SMA Masehi 1 dan 2 PSAK Semarang Gelar IHT Implementasi K13 dan Persiapan Akreditasi

0
13
Guru SMA Masehi 1 dan 2 PSAK Semarang Usai mengikuti IHT Implementasi K 13 dan Persiapan Akreditasi di Aula Yayasan PSAK Jln. Imam Bonjol 148 Semarang. Foto: M.Taufik

Semarang,SMI.- Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di era milenial menuju abad 21, serta meningkatkan kinerja guru untuk lebih sigap dan professional, dengan berbekal pengetahuan, pengalaman, inovatif  guna menanamkan moral untuk masa depan anak didik   SMA Masehi 1 PSAK dan SMA Masehi 2 PSAK Semarang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan In House Trainning (IHT) yang bertajuk “ Implementasi  Kurikulum 13 dan Persiapan Akreditasi “ di Aula Yayasan Pengampu Sekolah dan Asrama Kristen (PSAK)  jalan Imam Bonjol No 148 Kota Semarang, Jumat ( 27/9/2019).

In House Trainning  (IHT) yang diikuti 28 guru SMA Masehi 1 dan 2 PSAK Semarang di gelar selama satu hari penuh. Adapun materi IHT tentang rambu – rambu Akreditasi, Implementasi Kurikulum 2013 yang meliputi Prosedur mengajar, dan Penilaian kurikulum 2013 revisi serta mengenai Teknik Akreditasi

Ketua Yayasan Pengampu Sekolah dan Asrama Kristen (PSAK) Drs. Andreas Jumadi,M.Pd mengatakan bahwa guru dari dulu sampai sekarang jangan statis atau monoton, baik dalam cara mengajar, di dalam menilai serta di dalam memberikan pendidikan kepada peserta didiknya. “Untuk itu kepada para guru kami mohon kegiatan In House Trainning (IHT) ini diikuti dengan penuh tanggung jawab,” ucapnya.

Menurutnya, apa yang di jabarkan Presiden Jokowi misi jabatan beliau yang kedua nantinya usai  pelantikan 20 oktober 2019 nanti, yaitu mencanangkan 5 hal yang penting. Yang pertama melanjutkan pembangunan infrastruktur, kemudian yang kedua pembangunan pemberdayaan Sumber Daya manusia (SDM).

“Misi kedua inilah yang harus kita perbarui, SDM kita sebagai seorang guru/pendidik harus mau memperbaiki SDM kita,” Ujarnya.

Dra. Sri Kristiani selaku moderator didampingi Magdalen,S.Pd serta Pemateri Dr.Siswanto,M.Pd

“Peserta didik kita sudah lebih dulu mendapat informasi dari internet daripada seorang guru, jadi jangan sampai merasa tercanggih di kelas pada saat mengajar. Guru yang baik harus menguasai silabus yang nantinya akan disampaikan kepada peserta didik. Kalu perlu bisa membuat materi sendiri, ini adalah yang paling baik dibandingkan buku buku milik orang lain yang diperdagangkan. Harapan saya, terus maju bersama Tuhan kita bisa, ayo kita berusaha terus memacu prestasi kita,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Pengawas SMA Masehi 1 dan 2 PSAK Semarang, Dra. Endang P. Tidarini,M.Pd saat menyampaikan materi Rambu – rambu Akreditasi mengatakan bahwa konsep penysunan perangkat akreditasi  yang di kembangkan BAN-S/M untuk mengukur kelayakan in I keterkaitan dengan instrument akreditasi, petunjuk teknis, pengisian instrument akreditasi dan instrument pengumpulan data dan informasi pendukung akreditasi, lalu dokumen yang diperlukan dalam menyiapkan akreditasi diantaranya petunjuk penggunaan Sispena-S/M perangkat akreditasi serta dokumen pendukung.

Guru SMA Masehi 1 PSAK Semarang , peserta IHT Implementasi Kurikulum K 13 dan Persiapan Akreditasi 2021 Foto : M. Taufik

Sementara itu, Dr. Siswanto, M.Pd menuturkan bahwa tujuan pembelajaran pada Rencana Program Pengajaran (RPP) dirumuskan berdasarkan Kompetensi Dasar (KD), menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan dan ketrampilan. Mengenai format RPP itu sendiri harus sesuai dengan Permendikbud No 22 Tahun 2016 yang mana mencakup 12 item diantaranya : Identitas sekolah, identitas mata pelajaran  kelas/ semester, Materi pokok, Alokasi waktu, Tujuan pembelajaran, KD dan IPK, Materi pembelajaran, metode pembelajaran, sumber belajar,lalu langkah langkah pembelajaran dan yang terakhir Penilaian hasil pembelajaran.

Siswanto menambahkan dalam pembelajaran abad 21 guru harus mempersiapkan peserta didik untuk pekerjaan yang belum diciptakan, produk produk baru yang belum ditemukan serta kecakapan kecakapan baru untuk membangun kedepan.

“Pembelajaran abad 21 adalah pembelajaran yang mengedepankan berpikir kritis dan pemecahan masalah, kolaboratif, komunikatif, kreatif dan inovasi, teknologi dan kecakapan karier yang diperlukan untuk bekerja dan hidup,” pungkasnya.

Pewarta : M. Taufik

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here