Waspadai Empat Isu Utama Dalam Pilkada Jateng 2020

0
11
Dari kiri : Anggota KPU Jateng Divisi Perencanaan dan Data, Muslim Aisha, Wakil Rektor Undip, Prof. Budi Setyono, Ketua Konisi A DPRD Prov. Jateng, Muhammad Saleh ,Moderator: Prast, Foto : M. Taufik

Semarang, SMInews.com Provinsi Jawa Tengah bakal menggelar 21 pilkada Kabupaten / Kota pada 23 September 2020 mendatang. Pesrsiapan demi persiapan telah dilakukan pihak – pihak terkait demi mengawal pesta demokrasi agar berjalanaman, tertib dan lancar. Selain itu, penyelenggara Pilkadapun berupaya keras mencegah potensi – potensi kecurangan.

Empat isu utama yang menjadi perhatian serta kewaspadaan penyelenggara pilkada 2020 nanti adalah politisasi birokrasi, netralitas ASN termasuk TNI-Polri, kampanye hitam termasuk berita hoax dan isu SARA, serta politik uang. Wajib bagi penyelenggara Pilkada 2020 untuk mengupayakan berbagai macam pencegahan guna meminimalisir terjadinya empat hal tersebut.

Di beberapa kabupaten/kota, telah di lakukan pembentukan Desa Pengawas Pilkada dan Desa Anti Politik Uang untuk meminimalisir terjadinya empat isu utama tersebut. Tidak kalah pentingnya, pihak pihak terkait juga harus senantiasa memberikan pendidikan politik kepada masyarakat pemilih, baik secara langsung maupun melalui media sosial.

Ketua Komisi A DPRD Prov. Jateng, Muhammad Saleh menuturkan, “Kami sudah keliling ke hampir 50 persen lebih dari 21 kabupaten/ kota. Kita hampir 13 kabupaten yang akan melaksanakan pilkada dan yang pertama kami memastikan terkait pendanaan semua kabupaten sudah untuk dana dan tidak ada masalah, yang kedua kami memastikan tahapan tahapan itu sampai sekarang sudah berjalan  sesuai dengan tahapan itu atau tidak, dan ternyata hampir sama KPU dan kami juga berkunjung ke Bawaslu terutama terkait dengan data pemilih,” tuturnya.

Menurutnya sudah memastikan tahapan tahapan berjalan dengan baik sehingga kalau kita bicara kerawanan, harusnya inputnya harus benar dulu, kalau inputnya tidak benar maka pasti dibelakangnya outputnya pasti ada masalah.

“Input pertama data pemilh harus benar dan ini juga terkait dengan dukcapil, kependudukan di daerah beberapa kabupaten/kota, kita berharap sampai bulan September 2020 jangan sampai masyarakat kita yang berusia 17 tahun tidak bisa menggunakan hak pilihnya,” ujar Saleh.

Lanjut Saleh, kami dari Komisi A DPRD jateng sering melakukan rapat koordinasi dengan KPU dan Bawaslu tapi juga dengan Dukcapil. Linmas, terkait dengan pilkada di daerah semua stakeholder kita kumpulkan untuk memastikan biar input tidak keliru.

Menurut Saleh terkait mengenai kerawanan jelang pilkada kita juga sudah punya pengalaman 5 tahun yang  lalu dalam pilkada serentak, mengenai riak – riak,protes dan lain lain tapi belum sampai seperti di provinsi lain, intinya Jawa Tengah aman dan terkendali, itu harapan kami untuk pilkada yang akan datang 23 september 2020,” pungkasnya. Saat menjadi salah satu nara sumber dalam prime topic Dialog bersama Parlemen Jawa Tengah dengan tema “ Mengawal Pilkada 2020 “ yang disiarkan langsung Trijaya FM di Lobby Hotel Gets, jalan MT. Haryono No 312-316, Sarirejo,Kec. Semarang Timur, Kota Semarang, Senin (2/3/2020).

Sementara itu, Wakil Rektor Undip Semarang, Prof. Budi Setyono, mengatakan, Kita sudah memiliki pengalaman empat kali pilkada langsung secara komulatif semua pihak di Jateng sudah memiliki suatu pola  tertentu di dalam melaksanakan pilkada serentak ini, sehingga kerawanan kerawanan ataupun persoalan persoalan yang dulu pernah terjadi itu sudah bisa diantisipasi jauh jauh hari ,”  tuturnya.

Menurutnya kalau kita bicara mengenai pelaku utama di dalam pilkada itu ada empat komponen, ke empat empatnya sudah memiliki kedewasaan dan pengalaman sehingga hambatan – hambatan yang bersifat mutlak kemungkinan besar tidak terjadi. Ke empat komponen itu adalah Penyelenggara disini KPU, Kontestan (para calon bupati/wakil bupati dan Walikota dan Wakil Walikota), pemilih itu sendiri, Bawaslu. Ke empat omponen ini sudah memiliki pengalaman  yang baik dan bagus.

“Tidak akan terjadi potensi konflik yang signifikan. Menurut saya parta partai politik terlihat ke gamang – gamangan dalam menentukan dengan siapa mereka berkoalisi, dan itu tentu menimbulkan ketidak pastian, bagi pola pemilih yang terstruktur sampai tahap sekarang ada beberapa daerah yang calonnya belum pasti siapa, dan yang kedua calonnya mau berkoalisi dengan siapa? Didalam kontestan tersebut,” tutur budi.

Bagi pemilih yang mendasarkan pada ide dan gagasan, ini sangat sulit  karena dalam menentukan pilihan secara rasional mestinya jauh jauh hari sudah melakukan selektif siapa yang akan muncul, lalu mempunyai tawaran program visi seperti apa yang akan diberikan kepada pemilih untuk menjadikan dasar supaya dijadikan bupati atau wakil bupatin dan Walikota atau wakil walikota.

“Sampai sekarang pada bulan maret 2020 ini sampai pada bulan September 2020 sampai sekarang belum ada kejelasan tentang siapa yang akan di calonkan partai politik,” pungkasnya

Pada kesempatan yang sama, Anggota KPU Jateng Divisi Perencanaan dan Data, Muslim Aisha, mengungkapkan bahwa sampai hari ini dua tahapan sedang berjaan, yang pertama tahapan dimana calon perseorangan sudah memenuhi babak berikutnya, hanya saja calon perseorangan di 21 kabupaten/kota pilkada sepertinya dagangan KPU agak kurang laris karena calon perseorangan yang muncul menyerahkan syarat dukungan kepada KPU.

Menurut Muslim Dari 21 hanya Kota Solo yang berhasil menyerahkan dan hari ini KPU memproses verifikasi dan administrasi sampai kedepan. Tahapan ini bisa di lalui kemudian proses yang dilakukan KPU itu menemukan titik terang. Calon yang sudah berhasil masuk ini apakah nanti bisa berlanjut atau tidak.

“Calon perseorangan sangat sulit, karena jumlah dukungan yang harus dipenuhi ini cukup berat, disamping soaljumlah dan sebaran itu ada proses administrasi yang mereka harus lakukan kalau yang kita lihat selama ini proses yang dilakukan calon perseorangan sebenarnya tidak dalam posisi mencari dukungan kepada masyarakat dengan foto copy KTP nya tetapi lebih ke soal bagaimananyang bersangkutan menata administrasinya,” pungkasnya.

Pewarta : M. Taufik

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here