Tugas Operasi Kebanggaan Prajurit TNI

0
44

Kalteng, SMI.-

Batalyon Infanteri 621/Manuntung merupakan Batalyon Infanteri yang berada di bawah Komando Resor Militer 101/Antasari bernaung dalam Organisasi Kodam VI/Mulawarman.

Letkol Inf Rio Neswan SE, MM, MIK merupakan Komandan Batalyon Infanteri 621/Manuntung yang ke 41. Perwira menengah yang dekat dengan anggotanya dan juga di kenal ramah oleh masyarakat di sekitar Mako Yonif 621/Manuntung di Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah,  Kalimantan Selatan.

Saat diwawancara Suara Metro Indonesia, dirinya mengisahkan  bagaimana Tugas dan tanggung jawab sebagai Komandan Satuan disaat Pertiwi memanggil.

“Tidak ada tugas yang berat, bila kita sebagai prajurit TNI menjalankannya dengan disiplin, loyalitas, menjunjung tinggi Sumpah Prajurit, Sapta marga dan 8 wajib TNI” tandas Abituren AKMIL tahun 2000 mengawali dalam wawancara khusus.

Sebagai Komandan Satuan Tugas di Medan operasi, selain sudah terkoordinir/ terorganisir oleh Komandan Kompi sampai ke Komandan Regu, baik teknis dan taktis dalam tugas-tugasnya.

“Hal yang terpenting sebagai Komandan adalah merupakan Orang yang pertama kali menginjakkan kaki di daerah operasi dan menjadi orang yang terakhir meninggalkan Medan operasi bilamana sudah berakhir masa penugasan” tegas Danyonif 621/Manuntung suami dari Ny. Rini Maulani, S.Pd.

“Menjadi prajurit TNI merupakan cita cita,  namun bukan berarti meneruskan jejak orang tua, namun menjadi Pioneer dalam keluarga besar yang mengabdikan sebagai prajurit TNI. Motivasi dan prinsip yang utama menjadi prajurit TNI adalah amanah, pengabdian di institusi TNI dan berguna kepada bangsa dan negara, dan ini adalah jawaban dari Allah SWT di saat doa orang tua, kerabat dan saudara di saat kita dilahirkan”, Tutur Ayah dari Riyadh Maulana Neswan (4).

Letkol Inf Rio Neswan menjalankan perintah setiap penugasan tak lepas dari ibadah,  hal ini sudah menjadi kebutuhan dalam ibadah semasa kecil sampai tamat di SMA Taruna Nusantara Magelang hingga diangkat Sumpah sebagai Perwira Pertama Letnan Dua Infanteri Abituren AKMIL tahun 2000.

Diantara teman satu angkatannya adalah  Putera Presiden Indonesia yang ke 6, Letda Inf Agus Harimurti Yudhoyono. Berbagai penugasan selama menjadi Prajurit TNI AD sudah dilaluinya dengan rasa syukur dan Ikhlas. Mulai sejak Danton sampai Danki di Yonif 731/Karabesi di Masohi Maluku Tengah, sempat alih ke Kodim 1504/Ambon sebagai Pasi Operasi lalu ditugaskan ke Mabes AD Jakarta dengan jabatan Paban muda jabatan 2 Spaban III/Binkar Spersad,  kemudian menjabat sebagai Pabandya Perencana Pendidikan Seskoad di Bandung. Selama tugas di Jakarta Letkol Rio menyempatkan Belajar di bangku Kuliah hingga menamatkan sarjananya S1 dan S2.

Kurun waktu berjalan, tugas seorang Perwira menengah yang punya Hobi Olahraga dan menembak ini ditempatkan ke Kodam VI/Mulawarman sebagai Kasi Personil Korem 101/Antasari di  Banjarmasin, hingga menjabat sebagai Komandan Batalyon Infanteri 621/ Manuntung dan Komandan Satgas Pamtas RI-Malaysia di Nunukan.

Komandan yang sempat menamatkan Sesko di Arab Saudi dengan gelar MIK (Magister Ilmu Kemiliteran) ini berpesan kepada setiap Prajurit TNI yang saat ini sedang menjalankan tugas “Tugas Operasi merupakan suatu kebanggaan dan suatu kehormatan bagi Prajurit TNI yang di tunjuk, baik di Medan tempur maupun di Medan tugas lainnya, laksanakan dengan semangat, berani berkorban, pantang mundur, Disiplin dan dengan di dasari hati yang tulus ikhlas” papar Danyonif 621/Manuntung, mengakhiri wawancara.***

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here