Staf Ahli Kemasyarakatan Kab. Tasikmalaya Iing Farid Khozin S.Sos.M.Si, Minta Maaf

0
72

TASIKMALAYA, (SMI).-

Peresmian Masjid Jamie Al – Multajam Kampung Saribudi Desa Banyurasa Kecamatan Sukahening Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat (7/2/18) yang seharusnya di hadiri Bupati Tasikmalaya UU Ruzhanul Ullum namun karena berbagai kesibukannya Bupati urung hadir.

Meskipun masyarakat merasa kecewa, namun peresmian tetap berlanjut diwakili Staf ahli kemasyarakatan dan SDM  Iing Farid Khozin S.Sos.M.Si dan menandatangani  Prasasti, sedangkan gunting pita sebagai tanda diresmikannya Masjid Jamie Al – Multajam dilakukan Camat Sukahening Kusnanto, S.Sos.

Dalam sambutannya, Iing  menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat  Desa Banyurasa atas ketidakhadiran  Bupati karena jadwalnya yang sangat padat. Namun tidak mengurangi rasa hormat atas undangannya, menurut Iing siapapun yang hadir Insya Alloh bisa mewakili dan menanggapi aspirasi masyarakat.

Terlihat hadir dalam acara Camat, Muspika, Ketua MUI, Staf Pemdes, Pimpinan Pesantren, Tokoh Masyarakat.

Iing merasa bangga, dan mengapresiasi pembangunan Masjid Jamie Al – Multajam yang dibangun ditengah kampung dekat dengan rumah. Sehingga bisa dipastikan berjamaah Sholat Shubuhnya pasti penuh. Menandakan pembangunan keagamaan di masyarakat sudah bagus karena masyarakat yang punya ide dan masyarakat juga yang membangun.

“Membangun Masjid itu tidak susah, kalau ikhlas pastinya dapat pahala yang telah Alloh janjikan. Namun, yang menjadi sulit dan berat biasanya dalam memakmurkan Masjid untuk Sholat berjamaah terutama sholat Shubuh, Maghrib dan Isya  karena kalau Dzuhur dan Asar biasanya dilakukan di tempat aktivitas kita masing – masing. Biasanya awal – awal dibangunnya Masjid banyak yang datang sholat berjamaah namun lama – lama berkurang. Mudah – mudahan hal ini tidak terjadi di Kampung Saribudi ini” ungkap Iing.

Menanggapi Harapan Camat, Iing menjelaskan “Untuk pelebaran jalan, yang jadi persoalan pemerintah adalah pembebasan tanahnya. Kalau pemerintah yang membebaskan lahan, suka ada yang ikut campur, misal tadinya tiga juta jadi empat juta. Justru pemerintah berharap pembebasan tanah dilakukan oleh masyarakat nanti setelah tanahnya  siap baru laporan dan usulkan”. (Anton)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here