Sweet Sorghum Bantu Kebutuhan Pangan dan Energi

0
30

Garut, SMInews.com Budidaya tanaman sweet sorgum (Sorgum Manis) sebagai solusi mengatasi krisis pakan, pangan dan energi. Sweet Sorghum memiliki keunggulan dan potensi untuk dapat dijadikan Organik Bio koe’s serta alternatif tanaman konservasi lingkungan maupun konservasi energi serta  dapat membantu kebutuhan pangan dan energi.

Sorgum Manis dengan input nutrisi yang rendah, dapat meningkatkan kualitas tanah atau lahan yang ditanaminya, sehingga sesuai untuk lahan-lahan marginal yang kurang subur.

Jenis tanaman sorgum manis mudah tumbuh dilahan dengan berbagai cuaca di Indonesia, dapat dijadikan sebagai komoditas pertanian. “Karena itu sorgum bila dikembangkan dengan benar mempunyai nilai komoditi (jual) yang tinggi dan dapat meningkatkan kesejahteraan petani” kata H. Edi Koesnadi kepala UPT PUPR Sukawening Garut.

H. Edi yang memiliki depot kebun Energi di RW.09 Desa Cibunar Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut, tergugah untuk meneliti potensi sorgum sebagai komoditas pertanian untuk menekan kerusakan lingkungan, sekaligus menghasilkan bahan dasar organik Bio koe’s.

Hasil penelitian  H. Edi, sorgum mampu menyerap nitrogen dan Posfor yang ada di tanah lebih dari 50%. Bahkan penelitian hasil uji coba kemampuannya tersebut dapat mencapai maksimal.

Hal ini mengisyaratkan bahwa sorgum dapat meningkatkan efisiensi penyerapan hara di tanah, sekaligus mengurangi potensi pencemaran lingkungan akibat aliran permukaan pada musim hujan.

“Selain itu, tingkat penyerapan nutrisi yang tinggi yang sejalan dengan pertumbuhannya yang optimal, orgum ini pun berpotensi mengurangi emisi CO2 ke atmosfer secara efektif,”tandas edi.

Dikaitkan dengan potensinya sebagai bahan dasar Bio organik, kehadiran sorgum cukup menjanjikan. Dikarenakan sorgum termasuk tanaman bioenergi non-pangan, sehingga tidak ada konflik dengan kebutuhan pokok , tersedia didepot kebun energi  milik H. edi antara lain; Sweet sorgum, Ketela pohon, Hanjeli, Talas  pratama, Dorang, Umbi Garut, Ganyol dan lain sebagainya.

Bahkan, sorgum manis memiliki multi manfaat, bijinya sebagai bahan pangan, batangnya sebagai bahan bio fuel, bio organik, daunnya untuk pakan ternak, bahkan sisa-sisa batang setelah pemerasan  dapat dijadikan bahan industri serta untuk pembuatan kertas.

“Pengembangan melibatkan berbagai stakeholders dan dukungan pemerintah memiliki potensi yang besar selain untuk mengantisipasi kerusakan lingkungan, juga untuk mendukung kesediaan bio organik yang berkelanjutan di nusantara, jadi pengembangan sorgum manis dapat menumbuhkan kesejahteraan masyaramat” ungkapnya.

Pewarta : Ayi Ahmad

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here