Tantangan Besar Menjadi Humas

0
7
Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setda Pemprov Jawa Barat Hermansyah

Sumedang, SMI.- Menjadi seorang Humas adalah sebuah tantangan besar dan ibadah, dimana  dituntut oleh masyarakat untuk memberikan informasi baik agar terciptanya kehidupan bernegara yang aman dan damai melalui program-program yang telah dipersiapkan.

Hal tersebut dikatakan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, melalui Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setda Pemprov Jawa Barat Hermansyah pada saat menjadi narasumber dalam acara Forum Pejabat Kehumasan yang dilaksanakan di Aula Tampomas IPP, Kamis (24/10).

Dalam materi yang disampaikan oleh Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provinsi Jawa Barat Hermansyah berjudul Transformasi Humas Jabar, Jabar-Public Relations Strategy (J-PR) dikatakan bahwa Humas berkonvergensi menjadi produser sekaligus ‘publisher’.

“Di era 4.0 platform Humas menjadi digital yaitu penyebarluasan informasi melalui teknologi media digital (media sosial, website, blog, dll). Selain itu, Humas juga menjadi media yang memaksimalkan monitoring media akan adanya isu ataupun berita yang sedang berkembang,” ujarnya.

Hermansyah menambahkan, peran Humas dalam era 4.0 juga sebagai ‘crisis management’ yaitu pengelolaan dan penanganan isu dengan cepat yang akan berdampak kepada lembaga atau perusahaan.

“Untuk memaksimalkan penyebaran data untuk konsumsi masyarakat, Humas harus berorientasi kepada riset (research oriented). Humas juga tidak hanya berorientasi untuk mempublikasikan namun isu tersebut harus memiliki nilai berita (news value),” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Herman Suryatman dalam arahannya mengatakan, peran Humas yang sering dianggap “sepele” dalam pelaksanaan kegiatan akan terasa sangat penting manakala fungsi-fungsi kehumasan tidak berjalan.

“Peran Humas sekarang lebih bersifat preventif dan promotif, bukan hanya kuratif. Jadi harus ada sebelum kegiatan itu berlangsung. Humas sekarang jangan jadi “pemadam kebakaran” yang baru bertindak setelah permasalahan muncul,” kata sekda.

Menurutnya, Humas pemerintah daerah harus lebih lincah dalam menghimpun dan menyediakan informasi, bahkan sebelum ada permintaan.

“Humas harus bisa mengidentifikasi dan mengkompilasi informasi untuk disajikan sebelum diminta oleh rekan media atau pimpinan,” tuturnya.

Sekda meminta agar Para pejabat kehumasan di setiap SKPD kooperatif dalam menyampaikan informasi yang diminta oleh Bagian Humas dan Protokol selaku koordinator kehumasan tingkat Kabupaten.

“Suplai data atau informasi diambil dari tiap-tiap dinas melalui Sekretaris, untuk selanjutya dihimpun di bagian Humas dan Protokol. Sedangkan data atau informasi pembangunan secara kehumasan dikelola oleh Dinas Kominfo,” paparnya.

Sekda menambahkan, informasi yang sifatnya mendesak atau emergensi, meskipun belum final dalam tahapan pengelolaannya bisa langsung disampaikan kepada pemohon informasi.

“Contohnya informasi kebakaran atau wabah bisa langsung disampaikan oleh dinas terkait. Sehingga tidak ada kesan Pemda dinilai lamban dalam menanggapi kejadian,” ungkapnya.

Pejabat kehumasan juga dituntut untuk aktif dalam mempublikasikan setiap program dan kegiatan pemerintah daerah sehingga benar-benar diketahui oleh masyarakat.

“Hal-hal yang buruk juga kalau terus-terusan di informasikan kepada masyarakat, lama-lama akan dianggap baik. Apalagi yang dipublikasikannya adalah hal yang baik seperti capaian pembangunan,” tukasnya.

Selain Kepala Biro Kehumasan, hadir juga Manajer Produksi Tribun Jabar Arif Permadi sebagai narasumber yang menyampaikan materi Penulisan Rilis.

Forum Pejabat Kehumasan diikuti oleh para sekretaris Dinas, Badan, Kantor, Kecamatan, Kelurahan dan BUMD se-Kabupaten Sumedang sebagai Pejabat Kehumasan.

 

Pewarta : Y. Rusmana

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here