Unwahas Semarang Gelar Seminar Kepramukaan di Auditorium Fakultas Kedokteran

0
17
Ketua Komnas Perlindungan Anak Provinsi Jawa Tengah , Dr.H. Endar Susilo,SH.MH ( baju Putih) Foto: M. Taufik

Semarang, SMInews.com Gerakan Pramuka Indonesia adalah suatu organisasi pendidikan non formal, yang dilaksanakan sebagai wadah untuk melaksanakan pendidikan  kepanduan di Indonesia. Kegiatan pramuka biasanya  dilaksanakan di alam bebas atau terbuka seperti lapangan, hutan atau tempat lainnya. Fungsinya agar lebih menarik, menyenangkan , terarah, sehat sesuai dengan metode dan prinsip dasar kepramukaan.

Namun demikian dapat juga pramuka di laksanakan di ruangan tertutup, diantaranya dilaksanakan  pada kegiatan sarasehan ataupun seminar.

Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang menggelar kegiatan Seminar kepramukaan dengan Tema “ Peran Penting Gerakan Pramuka Dalam Pembentukan Karakter di Era Milenial”  di Auditorium Fakultas Kedokteran (Kampus 3) Unwahas jalan Menoreh Tengah X /No 22, Sampangan, Kec. Gajahmungkur, Kota Semarang, Kamis (20/2/2020 ).

Dr. H. Endanr Susilo,SH.MH, salah satu nara sumber Seminar, Foto : M. Taufik

250 peserta terdiri dari Mahasiswa dari berbagai Universitas dan Pelajar beberapa sekolah se Kwartir Daerah ( Kwarda) Jawa Tengah hadir untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Ketua Panitia Seminar, Elis Pangestuti Mahasiswa Fakultas Hukum Unwahas Semarang, menyampaikan bahwa tujuan diadakan seminar kepramukaan  adalah untuk menanamkan, dan mendidik karakter pemuda di era milenial melalui kegiatan pramuka agar generasi milenial menjadi lebih baik.

Sementara itu Psikolog Rumah Sakit Hermina Banyumanik Semarang, Oktariana Indrastuti, M.Psi menjelaskan bahwa pendidikan karakter terbentuk dari rumah, lingkungan, sekolah dan kepramukaan dengan memahami dan pendekatan psikologi dari anak sampai remaja.

Pada Kesempatan yang sama, Ketua Komnas Perlindungan Anak Provinsi Jawa Tengah, Dr. H. Endar Susilo,SH.MH mengatakan bahwa kegiatan kegiatan kepramukaan sangat bermanfaat, tumbuh kembang perilaku anak, namun harus di perhatikan juga jangan sampai dalam kegiatan tersebut kemudian melanggar Undang Undang No. 23 Tahun 2002 yang sudah diperbaharui dengan UU No 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak.

Peserta Seminar Kepramukan mengikuti kegiatan dengan senang, Foto : M. Taufik

Narasumber dari Universitas Negeri Semarang (Unnes), Dr.Drs. Wagiran, M.Hum Andalan Bina Wasa Kwarda Jateng ini memaparkan bahwa pembentukan karakter milenial di kepramukaan bukan hanya ilmu, tetapi sudah merupakan gerakan nyata yang dilakukan melalui kegiatan kegiatan kepramukaan.

Pada sesi berikutnya Pembina Pramuka Unwahas Kulfan Zubair Tago Sidqi, S.Pi. M.Pd mencontohkan dan mengatakan “Pahlawan – pahlawan bangsa Indonesia bisa di jadikan contoh bagaimana generasi milenial harus menjadi pribadi yang bermanfaat bagi bangsa Indonesia, salah satunya melalui pembentukan pembentukan karakter di kegiatan kepramukaan,” pungkasnya.

Acara seminar di pandu oleh moderator Achmad Maskuri, S.Pd. Usai acara di tandai dengan penyerahan kenang kenangan dari panitia penyelenggara Seminar Racana Wahid Hasyim kepada ke empat narasumber yang menyampaikan materi dan dialog di acara seminar tersebut.

Pewarta : M. Taufik

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here