SMA Negeri 4 Semarang Gelar Pelatihan Android Based Test dan Zipgrade 2019

0
20
Dari kiri : Tutor ABT Suyanto,M.Pd, Kepala SMA Negeri 4 Semarang, Dra. Wiji Eny Ngudi Rahayu, M.Pd, Waka Kurikulum , Sri Wahyuni, M.Pd, Foto : M. Taufik

Semarang,SMI.- Guru mempunyai tugas merencanakan, melaksanakan proses pembelajaran yang berkualitas serta memberikan penilaian dan mengevaluasi hasil pembelajaran. Tahun 2019, SMA Negeri 4 Semarang pun sudah menerapkan  ulangan berbasis android (Android Based Test) pada waktu pelaksanaan Penilaian Akhir Semester ganjil 2019,  namun baru di terapkan pada mata pelajaran Fisika kelas XII, untuk kedepannya akan diterapkan pada seluruh mata pelajaran  di sekolah tersebut.

Ulangan Berbasis Android (ABT) merupakan pilihan utama karena hampir semua peserta didik memiliki smartphone android. Salah satu alasannya yaitu hemat kertas karena guru tidak perlu mencetak dan menggandakan soal, yang jelas sangat efisien dan dalam mengoreksi pekerjaan siswa tidak perlu membutuhkan waktu terlalu lama.

Untuk menyongsong Android Based Test (ABT) yang akan diterapkan secara serentak di SMA Negeri 4 Semarang serta dalam rangkan  meningkatkan mutu pendidikan serta meningkatkan kualitas guru lebih professional di era digital ini, SMA Negeri 4 Semarang menggelar pelatihan “ Android Based Test dan Zipgrade “  di Aula Sekolah jalan. Karangrejo Raya No 12A Srondol Wetan,Kec.  Banyumanik, Kota Semarang, Kamis (12/12/2019 ). Pelatihan diikuti sejumlah 66 guru SMA Negeri 4 Semarang yang di laksanakan satu hari.

Kepala SMA Negeri 4 Semarang Dra. Wiji Eny Ngudi Rahayu,M.Pd mengingatkan sebagai guru yaitu peningkatan pengetahuan khususnya tentang penilaian  menggunakan basic android karena sekarang sudah era digital, sehingga kedepannya tidak kalah dengan sekolah sekolah lain, SMA Negeri 4 Semarang harus bisa menjadi contoh.

Eny berharap peserta pelatihan ABT dapat mengikuti dengan baik sampai dengan selesai dan focus “Semoga dapat bermanfaat bagi bapak ibu guru semuanya. Apa yang di sampaikan pemateri bisa di mengerti dan di cerna, paham dan bisa di aplikasikan sehingga nantinya kalau mengadakan bisa menggunakan android,” pintanya.

Suyanto,M.Pd sedang membimbing Anik Purwati,M.Pd, dengan aplikasi ABT. Foto: M. Taufik

 

Menurutnya kalau kemaren pada waktu Penilaian Akhir Semester (PAS) semester 1 sudah diterapkan, walaupun baru mata pelajaran fisika klas XII saja, nanti kedepannya bisa secara keseluruhan ulangan dengan menggunakan Android Based Test (ABT).

“Kita manfaatkan ilmu ini untuk meningkatkan kualitas, jangan sampai kita ketinggalan dengan sekolah lain yang sudah terlebih dulu melaksanakan. Kita tidak mau ketingglan dengan mereka ” Ujarnya.

Eny berpesan kepada bapak ibu guru jangan memposting di medsos dengan sembarangan, silahkan memposting yang baik dengan bahasa yang baik, karena ini mempengaruhi serta membawa nama baik SMA Negeri 4 Semarang.

Sementara itu, Suyanto, M.Pd selaku tutor Android Based Test menjelaskan terlebih dulu pada Paperless Based Test. “Sesuai teknis Adiwiyata program sekolah, kami ilustrasikan bahwa untuk membutuhkan kertas membutuhkan banyak pohon yang ditebang sedangkan kalau plastic berkaitan dengan berapa lama ter urai. Plastik muncul bisa mengurangi kertas awal mulanya seperti itu. Terkait dengan RPP yang baru nantinya kita membuat hanya butuh satu lembar kertas, kalau sebelumnya satu bendel, sehingga bisa hemat kertas berapa lembar itu,” ucapnya.

Yanto mengungkapkan, Hari yang dikhawatirkan telah tiba, akau takut pada hari dimana teknologi akan merangkul manusia ,ia akan menjadi generasi yang idiot contoh ketika makan malam mainan HP. Rekreasi mainan HP, pelatihan ABT mainan HP. Ini ide awal mengapa kita menggunakan Android Base Test (ABT) bahkan kalau bisa tidak usah pakai kertas. Ini awalan Mendikbud yang baru Nadiem Makarim Anwar, bahkan USBN sekarang di serahkan pada sekolah bahkan untuk Try Out di sarankan sudah menggunakan Android Based Test.

Sebagian Guru SMA Negeri 4 Semarang usai pelatihan foto bersama. Foto : M. Taufik

Menurutnya mengapa muncul ide ABT Karena meminimalkan penggunaan kertas dan kedepannya bahkan tanpa kertas. Berikutnya guru yang tidak suka ulangan atau suka ulangan tapi tidak mau repot repot mengoreksi pekerjaan siswanya secara manual, maka nantinya memakai android yang sudah di konversikan dengan google, sudah ada analisisnya, “Kita tinggal pencet, kerja cepat kerja cerdas. Nantinya dalam mengoreksi pekerjaan siswa memakai Android  sejumlah 33 kelas bisa diselesaikan dalam waktu dua jam sudah selesai jadi kita efisien waktu,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, M. Saifi memberikan materi aplikasi zipgrade menjelaskan secara singkat bahwa  zipgrade adalah aplikasi program berbasis android yang dapat memeriksa lembar jawaban  seperti layaknya ujian dengan menggunakan lembar jawaban computer, hanya saja peralatan yang digunakan untuk memeriksa nya ialah Handphone/ smartphone yang berfungsi sebagai scanner dengan menggunakan aplikasi Zipgrade maka pekerjaan seorang guru dalam melakukan aktifitas di sekolah akan sangat terbantu karena aplikasi ini dapat langsung memeriksa hasik pekerjaan siswa dalam menscan lembar jawaban zipgrade  yang digunakan dalam melakukan evaluasi baik berupa tugas maupun ulangan.

Usai memaparkan secara singkat, Saifi langsung melakukan praktek cara mengoperasikan mulai dari awal sampai dengan selesai sambil membimbing guru Smapa sehingga semuanya jelas dan dapat mempraktekkannya.

M. Saifi sedang menjelaskan aplikasi Zipgrade pada Lorentina Siswanti . Foto : M. Taufik.
Pewarta : M. Taufik

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here