SMA Negeri 4 Semarang Gelar Workshop Review dan Revisi KTSP 2019 – 2020

0
63
Kepala SMA Negeri 4 Semarang, Dra. Wiji Eny Ngudi rahayu,M.Pd di damping Ka Cab Disdikbud wilayah 1 Prov jateng ,Dra. AsihWidhiastuti,M.Si (no 7 dari kiri) beserta Pengawas SMA Negeri 4, Dra. Anni Prabandari,M.Pd ( no 8 dari kiri ) bersama Ibu Guru . Foto: M.Taufik.

Semarang, SMI.- Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di era milenial menuju abad 21, serta meningkatkan kinerja guru untuk lebih sigap dan professional dengan berbekal pengetahuan, pengalaman, inovatif guna menanamkan moral untuk masa depan anak didiknya. SMA Negeri 4 Semarang menggelar Workshop dengan tagline “Review Dan Revisi KTSP SMA Negeri 4 Semarang Tahun Pelajaran 2019 – 2020 di Aula sekolah, Jalan Karangrejo Raya No. 12A Banyumanik Kota Semarang, Jumat (21/6/2019).

Workshop yang diikuti enam puluh empat Guru, digelar selama 2 hari,  jumat dan sabtu 21 dan 22 juni 2019. Materi pada hari pertama terntang Kebijakan Disdikbud Prov Jateng dibidang pendidikan, Review KTSP, Pengembangan silabus dan RPP berbasis kecakapan Abad 21 dan Lingkungan, untuk hari ke 2, Sekolah Penjamin Mutu Internal (SPMI), kerjasama kelompok pembuatan silabus dan RPP berbasis kecakapan abad 21 dan lingkungan serta Presentasi tiap kelompok MGMP bidang studi masing masing.

Kepala SMA Negeri 4 Semarang Dra. Wiji Eny Ngudi Rahayu, M.Pd, mengatakan bahwa KTSP merupakan Kurikulum Tingkat satuan pendidikan yang dibuat dan dilaksanakan oleh satuan pendidikan dalam hal ini KTSP nya SMA Negeri 4.

“Melalui workshop yang intinya mereview, jadi tidak menyusun dari awal yang mana tentunya ada pengembangan pengembangan sesuai dengan kondisi SMA Negeri 4 semarang dan diharapkan pengembangan kedepannya, setelah review tentu ada revisi setelah itu validasi kemudian finalisasi,” ucapnya.

Menurut Wiji Eny, kegiatan penyusunan KTSP harus melalui workshop, jadi tidak bisa disusun oleh beberapa orang. Bahkan mestinya menyertakan unsur-unsur seperti halnya komite dan yang lainnya.

“Karena di awal pembuatan KTSP sudah melibatkan stakeholder, dan nantinya dimintakan pengesahan pada Dinas Provinsi Jawa tengah, yang sudah terjadwal antara lain tanggal 1 juni sampai 30 juni 2019 pemeriksaan dokumen KSD, dan pengesahan online cabang dinas kebudayaan prov Jateng, berikutnya 1 sampai 14 juli 2019 persiapan implementasi serta l5 juli 2019 harus implementasi,” pungkasnya.

Kepala SMA Negeri 4 Semarang, Dra. Wiji Eny Ngudi Rahayu,M.Pd, saat memberikan sambutan Wokshop Review dan Revisi KTSP SMA Negeri 4 Semarang 2019 di Aula Sekolah. Foto: M. Taufik

Sementara itu, Kacab Disdikbud Wilayah 1 Prov Jateng, Dra. Asih Widhiastuti.M.Si menuturkan “Kami menyampaikan apresiasi setinggi tingginya dalam pelaksanaan kegiatan workshop ini, yang sebetulnya merupakan tindak lanjut kami sebagai nota dinas, yang disampaikan Dinas Pendidikan Kebudayaan bahwa kita harus mereview serta merevisi KTSP berdasar surat edaran 29 mei 2019, dan mulai bulan juni ini adalah verifikasi, validasi terhadap KTSP dari 15 juli 2019 sudah di implementasikan. Untuk itu kami berharap dalam pertemuan workshop selama 2 hari ini dapat di manfaatkan dengan sebaik baiknya agar apa yang dicanangkan tepat waktu, tidak molor lagi,”

Asih Widhiastuti dalam paparannya terkait bidang pendidikan, mengatakan bahwa Pemprov Jateng sudah mempunyai RPJMD  menuju Jateng sejahtera dan berdikari dengan tagline  Mboten Korupsi, Mboten Ngapusi. Ada 2 porsi visi yang terkait dengan pendidikanya itu mengurangi kemiskinan dan pengangguran dengan memperkuat basis ekonomi rakyat, dan membuka ruang usaha baru, yang kedua menjadikan rakyat jateng lebih sehat, lebih pintar, lebih berbudaya dan mencintai lingkungan.

“Tugas dinas pendidikan dan kebudayaan yaitu membantu Gubernur melaksanakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan dan kebudayaan yang menjadi kewenangan daerah dan tuagas bantuan yang di tugaskan kepada daerah,”ucapnya

Menurut Asih, sejak 5 Nopember 2018, Dinas pendidikan dan kebudayaan hanya menangani yang terkait dengan kebijakan. Asih menginformasikan bahwa jumlah SMA di  Jateng ada 865 sekolah terdiri atas 361 SMA Negeri dan 504 SMA Swasta, kemudian untuk tingkat SMK di Jateng ada 1583 sekolah, terdiri dari 231 SMK Negeri dan 1352 SMK Swasta. Namun demikian saat ini Disdikbud petugas dapodik akan melakukan verifikasi dan evaluasi  terhadap sekolah sekolah yang tidak memenuhi standar pendidikan khususnya untuk sekolah swasta.

“Kami bekerja sama dengan pengawas untuk melakukan evaluasi, validasi dan verifikasi pada beberapa sekolah swasta yang tidak memenuhi standar pendidikan salah satunya terkait dengan jumlah siswa yang sangat minim,” pungkasnya.

Pewarta : M. Taufik

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here