Situ Sarkanjut Potensi Wisata Garut

0
49

Garut, SMI.-

Situ Sarkanjut, mungkin sebagian orang akan merasa geli ketika mendengar nama situ  yang berada di Desa Dungusiku, Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut ini. Situ Sarkanjut atau SKJ ini merupakan  sebuah kawasan perairan yang luasnya mencapai 2,5 hektare. Selama ini Situ Sarkanjut merupakan sumber air utama bagi warga sekitar, terlebih di musim kemarau.

Selain sebagai sentra penampung air Desa Dungusiku, Situ ini juga dinilai sebagai sebuah kawasan potensial, untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata alam yang cukup menjanjikan.

Kepala Desa Dungusiku, Yoyoh

Kepala Desa Dungusiku Yoyoh mengatakan bahwa Situ Sarkanjut (SKJ) merupakan salah Satu Aset Desanya yang cukup potensial. Hanya saja, hingga saat ini belum tereksplorasi secara maksimal. Ia bertekad akan menata kawasan ini sehingga benar-benar bisa dijadikan kawasan wisata alam, di kawasan situ juga terdapat makam Eyang Sura.

Menurut sejarah, Desa Dungusiku telah berdiri sejak tahun 1891. Sebagian besar masyarakatnya dari dulu hingga saat ini masih menggantungkan hidupnya dengan bertani padi. Memang kawasan Desa Dungusiku didominasi pesawahan. Dimana sebagian besar pengairannya tak terlepas dari Situ Sarkanjut (SKJ).

“Situ SKJ ini, jika diberdayakan bukan hanya bermanfaat untuk pengairan lahan pertanian, akan tetapi sangat potensial untuk dijadikan tempat parawisata, mainan serta juga situs Religi makam Mbah Rangka Sura . Dimana untuk ke depannya akan memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes) Dungusiku”  kata Yoyoh, Rabu (30/01/2019).

Menurut Yoyoh, ketika musim kemarau, manfaat Situ SKJ itu memang sangat dirasakan sekali oleh para petani. Terutama bagi para petani di sebelah timur situ, yang memiliki sawah “guludug” di Blok Panunggangan, Cireungas, Pasir Cikur, Cirayap, dan Neunggeng. Begitu pula bagi para petani di sebelah utara Situ SJK yang menggarap sawah tadah hujan di Blok Raja Goah, Citimun, Babakan Citimun, Kiraja dan Cibolang.

“Supaya situ tersebut tetap bermanfaat untuk pengairan, maka kita harus memikirkan, bagaimana untuk memperlancar irigasi yang mengairinya”ungkapnya.

Yoyoh menambahkan, irigasi yang bersumber dari Situ SJK itu tetap lancar, sehingga bisa juga dimanfaatkan untuk budidaya perikannan, seperti ikan mas dan ikan nila yang akan menghasilkan pendapatan asli desa. Bahkan, untuk menambah penghasilan sampingannya, Situ SKJ bisa dijadikan sebagai tempat wisata pemancingan.

“Situ SKJ juga sangat potensial untuk dijadikan tempat wisata mainan air, seperti Perahu, luncuran, dan Sepeda Air. Begitu juga pada bagian daratnya bisa dimanfaatkan untuk mainan, mini train, ayunan, jungkat-jungkit, ayunan bangku, dan mangkok putar, serta wisata kuliner” ungkapnya. **Ayi Ahmad

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here