Takmir Masjid dan Khatib Berperan Tangkal Hoax

0
22

SEMARANG, SMI.-

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar kegiatan Pelatihan Kader Penggerak NU Muharrik Mesjid dan Dakwah di Jawa Tengah pada 26-28 September 2018 di Gedung Diklat BKK Jl.Supriyadi Semarang.

Ketua Pusat Lembaga dakwah dan Takmir Masjid PBNU, KH. Abdul Manan Ghani menyatakan takmir mesjid memiliki peranan penting dalam menangkal hoaxs dan isu sara yang berpotensi timbul menjelang Pilpres 2019.

Menurutnya, takmir mesjid perlu memberi pemahaman kepada para pengurus mesjid, khatib, dan jamaah mesjid untuk berhati-hati dengan hoax. Ia pun menegaskan pentingnya sterilisasi mesjid dari aktivitas kampanye.

“Mesjid harus bersih dari kampanye. Mesjid harus menjadi tempat yang rahmatan lilalamin, tempat persatuan dan tempat untuk  perdamaian”, katanya usai membuka kegiatan tersebut pada Selasa  (26/09/18).

Untuk itu lanjut Abdul Manan, kaderisasi Takmir Masjid dan Dakwah ini merupakan kegiatan penting yang bertujuan untuk  membekali diri sehingga diharapkan bisa menjadi ujung tombak NU dalam menyampaikan kebaikan.

“Salah satu peran Khotib di mesjid adalah pesan dakwah, yakni melarang berita-berita yang tidak baik. Seorang muslim harus menyelamatkan muslim lainnya dari bahaya lisan dan jari-jarinya. Tradisi kita di NU ada tabayun jadi jangan gampang terbakar karena berita hoax yang hanya akan mengadu domba satu sama lainnya.”ungkapnya.

Menurutnya, Kegiatan kaderisasi Takmir Mesjid dan Dakwah merupakan kegiatan rutin yang digelar berbagai kabupaten wilayah di seluruh Indonesia, ada Pilkada atau tidak konsolidasi seperti ini kata dia terus berjalan sudah sejak lima tahun lalu.

Pada kesempatan itu,  para pengurus dan peserta yang hadir membacakan ikrar  bersama-sama yang yang di pimpin oleh K.H Munawir Zarkasi yang bunyinya sebagai berikut :

Kami pengurus Lembaga Takmir Masjid dan Lembaga Dakwah Cabang Nahdatul Ulama se Provinsi Jawa Tengah berikrar :

  1. Siap bekerjasama dengan Pemerintah, aparat keamanan (TNI dan Polri) dan pihak manapun dalam menjaga keutuhan negara kesatuan republik Indonesia.
  2. Siap bekerjasama dengan aparat keamanan (TNI dan Polri) untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan ketentraman masyarakat.
  3. Akan senantiasa menjaga marwah dan martabat ulama, agar terhindar dari fitnah, pemberitaan hoax dan ujaran kebencian.
  4. Akan senantiasa menjaga kesucian masjid, mushola, langgar, dan tempat ibadah umat Islam dari gerakan politik praktis dengan mengatasnamakan agama, dan-
  5. Siap mensukseskan agenda politik Nasional dalam pelaksanaan pemilihan Legislatif dan pemilihan Presiden tahun 2019.

**Tomo

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here