SMA Negeri 4 Semarang Gelar Workshop Review dan Revisi KTSP TP. 2020 – 2021

0
11

Semarang,SMInews.com Guna meningkatkan penjaminan mutu pendidikan di era milenial menuju abad 21, serta meningkatkan kualitas tenaga pendidik menuju era digital industri 4.0, SMA Negeri 4 Semarang menggelar Workshop dengan tema “Review dan Revisi KTSP Tahun Pelajaran 2020 – 2021” yang dilaksanakan di Aula SMAN 4  Jalan Karangrejo Raya 12A, Srondol Wetan, Kec. Banyumanik, Kota Semarang, Senin (18/5/2020).

Workshop yang digelar selama dua hari,   senin dan selasa, 18 – 19 mei 2020 diikiti 64 guru. Materi pada hari pertama meliputi Pengantar Permendikbud nomor 61 tahun 2014 tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Review dan revisi dokumen KTSP, Review dan revisi dokumen I serta Review dan Revisi Silabus (dokumen II), kelas X, XI dan kelas XII.

Untuk hari kedua, materi meliputi Analisis SKL, KI dan KD, Analisis KKM dan  Review dan revisi RPP (dokumen III) kelas X, XI dan kelas XII.

Kepala SMA Negeri 4 Semarang, Dra. Wiji Eny Ngudi Rahayu, M.Pd dalam sambutannya menuturkan rasa syukur masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk menggelar workshop ditengah pandemi covid-19. Dalam melaksanakan workshop tetap menggunakan protokol kesehatan covid-19.

Eny melaporkan bahwa kegiatan workshop diikuti 64 guru dengan luring dan daring, sistem luring dilaksanakan di Aula sekolah yang terdiri dari tim pengembang kurikulum, ketua ketua MGMP sekolah serta panitia workshop. Selebihnya di rumah masing – masing dengan daring menggunakan zoom meeting.

“Selama pandemi covid-19 pembelajaran daring dengan berbagai moda, berjalan dengan baik dan lancar. Bagi anak yang kurang mampu, kami bantu paket data termasuk GTT, sarana dan prasarana di SMAN 4 terjaga dengan baik,” ujarnya.

Eny juga memaparkan KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh satuan pelajaran,  penyusun  KTSP ber pedoman pada Permensikbud no 61 tahun 2014 dan harus memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP) seperti tertera pada PP no 19 tahun 2005, dan diubah memjadi PP. no 32 tahun 2013. KTSP berfungsi sebagai acuan untuk mengarahkan seluruh kepentingan untuk fokus pada pencapaian tujuan dengan menerapkan aturan, prosedur dan program serta proses kegiatan yang dikembangkan bersama dan ditetapkan oleh kepsek dan komite sekolah, untuk memenuhi kebutuhan peserta didik.

Menurutnya penyusunan KTSP. 2020/2021 harus memlalui prosedur yaitu workshop yang dalam hal ini workshop review dan revisi KTSP  2019/2020 yang nantinya akan njadi KTSP berbasis elektronik (e- KTSP).

“Semua peserta workshop untuk mengikuti kegiatan ini sampai usai, Inshaa Allah sangat bermanfaat untuk peserta didik kita, agar menjadi peserta didik yang berpengetahuan dan terampil serta memiliki karakter baik. Keberhasilan SMA Negeri 4 Semarang banyak sekali kelemahannya dan tantangan kedepannya, oleh karenanya mohon dukungan, pencerahan agar SMA Negeri 4 Semarang tetap menjadi sekolah yang berprestasi, sekolah hebat sesuai visi misi sekolah serta visi misi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” pungkas Eny.

Sementara itu, Dra. Anni Prabandari, M.Pd dari Tim pengembang dan pemateri Pengantar Permendikbud no 61 tahun 2014, tentang KTSP dan review dan revisi dokumentasi KTSP, menjelaskan bahwa guru harus memahami peraturan yang melandasi pengembangan KTSP. Budaya mutu pada satuan pendidikan memastikan seluruh proses managemen maupun pembelajaran dapat berlangsung sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, sehingga menciptakan sekolah yang menyenangkan, dan menghasilkan anak yang berkarakter, dan cerdas baik spiritual, intelektual, emosional, sosial dan kinestetis.

Ani menjelaskan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing masing satuan pendidikan, lalu dalam pengembangan KTSP mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP), kerangka dasar dan struktur kurikulum dan pedoman implementasi kurikulum dalam mengembangkan KTSP melibatkan Komite sekolah/ madrasah dan kemudian di sahkan oleh Kepala Dinas atau atau Kantor Kementerian  Agama Provinsi dan Kabupaten/Kota sesuai dengan kewenangannya. Lalu harus tahu visi, misi nya apa dalam pengembangan KTSP.

“Pengertian tujuan pendidikan adalah gambaran tingkat kualitas yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu, maksimal 4 empat tahun oleh setiap satuan pendidikan dengan mengacu pada karaktetistik dan atau keunikan setiap satuan pendidikan, sesuai dengan peraturan perundang – undangan. Mengacu pada visi, misi dan tujuan pendidikan nasional serta relevan dengan kebutuhan masyarakat  mengacu SKL, mengakomodir warga sekolah disosialisasikan untuk mengetahui pencapaiannya, satuan pendidikan dapat melakukan evaluasi” papar Anni.

Anni menambahkan bahwa dokumen 1 (buku I KTSP) berisi sekurang kurangnya visi, misi, tujuan, muatan pengaturan beban belajar dan kalender pendidikan. Sedangkan dokumen 2 yang disebut dengan buku II KTSP berisi silabus (inspirasi pemerintah) dikembangkan pendidik. Dokumen 3 yang disebut dengan  buku III KTSP berisi rencana pelaksanaan pembelajaran yang disusun sesuai potensi, minat, bakat dan kemampuan peserta didik dilingkungan belajar.

   **  M. Taufik

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here