Stop Kekerasan Kepada Wartawan

0
35

SUBANG, (SMI).-

Ratusan Wartawan, LSM dan Ormas melakukan aksi unjuk rasa damai di depan Gedung DPRD dan Kantor Bupati Subang, Jum’at (5/1). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas kepada wartawan Sinar Pagi, Sahidin yang menjadi korban pengeroyokan Oknum Kepala Desa Beserta Staf nya.

Oknum kepala Desa berinisial (J) bersama staf Desa Ciasem tengah melakukan pengeroyokan kepada Sahidin ketika sahidin sedang meliput pelantikan Kepala Desa Ciasem Hilir. Kejadian tersebut beberapa perwakilan dari media, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Ormas dan Asosiasi Jurnalis Warga Indonesia (AJWI) melakukan aksi solidaritas insan pers.

Dalam orasinya Aksi 51 (GOFS) menuntut stop tindakan kekerasan terhadap wartawan, mereka sepakat mendesak polisi supaya tidak hanya menerapkan pasal 170 KUHP saja, namun pelanggaran UU Nomor 40 tahun 1999 tentang pers juga harus diterapkan karena pengeroyokan dilakukan saat korban tengah melakukan tugas peliputan.

Aksi tersebut menuntut 6 (enam) poin, poin pertama stop kekerasan dan tindakan premanisme terhadap insan pers/wartawan, yang kedua setiap pihak (terutama pemegang kebijakan) harus bertanggung jawab dan meningkatkan profesionalisme wartawan / pers, yang ketiga tegakan supermasi hukum, berantas tindakan-tindakan premanisme yang dilakukan oleh pejabat publik, yang keempat perangkat penegak hukum harus memastikan tiap awak media dilapangan dapat bekerja secara aman tanpa ada kekerasan dari pihak manapun, kelima pemerintah meski melakukan pembinaan terhadap pejabat publik yang jelas-jelas memberikan contoh tindakan amoral dan premanisme dan yang keenam bubarkan organisasi atau perkumpulan jurnalis yang tidak berfungsi demi menegakan kode etik wartawan/pers. (Udin)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here