Opini dan Isu Tentang Meng-Covidkan Pasien, Ini Kata Nakes Rumah Sakit dr. Sayidiman Magetan

0
1985

Magetan, SMInews.com |Terbangunnya opini dan isu bahwa Rumah Sakit meng-Covid-kan pasien, hal ini dapat menimbulkan pengaruh yang berdampak kepada stigma yang luar biasa pada menurunnya kepercayaan publik terhadap rumah sakit, dan meruntuhkan semangat dan ketulusan pelayanan yang dilaksanakan rumah sakit dan tenaga kesehatan.

Adanya Opini dan isu yang selama ini menjadi pertanyaan oleh sebagian orang yang berdampak pada keluarga pasien, serta masyarakat umum, adanya Opini tersebut sangat di sayangkan oleh kebanyakan tenaga kesehatan salah satunya yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Sayidiman Magetan.

Plh. Kabid Pelayanan RSUD dr. Sayidiman Magetan “dr. Bambang Purwadi, Sp.OT ” saat di mintai keterangan mengenai hal tersebut, Dirinya mengatakan bahwa selama ini masyarakat masih kurang  pehaman terhadap nakes, dan kurangnya sosialisasi dari pihak nakes terhadap masyarakat.

“Sebenarnya Rumah Sakit mempunyai Ruang Isolasi untuk merawat Pasien dengan penyakit menular termasuk kasus covid-19, Kenapa ada Screening Covid-19 ?, karena ini termasuk penyakit menular dan harus di rawat terpisah, oleh sebab itu bila terdapat pasien baru di IGD (Instalaai Gawat Darurat) dengan rekomendasi rawat inap, maka akan di lakukan terlebih dahulu screening covid-19 berdasarkan pemeriksaan klinis dan penunjang, seperti halnya pemeriksaan laboratorium, radiologi, serta antigen,”tutur dr.Bambang kepada Suara Metro Indonesia. Kamis (08/07/2021)

“Dari pemeriksaan tersebut akan di ketahui apakah pasien tersebut mengarah ke gejala covid-19 apa tidak, oleh sebab itu ini menjadi kewaspadaan team medis untuk memberikan status Suspect atau Probable, Pasien dalam status ini harus di rawat di ruang transisi hingga keluar hasil swab PCR,”pungkasnya

Di tambahkan oleh dr.Bambang, Jika hasil PCR negatif maka pasien akan di pindah di ruang perawatan non covid, dan jika hasil PCR positif pasien akan di lanjutkan perawatan di ruang khusus isolasi atau penanganan covid-19.

“Jadi tuduhan bahwa Rumah Sakit meng-covidkan pasien adalah benar-benar tidak mendasar, atau sekarang ada juga yang bilang bahwa setiap pasien jika di rujuk ke Rumah Sakit pihak keluarga (pendamping) terlebih dahulu harus menandatangani surat pernyataan bahwa pasien harus di covidkan dahulu agar secepatnya bisa di tangani, dan itu tidak benar. Disini saya luruskan juga, bahwa Surat pernyataan tersebut di tanda tangani oleh pihak keluarga (pendanping) jika pasien sudah mengikuti prosedur yang sesuai dengan S.O.P perawatan dan jika pasien sudah benar-benar ada indikasi mengalami gejala covid.”tandasnya.

“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat atas adanya opini seperti ini jangan di cerna mentah-mentah, pahami dulu sumbernya dari mana, ujung-ujungnya bisa mengakibatkan pemikiran masyarakat menjadi bingung. Kami dari tenaga medis berharap kepada seluruh masyarakat taati aturan yang ada, yang sesuai dengan protokol kesehatan.”tutupnya.

Pewarta : Gun

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here