SMA Negeri 4 Semarang Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H

0
54
Dari kiri : Ustad. Dr. Fahrurrosi.M.Ag, Guru PAI SMA N 4,Ainurrofiq,S.Ag, Waka Sarana dan Prasarana SMAN 4 Semarang, Yatman,S.Pd, Foto : M. Taufik.

Semarang,SMI,- Keluarga Besar SMA Negeri 4 Semarang peringati Maulid Nabi MuhammadSAW 1441 H dengan tagline Dengan Maulid Nabi Mari Kita Tingkatkan  Kepribadian Berakhlaq Mulia, Cerdas dan Berprestasi yang di gelar di Aula Sekolah  jalan karang rejo raya No 12A, Kel. Srondol Wetan, Kec. Banyumanik Kota Semarang, Jumar ( 15/11/2019).

Sebelum acara di mulai terlebih dahulu diisi selingan oleh grup rebana An Nida siswa Rohis SMA Negeri 4 Semarang dengan membawakan beberapa lagu kasidah, setelah itu di lanjutkan dengan pembacaan kalam wahyu Illahi yang di lantunkan oleh salah satu siswi kelas XI IPS 1

Kepala SMA Negeri 4 Semarang yang di wakili Waka Humas , Dra. Ambartatik Susiloningsih dalam sambutannya menuturkan Kita nanti secara bersama sama akan mengkaji nilai nilai agama terkait dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW dan juga kita meneladani bagaimana sifat sifat beliau dan bagaimana hikmah  mauled Nabi yang nanti di sampaikan oleh Ustad Dr. Fahrurrozi,M.Ag harapannya dengan tema tersebut usai mengikuti peringatan Maulid Nabi  Muhammad SAW kita semua bisa meneladani sifat sifat baginda Nabi yang baik sehingga sehingga harapan kepada seluruh siswa siswi yang mengikutinya anak anak bisa memiliki karakter , memiliki kepribadian dan akhlaq mulia, cerdas dan berprestasi,” pungkasnya.

Guru SMAN 4 saat mengikuti Maulid nabi Muahammad SAW, Foto : M. Taufik

Sementara itu Ustad Dr. Fahrurrozi,M.Ag saat menyampaikan tauziahnya bahwa di dunia pendidikan ada beberapa hal yang kita pahami yang pertama dunia terus berubah yang tidak siap menghadapi perubahan akan tergilas oleh zaman diantaranya setiap anak itu berbeda, orang tua maupun guru tidak boleh membanding bandingkan anak yang satu dengan lainnya , kelas yang satu tidak boleh di bandingkan dengan kelas lainnya. Setiap anak berbeda anak bukan foto copu orang tua yang di perkecil,” tuturnya

Akhlaq Rosulullah yang patut kita teladani yaitu: 1. Confident ( rasa percaya diri ) Nabi Muhammad lahir sudah tidak melihat ayahnya, pada usia 6 tahun ditinggal ibunya karena meninggal dunia , usia 9 tahun kakeknya meninggal dunia lalu pada usia 12 tahun menggembala kambing namun belia bisa menjadi pemimpin dunia yang hebat,” ucap Fahrur.

Lalu  yang ke-2 Comunication ( Komunikasi) yang kita lakukan komunikasi terhadap Allah dengan ibadah yang bagus kita jaga sholat kita agar kita masih bisa mendoakan orang tua kita lalu  komunikasi dengan orang tua, sehebat aapun kita, kita adalah anak dari bapak  dan ibu  kita maka hormatilah orang tua kita, muliakanlah mereka,” ucapnya.

Menurut Fahrurrozi  suksesnya kita sebagai anak berkat doa orang tua kita, sejarah orang hebat diantaranya menghargai orangtua. Lanjutnya yang ke dua  dengan guru, guru adalah orang tua kita di sekolah, menyepelekan guru sama dengan madesu ( masa depan suram) kenapa, karena ilmu kita menjadi tidak bermanfaat , tidak ada hikmah di dalamnya, guru akan bangga jika melihat muridnya sukses,” ungkapnya.

“Komunikasi dengan kawan juga bagus bergurulah kalian dengan penjual minyak wangi meskipun tidak membeli minyaknya tetapi mencium bau wanginya. Berikutnya membangun comitmen (komitmen) menurut Fahrur, orang yang punya komitmen yang bagus Inshaa Allah sukses man jada wa jada ( melakukan yang sungguh sungguh akan  berhasil) kita meniru jepang kita ambil contohnya yaitu semangat etos kerjanya, kehebatan belum kita miliki karena komitmen belajar kita kurang / semangat belajar kita kurang pungkasnya.

Usai memberikan uraian hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW, 1441 H, ustad Dr. Fahrurrozi, M.Ag sekaligus menutup doa.

Pewarta : M. Taufik

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here