Dindikpora Magetan Gelar Gerakan Literasi Pada Anak Usia Dini

0
8

Magetan, SMInews.com | Guna memupuk kepribadian yang baik serta meningkatkan potensi yang tinggi pada masa pertumbuhan anak sangatlah penting, hal sangat positif untuk menanamkan kepribadian yang baik.

Dalam hal ini Literasi anak usia dini tidak hanya menjadi tugas pendidik saja, melainkan menjadi tugas bersama antara keluarga, guru, dan tenaga pendidik lainnya.

Dimasa pandemi covid-19 seperti saat ini, peran aktif orang tua yang akhirnya menjadi ujung tombak dalam menggerakkan literasi pada anak usia dini di dalam kepribadian nya.

Kali ini Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Magetan mengadakan Gerakan Literasi Anak Usia Dini melalui vidcon, yang di gelar di aula Kantor Dikpora Kabupaten Magetan. Rabu (08/09/2021)

Tujuan dari literasi ini salah satunya dapat melatih kemampuan dasar anak untuk menulis, membaca, berfikir kritis sebelum memasuki dunia sekolah.

Bupati Magetan Dr. Drs. H. Suprawoto SH.,M.Si selaku narasumber dalam Gerakan Literasi Anak Usia Dini menyampaikan, bahwa sangat bangga dengan para pendidik dari Paud, yang hingga saat inj terus memberikan ilmu kepada anak-anak di Kabupaten Magetan.

“Mari bersama-sama kita didik anak usia sejak usia dini dengan baik, mari kita tanamkan nilai-nilai kebaikan kepada mereka menjadi anak yang memiliki tanggung jawab tinggi, disiplin, saling menghargai, dan jujur dalam bertindak,”ungkapnya

Lebih lanjut Bupati Suprawoto mengemukakan bahwa pendidikan dalam arti luas memberikan warna yang luar biasa. Hasil karya anak-anak maupun guru sangat luar biasa, jauh dari mainstream. Hasil kreasi anak-anak bisa dipamerkan, diberi ruang untuk berkarya untuk mendidik kepercayaan diri kepada mereka.

Sementara itu di tempat yang sama, Suwata (Kadindikpora Magetan) menambahkan, “Bahwa setelah seminar dimplementasi akan dievaluasi agar menghasilkan karya-karya anak termasuk tenaga pendidik Paud,”jelas Suwata.

“Selama ini kan ada 18 ribu anak, itu tidak efektif terkait Literasi hanya 1 ribu kemudian yang menghasilkan karya buku ada 50 anak, ada buku gambar, ada buku cerita, kemudian gurunya ada 3 karya, buku-buku varian selama pandemi. Harapannya efektif diikuti kemudian, anak-anak Magetan itu berkarya sebagai buku pembelajar masa pandemi covid-19.”tutupnya

Pewarta : Gun

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here