Sidak Kantor SKPD, Pj Bupati KBB Miris Melihat Ruangan Kantor Sempit

0
11

KBB, (SMI).-

Setelah (Plt) Bupati Bandung Barat, Yayat T Soemitra selesai melaksanakan tugasnya selama 100 hari. Kamis 19 Juli 2018 di Bale Gempungan, Kompleks Pemkab Bandung Barat dilaksanakan sertijab. Dadang Muhammad Masoem resmi menjadi Penjabat Bupati Bandung Barat menggantikan Yayat T Soemitra yang sebelumnya menjabat pelaksana tugas bupati.

Dalam dua bulan ke depan, Dadang akan memaksimalkan penyerapan anggaran untuk menuntaskan program-program pemerintah daerah pada periode 2013-2018. Dadang yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Barat ini telah dilantik pada 17 Juli lalu oleh Penjabat Gubernur Jawa Barat Muhammad Iriawan.

Ia pun berkomitmen untuk membawa perubahan yang lebih baik bagi Bandung Barat. “Meski dengan masa jabatan yang relatif singkat, saya akan bekerja optimal dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” katanya.

Pj Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) Dadang Muhamad Masoem langsung bergerak cepat memanfaatkan masa tugasnya di KBB yang hanya sekitar dua bulan. Dia melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Gedung A guna memantau aktivitas perkantoran sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang berada di Kompleks Pemda KBB, Ngamprah.

Dadang  melihat kondisi kantor Disparbud yang cukup tertata baik dan nyaman Sementara saat ke Dinas Koperasi dan UMKM dirinya kaget karena satu blok perkantoran dipakai oleh dua dinas. Kondisi itu dipastikan membuat yang bekerja jadi tidak nyaman, ruangan-ruangan disitu terlalu sempit dan dampaknya kepada kinerja.

Sementara di Dinsos dirinya melihat fenomena banyaknya tenaga kerja kontrak (TKK) dibandingkan dengan PNS. Melihat kondisi kantor Disparbud yang cukup tertata baik dan nyaman.

“Kondisi itu yang harus diketahui oleh semua pihak, termasuk pemerintah pusat. Di daerah, PNS sudah banyak berkurang karena ada yang pensiun atau faktor lainnya. kibatnya, untuk mengisi kekosongan maka direkrutlah TKK, dikarenakan untuk penerimaan CPNS baru masih terkendala dengan pemberlakuan moratorium oleh pemerintah pusat yang hingga kini belum dicabut. Dan diharapkan secepatnya untuk membuka perekrutan CPNS di KBB ini.kita segera ngusulin ke pusat supaya rekrutmen CPNS itu segera dibuka. Saat ini CPNS yang ada lebih sedikit di banding TKK “ ujar Dadang .

Dadang Muhamad Masoem menjelaskan, dia ingin tahu dan mengenal lingkungan tempatnya  bertugas. Makanya dia mendatangi tiga SKPD yakni Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Dinas Sosial, serta Dinas Koperasi dan UMKM.

“Cukup ironis melihat banyaknya TKK di beberapa dinas, ini yang harus dipikirkan. Sementara di satu sisi PNS banyak juga berkurang dan karena moratorium maka penerimaan CPNS tidak bisa dilakukan. Saya di sini hanya dua bulan, makanya akan fokus kepada tugas yang kira-kira memberikan manfaat dan bisa dinikmati warga. Yang terpenting tugas utama adalah menyiapkan pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih,” tuturnya.

Ketika ditanya mengenai bangunanan komplek Pemerintahan KBB, Dadang sangat terkesan dan memberikan apresiasinya. “Ini hari kedua saya melaksanakan tugas di lingkungan pemda KBB, saya terkesan dengan lingkungan Pemda KBB yang baru pertama dilihatnya” Katanya.

Dia menganggap Kompleks Perkantoran Pemda KBB cukup terintegrasi. Hal ini tentunya sangat memudahkan dalam koordinasi kedinasan. Berbeda dengan apa yang dialaminya di Provinsi, kantor sejumlah dinas terpencar, sehingga secara alur koordinasi menjadi cukup terkendala dan memakan waktu.

“Saya di sini hanya dua bulan, makanya akan fokus kepada tugas yang kira-kira memberikan manfaat dan bisa dinikmati warga. Yang terpenting tugas utama saya sekarang mengawal Bupati dan Wakil Bupati terpilih, (Aa Umbara-Hengky Kurniawan red) saja sampai ke pelantikan nanti” tuturnya.

Ditanya soal rotasi-mutasi pejabat dilikungan Pemeerintahan Kabupaten Bandung Barat yang memanas dan menuai konflik dikalangan pajabat, Dadang mengaku hal itu memang merupakan kewenangannya selama ada rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri. Namun, dalam waktu dua bulan masa jabatan, ia mengaku tak punya waktu cukup banyak untuk itu.

“Saya sama sekali gak berpikir ke soal itu. Saya fokus untuk segera melaksanakan Bupati terpilih itu akan dilantik September nanti. Jadi, tugas saya sekarang mengawal Bupati dan Wakil Bupati terpilih  (Aa Umbara-Hengky Kurniawan red) saja sampai ke pelantikan nanti. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti infrastruktur dan kebersihan lingkungan. Yang jelas, programnya tak mungkin beda dengan pemerintahan sebelumnya,” ujar Dadang seusai sertijab dan pisah sambut di Bale Gempungan, Kompleks Pemerintahan Kabupaten Bandung, Kamis (19/7) ( LINA )

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here