Semangat Rela Berkorban dan Cinta Tanah Air Terpatri dalam GPM

0
70
Ka Kesbangpol Prov Jateng Ibnu Kuncoro saat pemukulan gong sebagai pembukaan Deklarasi Kebangkitan dan Konsolidasi Nasional GPM di Wisma Perdamaian Semarang. Poto. M.Taufik

SEMARANG, SMI.-

Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) yang dideklarasikan  28 Oktober 1963, sebagai kelanjutan Pemuda Demokrat Indonesia yang lahir 31 Mei 1947, merupakan organisasi pemuda yang konsekuen membela Pancasila, UUD 45 dan keutuhan NKRI. GPM yang 20 tahun vacum, perlu dikonsolidasikan kembali, agar menjadi kekuatan yang tangguh untuk memenuhi panggilan sejarahnya.

Inisiator GPM sekaligus ketua panitia Deklarasi Kebangkitan  dan Konsolidasi Nasional Drs. Heri Satmoko, MH menjelaskan, dalam sejarahnya GPM merupakan organisasi yang besar dan kuat, ini bukan sebuah mimpi atau ilusi, tidak hanya jumlah anggotanya yang banyak, tetapi dalam peranan dan andil perjuangannya sangat besar bagi bangsa dan Negara.

“Pemuda marhaenis setia terhadap misi perjuangannya membebaskan rakyat marhaen yang selalu ditindas oleh kapitalisme dan imperialisme” ungkapnya dalam sambutan pembukaan Deklarasi Kebangkitan dan Konsolidasi Nasional Gerakan Pemuda Marheinis (GPM) yang digelar di Wisma Perdamaian Kota Semarang, Sabtu (10/11/18).

Walikota Semarang yang diwakili Kepala Dispendukcapil, Adi Trihananto, menyambut baik atas penyelenggaraan kegiatan ini “Mengingat hari ini tepat kita memperingati Hari Pahlawan, sehingga harapan saya semangat kepahlawanan dan nilai nilai perjuangan dari para pendahulu yang dipresentasikan melalui semangat rela berkorban dan cinta tanah air terpatri dalam diri kawan kawan GPM. Untuk kemudian bersama sama  mewujudkan visi dan misi  dari organisasi GPM. Dan kala kita berbicara masalah organisasi kemasyarakatan maka kita tidak bisa melepaskan hal-hal yang terkandung dalam UU no 17  Tahun 2013. Adi menaruh harapan besar bagi kawan-kawan semua  di GPM untuk menjadi bagian didalam melaksanakan semangat, bergerak bersama untuk membangun Kota Semarang menjadi semakin hebat”.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jateng yang diwakili Kepala Kesbangpol, Ibnu Kuncoro mengatakan, bahwa para pemuda marhaenis yang berideologi marheinisme gerakan soekarno merupakan sebuah ideology pembebasan yang tidak saja menginspirasi pergerakan di Indonesia, tetapi juga menginspirasi dan menyemangati setiap pergerakan rakyat Indonesia.

Menurut Ibnu, akibat program-program yang dilakukan De Soekarnoisasi pada sebagian besar kader-kader pemuda marhaen tiarap, tapi ideology marheinisme tidak pernah mati atau tidak dinyatakan mati.

“Hari ini merupakan hari yang bersejarah, sebab kita semua bertekad bulat dan kita semua memantapkan semangat menggelorakan sikap, kembangkitan kembali diseluruh Indonesia. Pemuda marhenis harus bangkit bertepatan Hari Pahlawan sekarang ini ,” pungkasnya.

** M. Taufik

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here