Perjuangan Luar Biasa, Persemag Magetan Masuk Babak 32 Besar Liga 3 Jatim

0
2

Trenggalek, SMInews.com | Pertandingan di babak penyisihan ini untuk mendapatkan juara dan runner up dari masing-masing group untuk bisa lolos ke babak 32 besar Liga 3 Jatim.

Babak 32 besar kali ini menerapkan sistem gugur dari keseluruhan tim yang masuk. Berlangsungnya Laga penyisihan group Liga 3 Jatim (Jawa Timur) menjadi laga pembuka antara Persemag Magetan VS Perspa Pacitan yang berlangsung di Stadion Menak Sopal, Trenggalek. Rabu (17/11/2021)

Dalam pertandingan ini, secara regulasi Persemag Magetan lebih unggul di bandingkan Perspa Pacitan, meski hasil pertandingan imbang (1-1) dan pertandingan belum selesai, karena Persemag mendapat penalty dan pertandingan dihentikan pada menit ’86. Dengan hasil ini, tim Laskar Macan Lawu memastikan lolos ke babak 32 besar sebagai runner up grup H.

Founder Persemag, Arif Mustofa (owner mojosemi fores park) yang juga menyaksikan pertandingan tersebut memberikan apresiasi atas perjuangan tim dari Persemag Magetan yang mampu memenangkan pertandingan melawan Perspa Pacitan meski hasilnya seri.

“Sebenarnya saya merinding menyaksikan pertandingan kali ini, saya acungi empat jempol kepada tim Persemag, perjuangan yang sungguh luar biasa bagaimana kiper kita juga harus berjuang di tengah sakit yang akhirnya tetap bisa menjaga pertahanan di babak pertama, sehingga bisa menyamakan kedudukan 1-1.”ungkapnya

Sementara itu dikesempatan yang sama,Coach Windu Wibowo tidak akan lelah selalu memberikan dukungan dan suport yang terbaik kepada para pemain Persemag Magetan.

“Memang semua ini tidak mudah, begitu banyak situasi yang harus kita hadapi dari tekanan dan keinginan masyarakat magetan, itu semua kita menganggapnya hanya suport dan dukungan, akan tetapi sebagian dari para pemain menganggapnya sebuah beban, tapi alhamdulillah sejauh ini kita bisa menghadapi hingga masuk ke group selanjutnya.”tuturnya

Di singgung soal banyaknya kesempatan emas bagi tim persemag untuk mencetak goal, Coach Windu Wibowo beranggapan sebagai “PR” utama.

“Meski kita lihat tadi kiper sempat mengalami sesak nafas hingga di ganti dengan yang lain, kami pun setiap akan bertanding selalu menanyakan kepada semua pemain, apakah semua dalam kondisi sehat? Kami pun tidak tau kondisi para pemain, akan tetapi para pemain ini bersikekeh selalu siap dan dalam kondisi yang sehat, dan Alhamdulillah kita harus mensyukuri, lagi-lagi harus menjadi “PR” banyak kesempatan emas di dekat gawang lawan dalam pertandingan tadi, tetapi tidak bisa memasukan goal.”pungkasnya

Pewarta : Gun

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here