SMA Negeri 4 Semarang Peringati Hari Pramuka Ke-58

0
148
Kepala SMA Negeri 4 Semarang, Dra.Wiji Eny Ngudi rahayu,M.Pd saat memasuki Lapangan Upacara Hari Pramuka didampingi Siswa. Foto : M. Taufik

Semarang, SMI.- Kepramukaan merupakan proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga. Selain merupakan sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan masyarakat serta bangsa Indonesia.

Lahirnya Pramuka di Indonesia turut menyulut berdirinya pergerakan nasional. Melalui Keputusan Presiden RI Nomor 448 Tahun 1961,tanggal 14 agustus di sahkan menjadi Hari Pramuka.

Dalam rangka memperingati Hari Pramuka Nasional ke 58, SMA Negeri 4 Semarang menggelar upacara bendera di lapangan sepak bola sekolah jalan karangrejo raya 12A, Banyumanik, Srondol Wetan Kota Semarang, Rabu ( 14/8/2019 ).

Kepala SMA Negeri 4 Semarang, Dra. Wiji Eny Ngudi Rahayu,M.Pd, dalam amanat sambutan Ketua Kwarnas mengatakan “Pada hari ini rabu 14 agustus 2019 tentu segenap anggota gerakan pramuka Indonesia bersuka cita, karena organisasi kita saat ini genap berusia  58 tahun. Sekalipun  sesungguhnya, gerakan kepanduan di Indonesia berusia jauh lebih tua dari Gerakan Pramuka, tetapi peringatan Hari Pramuka adalah wujud dari rasa syukur kita kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa atas nikmat dan berkah persatuan dalam satu wadah tunggal Gerakan Pramuka dengan mengusung tema Bersama Segenap Komponen Bangsa Gerakan Pramuka Siap Sedia Membangun Keutuhan NKRI”.

Tema ini hadir di tengah – tengah keprihatinan banyaknya permasalahan kekinian yang mengancam keutuhan dan keberlangsungan  negara dan bangsa Indonesia. Untuk itu, dalam rangka Hari Pramuka agar kiranya kakak kakak dan adik adik dapat diperhatikan hala hal sebagai berikut :

  1. Merebaknya Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, Radikalisme dan Terorisme serta maraknya penyalah gunaan Narkoba merupakan tiga kejahatan yang menjadi tantangan terbesar bangsa Indonesia saat ini. Oleh karena itu pada kesempatan ini saya mengajak segenap pengurus kwartir.para pelatih, dan Pembina serta seluuh anggota pramuka senantiasa menjadi pioneer dalam menanamkan nilai nilai anti kejahatan luar biasa.
  2. Kerusakan dan pencemaran lingkungan merupakan kelalaian kita semua akan pentingnya memikirkan warisan yang akan diberikan kepada generasi penerus pada masa mendatang. Mencintai alam merupakan wujud dari rasa kasih saying setiap anggota pramuka bagi diri senriri dan bagi generasi penerusnya. Diharapkan berkembangnya hard skill bagi segenap anggota pramuka untuk seyiap saat melakukan aksi yaitu “Perang terhadap sampah plastic”. Saya minta sejak saat ini juga dalam kegiatan kegiatan pramuka , mulai dari Kwartir Nasional sampai dengan Guugus Depan, bahkan kegiatan kegiatan pribadi anggota pramuka kapanpun dan dimanapun berada, marilah kita menolak penggunaan barang barang yang berbahaya bagi lingkungan, bertekad semaksinal mungkin memanfaatkan produk yang dapat digunakanlagi dan menghindari produksi sampah yang berbahaya bagi lingkungan karena penggunaan produksi prastik sekali pakai swrta secara terus menerus mengupayakan daur ulang terhadap produk siampah yang tidak dapat di hindari, khususnya dengan berupaya menjadikannya sebagai kompos yang bermanfaat.
  3. Gerakan Pramuka tidak dapat dan tidak boleh berpangku tangan di setiap kali terjadi bencana tetapi mengambil peran aktif bersama instansi terkait melakukan tindakan pertolongan pertama yang diperlukan. Untuk itu setiap anggota pramuka di harapkan menjadi kesatria yang sadar bencana yang rela menolong dan rela berkorban bagi sesame serta tabah ketika menghadapi bencana.
Bapak Ibu Guru SMAN 4 Mengikuti upacara Hari Pramuka ke 58 Ttahun 2019 Foto: M.Taufik

“Oleh karena itu Saya berharap, kita semua memiliki perhatian penuh terhadap hal hal diatas kesamaan cara pandang dan bahasa dalam mengikapi berbagai permasalahan , khususnya hal hal yang mengancam keutuhan NKRI, menjadi bagian penting yang seharusnya selalu diperhatikan, dimana anggota pramuka harus menepati janjinya Tri Satya yaitu kesetiaan yang harus di miliki para anggota Pramuka tersebut . Dasa Darma merupakan sepuluh kebijakan yang harus menjadi pedoman bagi pramuka dalam bertingkah laku keseharian sehingga denganTriSatya dan Dasa Darma tersebut anggota pramuka siap menjaga keutuhan NKRI melalui implementasi kehidupannya sehari hari .Dirgahayu Gerakan Pramuka. Salam Pramuka” Ungkapnya.

Usai Upacara, seluruh peserta didik SMA Negeri 4 Semarang tetap di Lapangan upacara untuk menyaksikan Demo Gebyar Kreasi Hari Pramuka Ke 58 Tahun 2019, dengan menampilkan seluruh peserta didik kelas X dengan menggelar kebolehannya diantaranya Drama, Semapur, PBB, Puisi, Bela Diri, Pioneering , flashmob 1 serta ditutup penampilannya flashmob 2.

Pewarta :  M. Taufik

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here