Zaman Now Orang Berniat Baik Belum Bisa Jadi Pahlawan

0
25

SEMARANG, SMI.-

Rakyat Indonesia kembali memperingati Hari Pahlawan 10 Nopember dengan mengusung berbagai tema patriotisme dan kebangsaan. Peringatan hari pahlawan setiap tahunnya  mestinya mampu menggugah kembali jiwa heroik kepahlawanan, khususnya bagi kaum muda sebagai generasi penerus bangsa.

Semangat nasionalisme pahlawan bangsa sering dikalahkan oleh cerita super hero fiksi yang saat ini dijadikan panutan kaum muda kita. Menjadi pekerjaan rumah bersama agar pemahaman tentang pahlawan bagi setiap insan Warga Negara Indonesia agar dapat memaknai pahlawan bangsa secara kontekstual bukan sekedar tekstual saja.

Ketua DPRD Jateng, Rukma Setyabudi

Ketua DPRD Jateng, Rukma Setyabudi menuturkan,bahwa apabila kita menjadi orang baik, berjasa pada orang lain,tidak pantang menyerah, berani berjuang untuk mempertahankan kebenaran, peduli kepada pada teman-temannya itu sifat pahlawan yang baik, punya martabat tinggi. Pemerintah punya Undang-Undang mana yang bisa dimasukkan sebagai pahlawan dan mana yang tidak, karena Undang-Undang sifatnya baku dan jelas.

“Di zaman now banyak orang berbuat baik mungkin belum bisa dijadikan sebagai pahlawan. Tentunya kita tidak harus jadi pahlawan, yang penting berbuat baik. Didunia ini ada yang dulu pahlawan, sekarang tiba-tiba karena kekuasaan dianggap sudah pahlawan. Ada yang dulunya penjahat sekarang tiba-tiba jadi pahlawan bisa juga itu” tuturnya sebagai narasumber dalam dialog bersama Parlemen Jawa Tengah dengan tema “Memaknai Pahlawan Bangsa“ yang disiarkan langsung MNC Trijaya FM di Simple Room Lt 5 Hotel Harris jalan Ki Mangunsarkoro No. 36 Semarang, Senin (12/11/18).

Rukma berharap baginya yang penting bagaimana berbuat baik bagi sesama, bagi semua masyarakat dengan adil dan bermartabat itu lebih nyaman,

Sementara itu, Ka Dinsos  Provinsi Jateng, Nur Hadi Amiyanto menjelaskan,Terkait pemberian gelar tentang kepahlawanan nasional sudah diatur dalam UU No 20 tqhun 2009. Disitu sangat jelas nilai-nilai kepahlawanan yang nantinya dapat diberikan kepada seseorang apabila, Bertaqwa kepada Tuhan Yang maha Esa, mandiri, punya keberanian, rela berkorban untuk kepentingan orang tuanya, bekerja melaksanakan kegiatan tanpa pamrih, ulet tidak kenal menyerah, tanggung jawab tinggi terhadap keselamatan keamanan bangsa dan Negara, cinta bangsa dan tanah air.

Nur Hadi menuturkan “Pahlawan menurut kami dapat dikelompokkan menjadi 2, yang pertama pahlawan formal, yaitu yang mendapatkan SK Presiden, dalam hal ini masyarakat menganggap dan layak muntuk mendapatkan gelar pahlawan nasional. Yang kedua pahlawan non formal ia mencontohkan salah satu warga Jateng mendapat gelar yaitu Prof. DR. Kasman Singodimejo dari Puworejo, pahlawan non formal dari pihak dinas sosial banyak pahlawan non formal, kami ambilkan contoh seperti PSM (Pekerja Sosial Masyarakat-red), TSB (Taruna Sosial Bencana-red), TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan-red) mereka semua mengabdikan diri tanpa pamrih, tidak ada honor, akan tetapi pihak dinsos mengupayakan tali asih”, jelasnya.

Pada kesempatan yang sama Guru Besar FIS UNDIP, Prof. DR. Singgih Tri Sulistiyanto, mengungkapkan, keberadaan pahlawan ini bisa berada pada level-level dalam konteks komunitasnya.

“Kami ambilkan contoh misalnya didalam keluarga, bapak juga merupakan pahlawan karena memberikan kontribusinya pada keluarganya. Seorang pahlawan bangsa adalah yang bisa memerikan kontribusi yang konstrukfif dalam membangun Negara Indonesia tentu dengan ukuran ukuran yang jelas” Katanya.

Singgih berharap, di zaman milenial ini secara globalisasi nilai-nilai kebangsaan sudah menjadi absolute karena sudah lahir sejak abad 20. Ini menjadi tantangan baru sehingga pada level globalpun sudah muncul super hero yang bersifat internasional dan itu sengaja diproduksi oleh negara – negara  maju yang memang sudah memiliki reputasi dan pengaruh secara luar biasa.

“Disinilah sebetulnya Indonesia pun dapat memproduksi pahlawan dalam konteks kebangsaan saja, tetapi juga bagaimana dapat memproduksi super hero yang bersifat internasional dan ini akan menjadi kebanggan orang Indonesia,”pungkasnya. ** M. Taufik

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here