Yudianto : “ Saatnya Warga Masyarakat Mekar Mukti Bangkit ”

0
56

KBB, (SMI).-

Antusiasme masyarakat Desa Mekarmukti Kecamatan Cihampelas begitu besar, bersama dengan Perangkat desa, perwakilan pedagang dan tokoh masyarakat melaksanakan rapat pembentukan panitia Relokasi Pembangunan Pasar Desa Mekarmukti di Kp. Cicalengka Kolam Budidaya ikan Lele  “Sabilulungan“  milik Yudianto di Desa Mekarmukti.

Antusias 275 orang pedagang pasar Desa Mekarmukti hadir dalam rapat sosialisasi dan Transparansi Relokasi Pasar desa Mekarmukti yang dilaksanakan dengan aman dan lancar, hingga terbentuk susunan kepanitian Relokasi Pembangunan pasar. Saatnya Warga Masyarakat Mekarmukti Bangkit Selama 40 Tahun Didzolimi Kebijakan Pemerintahan Desa.

Pelaksanaan pemilihan ini, merupakan bentuk kepeduliaan warga pasar agar tercipta suatu wadah yang bisa menampung aspirasi warga pasar, dan memberikan contoh demokrasi yang baik dan benar agar kedepanya masyarakat Desa Mekarmukti bisa turut serta merasakan dan menikmati aset pasar yang ada di wilayahnya dan bisa mengatur sendiri Managegement pengelolaan pasar tersebut sebagai asli pemilik aset pasar, atas nama putra daerah dan warga desa Mekarmukti. Karena selama ini pengelolaan pasar desa Mekarmukti dikelola oleh Pedagang luar bukan penduduk asli  Mekarmukti.

Pasar Desa Mekarmukti merupakan salah satu pasar terbesar dan strategis di Kabupaten Bandung Barat. Usia pasar ini sudah sekitar 40 tahun, dan kondisi pasar saat ini perlu dibangun dan direvitalisasi lagi untuk kenyamanan usaha warga Mekarmukti khususnya. Oleh karena itu, Ketua Panitia Relokasi Pembangunan Pasar Mekarmukti Yudianto didampingi oleh Wakil Ketuanya Endang, Sekretaris Dandi, dan Bendahara Sofa, beserta bidang – bidang lainnya yang jumlahnya 9 orang kepengurursan Panitia Relokasi Pembangunan pasar Desa Mekarmukti rencanananya dalam waktu dekat ini siap akan membangun Pasar Desa Mekarmukti agar lebih nyaman dan representatif. Rencana Program pembangunan Pasar Mekarmukti pun disambut antusias para pedagang dan masyarakat.

Saat ditemui di kantor Sekretariat Panitia Relokasi Pembangunan Pasar Desa Mekarmukti, Yudianto menjelaskan mengenai kondisi pasar, kondisi para pedagang pasar dan Managegement Pengelola pasar Desa Mekarmukti yang dikelola oleh  warga di luar desa Mekarmukti bukan putra daerah, selama 40 tahun di dzolimi dan dibodohi.

“Saya sebagai Putra daerah sangat prihatin dengan melihat keadaan seperti ini, selama ini saya diam dan hanya memperhatikan pengelolaan pasar Desa Mekarmukti dari jauh. Jumlah pedagang keseluruhan saat ini yang terdata sebanyak 316 orang. Pedagang dari luar daerah Mekarmukti sebanyak 238 dan pedagang asli putra daerah hanya 78 orang, itupun orang – orang yang dianggap serakah selama 40 tahun ini, tidak mau mengajak warga Mekarmukti lainnya warga yang lainnya punya usaha sebagai tukang ojeg, tukang parkir, petugas kebersihan sampah dan sebagai penonton pengelolaan pasar Desamekar Mukti yang di kelola orang luar menikmati hasil dan manfaatnya selama 40 tahun di dzolimi. Sedangkan warga yang lainnya hanya bisa menikmati kemacetan dipasar, bau busuk sampah, merasakan becek dan kotornya jalan disekitar pasar tersebut sungguh begitu memprihatinkan,”ujar Yudi

Yudianto juga menambahkan, sekarang persoalan baru muncul ditengah masyarakat Desa Mekarmukti, disaat menjelang perhelatan Pilkada di Kabupaten Bandung Barat Nama Aa Umbara tiba – tiba saja muncul dan ramai diperbincangkan di tengah masrayakat Mekarmukti, sebelum Aa Umbara resmi mencalonkan jadi Bupati di KBB yang berpasangan dengan Hengky Kurniawan, ratusan pedagang pasar Mekarmukti pernah beraudiensi ke kantor DPRD KBB dan diterima langsung oleh Aa Umbara, saat itu masih menjabat sebagai Ketua DPRD.

Saat ini lain cerita, yang membuat masyarakat Desa Mekarmukti menjadi resah karena saat Aa Umbara blusukan mengkampanyeukan dirinya menjadi calon Bupati. Pasar ini tertunda pembangunannya, karena telah digiring keranah politik oleh Umbara.

Aa beberapa kali mengadakan pertemuan dan mendatangi rumah – rumah pedagang pasar, Otomatis janji – janji politiknya di manfaatkan sebagai jembatan peraupan untuk mendulang suaranya dipilkada. Dengan bertemu para pedagang yang sedang kebingungan memikirkan harga kios yang mencapai Rp.40 – Rp.60.juta. Aa Umbara telah mengiming-imingi pedagang Pasar Cihampelas bila mana ia terpilih menjadi bupati, kios dan los dipasar itu akan digratiskan. Hal itu sontak menjadi polemik dimana ia beserta pemerintah desa setempat ingin merevitalisasi pasar dengan menggunakan pihak ketiga atau swasta.

“Aa Umbara kan orang luar Desa Mekar Mukti, Aa Umbara penduduk Lembang, otomatis Aa Umbara tidak tau seluk-beluk serta kondisi pasar Desa Mekarmukti yang sebenarnya, karena Aa Umbara bukan putra daerah Mekarmukti. Karena kepentingan Politik itulah tiba – tiba saja nama Aa Umbara muncul sebagai Dewan Pembina Kepengurusan Baru Perkumpulan Pedagang Pasar Mekarmukti Kec. Cuhampelas Kab. Bandung Barat. Ditambah dengan janji – janji politiknya kepada para pedagang pasar yang akan menggratiskan kios/jongko. Sedangkan bentuk perhatian Aa Umbara kepada masyarakat Mekarmukti itu sama sekali tidak ada” Paparnya.

Bahkan menurut Yudianto Aa Umbara yang belum tau kronologis sebenarnya telah menjanjikan kios Gratis hanya kepada para pedagang pasar saja, otomatis Aa Umbara akan menyengsarakan masyarakat Mekarmukti  dikarenakan para pedagang di pasar itu orang luar daerah 80.%.

Sosok Yudianto yang dikenal sebagai pengusaha muda sukses dan pemberani ini setelah masuk kedalam kepanitiaan Relokasi Pembangunan Pasar Desa Mekarmukti dia, baru mengetahui status pasar Desa Mekarmukti kondisinya dari dulu hingga hari ini seperti apa, sebagai putra daerah asli Mekarmukti pantas saja Yudianto menjadi marah, kesal dan kecewa karena sudah selama 40 tahun wrga masyarakatnya di bohongi.,

”Setelah mengadakan rapat kepanitiaan Relokasi Pasar Mekar Mukti kami sebagai Panitia akan menunggu keputusan akhir dari Muspika dengan diberikan toleransi waktu selama 2 minggu setelah Pilkada dilaksanakan. Warga Masyarakat Mekar Mukti akan mentut Keadilan karena mereka juga punya hak untuk berdagang di aset pasar di daerahnya sendiri” Tambahnya.

Walaupun pasar tidak jadi dibangun, tetapi pedagang lama harus keluar dari pasar milik masyarakat Mekarmukti sebagai pemilik asli pasar tersebut. Muspika Kecamatan.Cihampelas walaupun mengetahui kondisi sebenarnya status pasar Mekarmukti ini, namun Muspika terkesan tidak memiliki rasa keadilan di Desa Mekarmukti. Ibaratnya seperti Tambang Emas Freeport, orang lain di luar lokasi tambang Freeport yang menikmati hasilnya, sedangkan penduduknya aslinya hanya mampu sebagai kuli dan manjadi penonton saja.

“Semuanya sudah terjadwal dengan baik dan akan dipastikan ontime. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar dan sekali lagi yang paling penting adalah keran komunikasi kepada para stakeholder dari pedagang agar tidak terjadi distorsi kebijakan, sehingga mereka bisa menerima dengan lapang tidak ada lagi ketidak adilan dan zdolimi untuk masyarakat mekar mukti” Pungkas Yudianto.

Narasumber lainnya membenarkan apa yang terjadi dan adanya ketidakadilan kepada warga masyarakat Desa Mekarmukti, selama 40 tahun ini telah di bohongi dan di Dzolimi para penguasa pengelola pasar Mekarmukti yang Notabene bukan penduduk asli Mekarmukti.

Haji Ubun (50),  Danil (34) dan Asep Abidin (45) ketiga orang ini merupakan putra daerah yang selama ini sama sekali belum merasakan hasil dan manfaatnya dengan keberadaan pasar Desa Mekarmukti.

”Kami semua yang hadir di kantor sekretariat Relokasi Pembangunan Pasar Desa Mekarmukti ini sangat ingin sekali merasakan hasilnya, merasakan manfaatnya. Kami ingin seperti orang lain para pedagang pasar yang sebanyak 318 orang itu bukan warga kami, bukan tetangga kami dan buka saudara kami di Mekarmukti ini. Mereka semua orang luar desa kami yang selama ini usaha menikmati hasilnya di pasar kami ini. Sungguh menyedihkan dengan melihat begitu pesatnya perniagaan aktivitas di pasar kami itu orang lain yang mendulang emasnya. Kami hanya menikmati kemacetan dan bau busuk sampahnya saja. Kami berharap perjuangan Pak Yudianto sebagai tokoh masyarakat di Desa Mekarmukti dapat memperjuangkan hak – hak kami sebagai putra daerah di Mekarmukti ini untuk memilikinya, merasakannya dan menikmatinya sebagai pedagang di pasar kami. Aset desa yang kami miliki selama 40 tahun ini merasa dibohongi dan di bodohi orang – orang yang serakah yang dengan tenang menikmati semua ini di pasar milik kami.,”ujar Haji. Ubun didampingi masyarakat lainnya putra daerah asli.(TIM Lipsus)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here