Wabup Monitoring Prokes ke Pondok Pesantren Al Aqsha

0
5

Sumedang, SMInews.com Penerapan protokol kesehatan yang diberlakukan di Pondok Pesantren Moderen Al-Aqsha bisa menjadi model bagi pondok pesantren yang lain di Kabupaten Sumedang.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Sumedang H Erwan Setiawan saat memonitor pelaksanaan protokol kesehatan di Pondok Pesantren Moderen Al-Aqsha, Desa Cibeusi, Kecamatan Jatinangor Jum’at (07/08/2020).

Menurut Wabup, protokol kesehatan yang diterapkan di Pondok Pesantren Moderen Al- Aqsha merupakan contoh yang paling baik dan bisa diikuti seluruh pesantren yang ada di Kabupaten Sumedang.

“Saat ini yang tercatat di Forum Pondok Pesantren  ada 250 pondok pesantren. Saya berharap semua bisa mencontoh protokol kesehatan yang diterapkan di sini (Pesantren Al-Aqsha),” harapnya.

Ia mengungkapkan, tidak pernah melarang untuk beraktifitas, baik itu di pondok pesantren maupun di madrasah selama protokol kesehatannya diikuti.

“Laksanakan semaksimal mungkin. Kita minimalisir segala macam resiko penyebaran Covid 19 ini,” ungkapnya.

Ia menegaskan, kalau penerapan protokol yang dilaksanakan di Al-Aqsha ini sama dengan pesantren lainnya, ia optimistis tidak akan ada klaster baru di pesantren.

“Tentunya kami menyambut baik dan mengapresiasi setiap pondok pesantren yang melaksanakan protokol kesehatan dengan sebaik-baiknya seperti Al-Aqsha ini. Saya berharap tidak ada klaster baru di pondok pesantren yang ada di Kabupaten Sumedang,” tegasnya

Sementara itu, Ketua Satgas Covid 19 Pondok Pesantren Al-Aqsha Apip Hadi Susanto atas nama lembaga menyampaikan rasa bangganya atas kehadiran Wakil Bupati yang memberikan penilaian terbaik atas kinerja Satgas Covid Pesantren.

“Ini acara sangat mendadak. Semua tidak mengada-ngada. Kita sudah berjalan dari awal. Dibentuk Satgas bulan Juni kemarin. Menghadapi tahun ajaran baru sudah dibentuk oleh Pak Kiyai Satuan Gugus Tugas Covid 19 Pondok Pesantren Moderen Al- Aqsha,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, dirinya diberi amanah sebagai Ketua Satuan Gugus Tugas Covid 19 dan telah melakukan koordinasi dengan berbagai stakeholder seperti Puskesmas Jatinangor dengan Pa Camat.

“Alhamdulilah banyak masukan sebagai bahan untuk mengemas bagaimana Prokes yang bisa diterapkan di Al-Aqsha,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, protokol kesehatan seperti yang disimulasikan di dalam video adalah untuk mengatur kedatangan santri ke Al-Aqsha yang dilakukan secara bertahap.

“Kedatangan tidak dalam satu waktu supaya tidak terjadi penumpukan. Dari jumlah santri 1.300 orang yang baru masuk sekitar 200 orang, dimulai hari Selasa kemarin tanggal 4 Agustus 2020,” jelasnya.

Pewarta : Y. Rusmana

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here