Tari Umbul Kolosal Bakal Menampilkan 5555 Penari

0
24

Sumedang, SMI.- Dengan dukungan unsur Forkopimda dan partisipasi masyarakat, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang akan menggelar Tari Umbul Kolosal dengan menampilkan 5555 penari.

Acara yang akan diselenggarakan pada tanggal 31 Desember 2019 tersebut bertempat di wilayah Bendungan Jatigede dan diklaim akan menjadi Tari Umbul pertama di dunia dengan penari terbanyak.

Hal tersebut dikatakan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Herman Suryatman pada saat Jumpa Pers di hadapan para awak media yang dilaksanakan di Ruang Media Center, Rabu (18/12).

Sekda mengatakan, untuk persiapan diadakan latihan rutin yang dilaksanakan di tiap-tiap desa dikoordinasikan oleh Disparbudpora.

“Hal-hal lain yang kami siapkan diantaranya untuk keamanan kami koordinasikan dengan Polres, Kodim dan Satpol PP. Sedangkan untuk arus lalu lintas kita akan melakukan rekayasa sebagai antisipasi kemacetan, begitupun dengan area parkir karena diperkirakan jumlah pengunjung akan mencapai 20 ribu orang,” ungkapnya.

Terkait perayaan malam tahun baru yang juga bertempat di wilayah Jatigede, Sekda mengatakan, Pemkab sudah berkomitmen untuk menyelenggrakan Do’a Bersama sekaligus atraksi kembang api.

“Atraksi kembang api akan sangat menarik karena akan disuguhkan di tengah pulau Bendungan Jatigede sehingga masyarakat akan menyaksikan dari berbagai sudut Jatigede. Harapannya semua destinasi wisata yang ada di Jatigede akan dikunjungi oleh berbagai lapisan masyarakat,” ujarnya.

Untuk kondisi jalan menuju Jatigede menurut Sekda sudah relatif memadai. Pengunjung disarankan untuk melalui Jalur Tomo dan Jalan Lingkar Timur Jatigede.

Sekda juga mengatakan, untuk menjamin pengamanan dalam menghadapi Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2020,
Pemkab sudah melaksanakan rapat koordinasi dengan unsur terkait.

“Dari sisi keamanan kami melaukan koordinasi dengan pihak Polres dan Kodim sehingga di lapangan tidak ada hal-hal yang tidak diharapkan.
Bahkan tempo hari kami melaksanakan Rakor dengan organ intelegen dari lintas intansi untuk mengidentifikasi potensi-potensi ancaman yang sampai saat ini masih kondusif,”ucapnya.

Sedangkan dari sisi ekonomi, Diskopserindag sudah melakukan langkah-langkah antisipaai dan mengecek ke lapangan memastikan ketersediaan sepuluh bahan pokok akan stabil sampai akhir tahun.

“Kami tugaskan para Camat agar berkoordinasi dengan Kepala Desa untuk melihat kondisi di lapangan untuk memastikan jangan sampai ada kerawanan pangan menjelang Hari Natal dan Tahun Baru,” tukasnya.

Pewarta : Y. Rusmana

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here