Operasi Khusus Gabungan Pembersihan kelompok Abu Sayyaf

0
9
Polisi Diraja Malaysia dalam Konferensi Pers " senjata yang di sita dalam Operasi pembersihan kelompok abu Sayyaf "

Malaysia, SMInews.com | Dalam beberapa pekan di Kota Kinabalu, Pasukan keamanan di negara bagian tersebut telah diminta untuk bersiap menghadapi kemungkinan serangan balik dari Kelompok Abu Sayyaf.

Tindakan pencegahan harus diambil menyusul tewasnya lima teroris dari kelompok dalam operasi terpadu khusus yang dilakukan di kawasan pemukiman ilegal dekat Taman Sri Arjuna, Beaufort.

Komisaris polisi negara bagian Datuk Hazani Ghazali mengatakan, pasukan keamanan akan meningkatkan kontrol dan intelijen di seluruh negara bagian untuk mendeteksi jika ada sisa-sisa atau sel kelompok teroris ini yang bersembunyi di Sabah. “Kami menduga masih ada sisa-sisa dan bubuk mesiu di kelompok Abu Sayyaf (ASG) dan pejuang Daesh”.

“Senang saja bersembunyi di Sabah karena bisa berbaur dengan warga sekitar yang menggunakan bahasa Melayu dan Sabah Suluk. Untuk itu, saya menghimbau kepada masyarakat setempat untuk tidak membantu kelompok teroris dari negara tetangga dan mohon informasikan kepada Polisi Diraja Malaysia atau aparat keamanan lainnya tentang keberadaan kelompok teroris tersebut. Untuk itu, saya meminta aparat keamanan berhati-hati karena kami khawatir akan terjadi serangan balik menyusul aksi yang dilakukan PDRM Sabah”, ujarnya dalam konferensi pers hari ini.

Hazani mengatakan daerah pemukiman teroris sangat terpencil dan tim penyerbu juga mengalami kesulitan dalam menyerbu daerah tersebut. Ia mengatakan, razia kedua ini merupakan hasil informasi dari delapan teroris ASG yang ditangkap di lokasi yang sama pada 8 Mei lalu. Berdasarkan informasi dari mereka yang ditangkap, tiga anggota ASG berhasil melarikan diri dengan menyelam ke dalam rawa.

Lebih lanjut Hazani berkomentar, masuknya ASG dari Filipina Selatan ini diduga atas bantuan masyarakat setempat yang bertindak sebagai pelindung atau simpatisan mereka.
Kelompok tersebut menjadikan pantai barat Sabah sebagai tempat persembunyian karena sedikitnya kekacauan. Di pantai timur terdapat Kawasan Keamanan Khusus Pantai Timur Sabah (ESSCOM) yang terus melakukan operasi.

“Dari 2014 hingga 2020, 83 teroris ditangkap bersembunyi di pedalaman dan pantai barat. Untuk itu, kami akan fokus melacak sisa-sisa teroris atau pendukung Daesh/ISIS ini di pesisir barat dan pedalaman,” ujarnya.

Selama operasi terpadu khusus orang Filipina termasuk delapan teroris ASG ditangkap sebagai akibat dari informasi dan intelijen PDRM dengan ESSCOM. Dua di antaranya adalah sub-pemimpin kelompok Abu Sayyaf yang masuk dalam daftar buronan pemerintah Filipina.
Pada penggerebekan kedua kemarin, lima teroris tewas tertembak termasuk seorang Kasubbag ASG yang pernah terlibat pengeboman truk militer di Filipina Selatan dan hal ini dibenarkan oleh aparat keamanan Filipina.

Pewarta : ST

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here