Pilkades Serentak di Kab. Bandung  Akan Digelar 14 Juli 2021

0
14

Kab. Bandung, SMInews.com |Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kab. Bandung akan  digelar pada 14 Juli 2021, untuk pemilihan kepala desa  di kecamatan Arjasari akan diselenggarakan di tiga Desa, yaitu Desa Wargaluyu, Arjasari danRancakole.

Menurut Penjabat kepala Desa Wargaluyu Olan Muslim Setawerdaya, S.Pd., M.Pd. semua pasti sepakat bahwa pelaksanaan pilkades serentak 2021 harus benar – benar berkualitas. Tak hanya itu, seluruh elemen  masyarakat dituntut dapat menunjukkan sikap dewasanya dalam berdemokrasi agar pilkades menjadi pertunjukan yang menarik serta setiap potensi gesekan dapat dieliminir. Pengalaman pilkades 2019 yang berlangsung aman dan damai di Kecamatan Arjasari tentu menjadi bakal positif bagi semua perangkat dalam menyelenggarakan Pilkades.

“Tak dipungkiri Pilkades memiliki kompleksitas kerawanan dan karakteristik yang khas dibanding pilkada dan pemilu, sebab didalamnya akan saling berhadapan para pihak yang seumur hidupnya guyub di dalam keluarga bertetangga dan bermasyarakat” paparnya.

Olan Muslim Setawerdaya menambahkan bahwa mulai dari bangun tidur  prosesnya sampai datang lagi waktu tidur, prosesnya akan melibatkan latar belakang  struktur sosial, ekonomi, kultural bahkan ideologi. Namun inilah tatangannya, bagaimana mendorong kontestasi demokrasi di level basis secara berkualitas tanpa adanya kecurangan serta geeskan gesekan yang dapat memicu lahirnya potensi kerawanan .

Masyarakat Kecamatan Arjasari akan bersama sama menyaksikakan pertarungan menarik di 3 Desa yang melibatkan beberapa calon, panitia dan ribuan pemilih. Tentu saja model pertarungan yang diharapkan adalah yang dilaksanakan secara fair, edukatif dan bertanggungjawab dengan mengedepankan semangat  gotong royong untuk membangun Desa. Semua pihak tentu harus bahu membahu mewujudkannya demi kecamatan Arjasari yang maju dan lebih baik.

“Dalam hal ini meskipun demokrasi memberikan peluang dan ruang besar untuk berkompetisi, pilkades jangan sampai dimaknai sebagai arena memperebutkan kekuasaan semata pilkades serentak mampu merefleksikan iklim kompetisi yang sehat dan partisipatif . Disana harus ada arena pertunjukan dan pembuktian kualitas atau kompentensi calon dan bukan sekedar adu popularitas dan kekuatan modalitas logistic” terangnya.

Dia juga menyebutkan ada banyak faktor yang dapat mendorong terwujudnya pilkades berkualitas antara lain: Soliditas dan sinergitas aparat keamanan dan jajaran kepolisian sampai Bhabimkamtibmas dibantu babinsa, institusi tersebut pro aktif dan terus melakukan deteksi dini guna mengetahui dinamika yang berkembang. Untuk selanjutnya dilaksanakan upaya pencegahan  dan penangganan secara dini. Ini sangat penting dalam rangka menjamin terciptanya rasa aman dan nyaman bagi semua pihak yang terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dalam pilkades.

Selanjutnya Netrallitas panitia dan seluruh perangkat pemerintahan dalam mengawal setiap tahapan tahapan pilkades. Tak jauh beda dengan pilkada dan pemilu kinerja panitia khususnya akan selalu menjadi sorotan tajam, terutama dari pihak calon dan semua perangkat tim suksesnya. Hal yang lumrah jika panitia pilkades dituntut selalu bekerja sempurna tanpa cacat. Namun yakinlah sorotan tajam itu akan terbantahkan apabila jajaran panitia dapat menunjukan propesional nya dalam melaksanakan tugas.

Pewarta : Agus Rahmat

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here