Kasus Covid-19 Meningkat, PM Malaysia Muhyiddin Diminta untuk Mundur

0
11
Ilustrasi

Kuala Lumpur, SMInews.com | Virus yang sampai saat ini masih menjadi momok dunia seperti di Malaysia kembali dilaporkan kenaikan kasus Covid-19 harian. Tiap Minggu kasus corona negeri jiran tercatat 17.150.

Dalam hal ini merupakan kasus tertinggi keempat di negeri itu hingga saat ini. “Ini membuat perhitungan nasional (total) corona menjadi 1.130.422,” tutur Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia Noor Hisham Abdullah, dikutip Channel News Asia (CNA)

Selangor masih menjadi negara bagian dengan kasus terbanyak, lebih dari 6.000 infeksi. Lalu Kuala Lumpur 2.086 dan Kedah 1.511.

Malaysia mencatat ada 160 kematian baru karena Covid-19 kemarin. Sehingga total kematian negara itu menjadi 9.184.

Sebelumnya rekor tertinggi sempat dilaporkan Malaysia tercatat 17.786 kasus Beberapa analis menilai bahwa tingginya kasus Covid ini disebabkan oleh respon penanganan wabah yang kurang baik dan tanggap. Meski sudah lockdown berkali-kali, dinamika politik yang menjadi sebuah momok bagi penanganan pandemi.

“Respons Malaysia terhambat oleh pemerintahan yang kacau dan pertikaian politik yang terus-menerus,” ujar Joshua Kurlantzick, peneliti Asia Tenggara di lembaga think tank Council on Foreign Relations.

Malaysia sendiri memang sedang dalam konflik politik internal yang tajam. Banyak pihak yang mengecam dan meminta Perdana Menteri (PM) Muhyiddin Yassin untuk mundur akibat manuvernya yang meminta keadaan darurat nasional dilakukan dan pembatasan pergerakan publik secara sepihak.

Bahkan, langkah ini membuat pihak partai koalisi pendukungnya saat ini semakin menipis. Terakhir kontroversi juga muncul saat salah satu menteri menyebut status darurat akan dicabut meski Raja Malaysia menyebut tak ada pembicaraan soal itu.

Sementara itu, akhir pekan pengunjuk rasa berkumpul di pusat Kuala Lumpur menyatakan ketidakpuasan penanganan pandemi pemerintah. Bahkan menyerukan Perdana Menteri Muhyiddin untuk mundur.

Mereka membawa bendera hitam dan membawa poster “Kerajaan Gagal”. Ini menjadi populer di Malaysia seiring lockdown yang dilakukan dan kenaikan kasus Covid-19.

Ini menjadi demo pertama warga secara fisik di Malaysia. Sebelumnya banyak yang enggan turun ke jalan karena pembatasan virus dan takut infeksi Covid-19. Malaysia menerapkan status darurat sejak Januari hingga 1 Agustus kemarin. Lockdown melalui aturan kontrol pergerakan (MCO) juga diterapkan secara nasional sejak awal Juli.

Pewarta : ST

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here