Tiga Pekerja Tambak Diniaya, Korban Minta Pelaku Ditindak Sesuai Hukum

0
61

DEMAK, (SMI).-

Sobirin (41) Warga Desa Kedungmutih  Kecamatan Wedung  Kab. Demak bersama dua rekanya mengaku mengalami peganiayaan  oleh sejumlah orang saat bekerja di Tambak  milik penggarap  H. Sholehan.

Awal kejadian Sobirin Menuturkan, pada hari Jum’at, 11 Mei  2018  Ia bersama rekanya  sedang bekerja di dalam gudang  tambak membuat bale/tempat duduk  dari bambu. Kemudian kata dia datang  seorang perangkat desa (Carik) Kedungmutih  berinisial “M”, tidak lama  kemudian ada Kapolsek  Wedung  berseragam lengkap datang. Namun Ia jelaskan di lokasi juga ada masa sekitar 30 orang yang tidak Ia kenal .

“Tidak lama pak Kapolsek datang, kemudian  pak Soleh datang  ketemu dengan pak Carik. Saya tidak jelas apa yang di bicarakan, tau-tau  ribut  adu mulut, kemudian pak Kapolsek  bicara ‘pak ndak usah ribut di belakang di depan saja” menirukan  ucapan Kapolsek saat di Polres Demak Senin (14/5/18).

Begitu  sampai didepan  lanjut Sobirin, tau-tau pak Sholehan dikeroyok  oleh sejumlah orang. Mendengar ada keributan, dua rekannya yang diluar berusaha melerai namun malah dikeroyok  oleh massa.

“Rekan saya M. Safaudin, dan Abdulah  Hassan, ini  lagi bekerja di bawah gudang. Mendengar  ada keributan,  ia berusaha melerai  tapi malah kena pukul dari massa. Kemudian saya berdiri tau-tau tangan saya ini di apit seseorang dan kaos saya ditarik, kebetulan saya tau, namanya  bu Saidah (saudara bu Farikhah-red) hingga robek, di situ saya di pukuli  oleh adik dan keponakan  bu Saidah hingga mata sebelah kiri saya memar .”bebernya .

Dari kejadian itu, lanjut dia  bersama H. Sholehan penggarap tambak langsung  pergi kedokter untuk divisum  dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Demak, dengan harapan kasus ini bisa ditindak lanjuti oleh penegak hukum dengan seadil-adilnya.

Hingga saat ini, Sobirin mengaku badanya masih lemas dan kepala pusing, mata masih memerah  lebam. Rencananya sehabis dari Polres  akan  ke dokter untuk memeriksakan kesehatanya.

“Kami ini pekerja, tidak tau-menau permasalahan didalam lingkup tambak, tapi kenapa malah  kami yang menjadi  korban penganiayaan, kami tidak terima. Harapan kami kepolisian tidak tebang pilih,  pelaku harus  ditindak sesuai hukum .”tandasnya.

Sengketa Tambak .

Sekitar pukul 12.30 di Polres Demak diadakan pertemuan antara Kapolsek Wedung bersama  perangkat desa setempat yang dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Demak AKP Tri Agung  untuk mediasi permasalahan. Namun  salah satu  dari pihak yang bersengketa  tidak hadir, sehingga belum menemukan titik temu  bagi kedua belah pihak.

“Jadi disini kami dari Kepolisian Demak  berusaha  untuk memediasi,  dari kedua belah pihak silahkan di selesaikan. Namun, terkait permasalahan  sengketa tambak  itu bukan  urusan saya, ada jalur hukum di pengadilan silahkan di selesaikan. Yang jelas kalau kemudian dari kedua pihak sama-sama bersikukuh saling mengklaim dan terjadi sesuatu yang menuju pidana akan saya proses.”tandas Tri Agung. (Tim)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here