Silaturahmi Sejarah Di Gunung Maraapi Rajadesa

0
130

Ketika rasa gereget tak termarjinalkan dan dorongan batin tak tertahankan, maka panggilan hati untuk nyukcruk menelusuri jejak leluhur menjadi ketentuan waktu. Hari Minggu, 7 Januari 2018, Atas restu dari  Kesultanan Cirebon rombongan Masyarakat Pecinta Kabuyutan Cirebon yang terdiri dari elemen paguyuban/padepokan dan komunitas seperti  Tapakkaruhun Palibaya Cirebon, Laskar Macan Ali cirebon, Paguyuban Pangeran Pasarean,  Baladika Indraprahasta, Baladika Majlis Ulama Sunan Gunung Jati Cirebon, Kemantren, Paguyuban  Talagamanggung, dan Komunitas Orang Cirebon (KOCI), dibawah kordinator kegiatan R. Muhamad Hafid Permadi, melaksanakan napak tilas sejarah ke Gunung Maraapi Rajadesa.

Kegiatan tersebut di mediasi oleh Yayasan Tapakkaruhun Nusantara bertujuan menautkan kembali rundayan Cirebon dan Rajadesa yang memiliki hubungan sejarah yang erat di masa lalu dalam bentuk silaturahmi sehingga diharapkan kedepannya menciptakan jalinan kerjasama budaya antara Desa Rajadesa Ciamis dengan Cirebon.  Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur muspika Kecamatan Rajadesa, baik itu camat (perwakilannya), Kapolsek dan  Danramil,  MUI, para ulama, budayawan, seniman dan masyarakat setempat. Bertindak sebagai tuan rumah mewakili masyarakatnya adalah Kuwu Purwo Direjo sebagai Kepala Desa Rajadesa.

Dalam sumber naskah sejarah Cirebon, Gunung Maraapi Rajadesa dikenal sebagai tempat kediaman Resi Danuwarsih yang merupakan pemuka agama pada masa kerajaan Galuh saat berpusat di Kawali. Resi Danuwarsih adalah ayah dari Dewi Indang Geulis yang kemudian menjadi istri Pangeran Walangsungsang (P Cakrabuana),  putra dari Prabu Siliwangi dari Dewi Subanglarang. Dari pernikahan itu kemudian lahir Dewi Pakungwati yang kemudian menjadi istri dari Syeh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati.(Andri)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here