanSuryatman, dan Perangkat Daerah terkait.

Kesimpulan Rakor diantaranya beberapa persiapan menghadapi Idul Fitri 1442 H dan pendekatan adanya pemberlakuan larangan mudik.

“Kami akan melakukan penyekatan di sebelas check point yakni di pintu-pintu masuk Kabupaten Sumedang dan berbagai perbatasan mulai dari perbatasan Jatinangor, Cimanggung, Cikaramas, Buahdua, Surian, Cibugel, Tomo, Wado, dan lainnya,” ujar Bupati Dony Ahmad Munir.

Dengan cara seperti tersebut, lanjutnya, setiap kendaraan yang masuk ke Sumedang akan diperiksa apakah membawa persyaratan untuk masuk atau tidak.

“Jika di luar aturan, maka akan kami suruh putar balik. Intinya kita akan tegas karena untuk menjaga keselamatan dan kesehatan warga Sumedang,” ucapnya.

Selain itu Bupati juga mengatakan, pihaknya akan membuat imbauan yang ditujukan kepada para perantau untuk tidak mudik ke Sumedang berkaitan dengan kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

“Anjuran ini tidak hanya berlaku kepada perantau yang berniat mudik, namun kepada keluarga perantau yang ada di Sumedang agar meminta anggota keluarga yang di luar Sumedang untuk tidak mudik,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Bupati juga akan meminta dukungan MUI dan Kantor Kemenag untuk membuat sebuah naskah-naskah bagi khotib dan mubaligh yang mengisi pengajian yang isinya memberikan anjuran supaya tidak mudik.

“Berkaitan dengan larangan mudik ini, kami akan tegas. Karena kita melihat, menyaksikan, dan mendengar di negara India saat ini Covid melonjak dan mengakibatkan banyak kematian yang akhirnya sistem kesehatan tidak bisa melayani dengan baik,” imbuhnya.

Di internalnya sendiri (Kabupaten Sumedang), menurut Bupati, masyarakat harus betul-betul ketat menerapkan protokol kesehatan.

“TNI/Polri saat ini telah menyiapkan personil, dibantu oleh Satpol PP dan Dishub. Sebagai penanggung jawab akan dipegang kepolisian,” ungkapnya.

Bupati menambahkan, berkaitan dengan kestabilan harga dan ketersediaan stok barang, Dinas Indagkop telah memastikan harga masih relatif stabil dan stok pangan cukup memadai.

Selanjutnya yang tidak kalah penting menurut Bupati, meski pemerintah telah menetapkan larangan mudik mulai 7 – 17 Mei 2021, namun harus ada antisipasi akan adanya pemudik yang mencuri start sebelum tanggal 6 Mei 2021.

“Kami memperkirakan antara tanggal 3 sampai 5 Mei 2021 ini akan ada curi start mudik. Untuk itu, kami akan menyiapkan Satgas-Satgas Covid di tingkat desa,” terangnya.

Bupati menegaskan, siapapun warga yang datang dari luar Sumedang harus didata lalu dites swab.

“Jika ada yang lolos mudik sebelum atau setelah tanggal 6 Mei 2021, maka wajib melakukan isolasi mandiri selama lima hari dan di awasi oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Itulah ikhtiar kami untuk menjaga keselamatan jiwa dan kesehatan masyarakat Kabupaten Sumedang,” pungkasnya.

Pewarta : Y. Rusmana

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here