Siti Atikoh : Kartu Anggota Pramuka Milenial Nantinya Seperti Kartu ATM atau E Money

0
18
Dari kiri : Legenda Pramuka Pembina muda Kwarda Jateng Kak Jumadi, Pembina Pramuka SMA N 5 Rochimudin, Pembina muda Kwarda Jateng Sugiyono dan Ketua Kwarda Jateng, Siti Atikoh Supriyanti. Foto: M. Taufik

Semarang,SMI.- Memasuki era industri 4.0, gerakan pramuka harus di kembangkan dengan cara yang kreatif dan kekinian, sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini. Hal ini bertujuan untuk mengikuti pola baru kehidupan, ketika bisnis teknologi industry hadir lebih cepat dan mengancam kemapanan yang telah ada saat ini.

Sebagai organisasi yang berdiri sejak 1961 ini, kehadiran gerakan pramuka di era kekinian generasi muda masih diperlukan, sebagai wadah penanaman sikap mental terutama bagi generasi milenial yang akan mengambil alih kepemimpinan saat Indonesia emas dimasa mendatang.

Di samping itu, keberadaan gerakan anak muda yang tergabung dalam organisasi Pramuka akan banyak memberikan kontribusi nyata, dalam mengantisipasi hitungan kecepatan zaman, yang ditandai globalisasi dengan seperangkat teknologi informasi dan komunikasi, yang kemungkinan membawa ancaman dari luar, seperti infiltrasi budaya asing serta pengaruh lain yang dapat mengganggu stabilitas sosial dan keamanan nasional  dalam konteks lebih luas. Perkembangan jiwa kepramukaan sama halnya dengan ikut serta memupuk jiwa mental dalam rangka membela Negara.

Masa depan Indonesia berada ditangan generasi muda, generasi milenial dimana mereka sudah semakin solid dan cerdas maka Indonesia tetap jaya di masa depan.

Menurut Ketua Kwarda Jateng, Siti Atikoh Supriyanti, menghadapi perkembangan zaman di era milenial dan industry 4.0, diperlukan inovasi dan kreativitas dalam mengembangkan teknologi di dunia kepramukaan, sebab dengan teknologi tidak dibatasi ruang dan waktu, sehingga dapat menumbuhkembangkan jiwa kepramukaan di kalangan anak muda.

“Jumlah anggota pramuka di jawa tengah  ada  4 juta anggota, namun belum terdata seluruhnya karena masih dalam proses perbaikan dan pengembangan dalam pendataan anggotanya secara keseluruhan. Keanggotaan dalam database nantinya akan kita programkan lebih lanjut dan akan kita integrasikan kearah kartu anggota milenial, contohnya seperti ATM atau E Money agar masing masing anggota bisa mengupdate secara mandiri,” ucapnya saat menjadi narasumber pada Hot Topic dengan tagline Kepramukaan di zaman milenial yang disiarkan langsung MNC Trijaya FM di Gedung Balai Pengembangan Teknologi Informasi Komunikasi (BPTIK) Dikbud Prov Jateng, jalan Tarupolo Tengah No. 7 Semarang, Kamis (18/7/2019)

Atikoh menambahkan bahwa karena biasanya anggota pramuka itu peserta didik, jadi saat lulus sekolah dimungkinkan tidak mendaftar lagi keanggotaannya. Oleh karena itu, pembuatan kartu anggota seperti ATM ataupun E Money akan menjadi program Kwarda Jateng agar database anggota pramuka semakin kuat dan solid.

“Itu nanti kita programkan melalui program wajib ekstra kurikuler bagi peserta didik, sebab keanggotaan pramuka itu sendiri meningkat khususnya di Jawa Tengah” pungkasnya.

Pewarta : M. Taufik

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here