Sekber IPJT Gelar Musda Pertama Di Hotel Dafam Semarang

0
39
Peserta Musda Pertama Sekber IPJT di Hotel Dafam Semarang, Minggu, (5/5/2019) Foto: M. Taufik

Semarang, SMI.-

Sekitar 70 Wartawan dari berbagai media cetak maupun online yang tergabung dalam wadah Sekretariat Bersama Insan Pers Jawa Tengah (Sekber IPJT), mengikuti Musda pertama yang di gelar di Hotel Dafam Jalan. Imam Bonjol No 188, Sekayu Kota Semarang, Minggu, (5/5/2019). Musda pertama Sekber IPJT di gelar mulai pukul 9.00 –  16.30 WIB, yang di ikuti anggota Sekber IPJT Kabupaten Kota Se Jawa Tengah berlangsung dengan khidmat dan lancar.

Ketua Sekber IPJT, RM. Suwondo, dalam sambutannya mengatakan, “Melalui pertemuan ini kepada temen – temen, saya sangat berterima kasih telah memberikan kontribusi pemberitaan yang proporsional, mampu menyuguhkan berita yang mudah dan cepat kepada seluruh lapisan masyarakat kita sebagai rasa tanggung jawab sebagai penulis yang berkebangsaan tinggi, nilai nilai keluhuran dan nilai nilai budaya sebagai tanggung jawab sehingga bisa diterima diseluruh lapisan masyarakat, instansi pemerintahan sebagai kemitraan kerja yang baik saling membutuhkan juga mengisi kekurangan kekurangan yang ada dengan profesionalisme”.

Menindak lanjuti tentang eksistensi Dewan Pers Indonesia (DPI), hasil dalam mengikuti Mubes di TMII Jakarta dan Kongres Dewan Pers di Asrama Haji Pondok gede Jakarta hingga hari ini tetap berlanjut,  meskipun statusnya masih menunggu SK Presiden RI. Untuk program – program menanti untuk penguatan kelembagaan Dewan Pers Indonesia (DPI), yaitu pendataan anggota dan verifikasi perusahaan pers, berdasarkan hasil Kongres Pers Indonesia di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta,  Maret 2019 lalu.

“Surat pengajuan ke Presiden  sudah dikirimkan sejak 16 april 2019 lalu, kita tunggu hasilnya. Agregasi yang di miliki DPI salah satunya pelaksanaan UKW yang harus berlisensi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), bersama sama dengan 11 oraganisasi profesi pers yang tergabung didalamnya ikut memperjuangkan. Mari kita dukung pemberitaan pemberitaan untuk senior senior yang berjuang di pusat. Semoga membuahkan hasil untuk kemakmuran rekan rekan seluruh jurnalis semua” pungkasnya.

Sementara itu Kasubbid, seni, budaya, agama dan kemasyarakatan Kesbangpol Prov Jateng, Ir. Suprayitno dalam menyambut baik atas terselenggaranya Musda Sekber IPJT dalam rangka menguatkan organisasi, percepatan serta pengembangan organisasi. Sekber IPJT hendaknya menyikapi dengan baik perbedaan dari segi, agama, ras, suku, daerah ,parpol, profesi yang menjadi penghalang bagi masyarakat, bangsa dan Negara.

Suprayitno berharap, untuk meningkatkan kualitas  sebagai manusia maupun bangsa, diantaranya meningkatkan daya saing, kemandirian, dan keunggulan manusia Indonesia melalui tindakan nyata yang dapat mendukung eksistensi bangsa dan Negara Indonesia,

Menurut Supriyanto untuk menyikapi persoalan tersebut dituntut peran aktif semua komponen bangsa termasuk Sekber IPJT, tentunya disesuaikan dengan profesi dan kedudukannya masing masing.

“Sekber IPJT hendaknya mampu berfikir, bersikap dan bertindak kritis dalam memberikan informasi kepada masyarakat, namun tetap mengedepankan semangat persatuan dan kesatuan. Berkembangnya hoax yang disebarkan di medsos dapat berdampak terjadinya popularisasi sikap dan pemikiran ditengah masyarakat dapat memunculkan kecurigaan, ketegangan sosial dan segregrasi sosial sampai pada perpecahan bangsa,” pungkasnya, saat memberikan pencerahan di acara Musda Sekber IPJT dengan tema “Dengan Musda Sekber IPJT Kita Tingkatkan Jalinan Silaturahmi Kebersamaan Dan Sinergitas Antara Insan Pers Dan Pemerintah Daerah” yang digelar di Hotel Dafam Jalan. Imam Bonjol No 188, Sekayu Kota Semarang.

Perwakilan Sekber IPJT Kota Semarang saat menerima SK Sekber IPJT. Foto: M. Taufik.

Sementara itu, tidak kalah pentingnya dalam Musda Sekber IPJT pencerahan yang di sampaikan oleh Ketua Umum AWPI, Ir. Nahdiyanto, dia mengatakan bahwa banyak rekan – rekan pers masih belum bisa memisahkan anatara media dengan organisasi wartawan, karena acuannya berbeda. Kalau media produk dari karya jurnalistik/wartawan, dengan management perusahaan yang menganut Undang – Undang Ketenaga kerjaan .

Menurutnya, kalau kita merekrut wartawan harus di gaji, kalau tidak bisa menggaji berarti sesuai dengan UU Pers pasal 10 harus dibentuk kebersamaan saham. Mengenai verifikasi, baik media maupun organisasi pers sama – sama punya hak dan diberi wewenang untuk menyelenggarakan UKW sepanjang media dan organisasi sudah teregistrasi ke Dewan Pers. Karena sekarang otoritas tertinggi sesuai dengan UU Pers pasal 15 itu adalah Dewan Pers. Karena Dewan Pers punya satu kekuatan lagi yaitu daia punya KEPPRES ( Keputusan Presiden ) no 143.

“Dewan Pers lahir dari 28 organisasi  melalui rapat di Bandung, kemudian Lokakarya di Jakarta. Saya tahu persis karena saya satu pelaku lahirnya Dewan Pers. Untuk statuta oke, seperti Dewan Pers Indonesia (DPI) didukung 11 organisasi pers mengajukan ke Presiden 16 april 2019. Semoga DPI turun Keppres nya. Kalau udah turun keppres nya maka wewenangnya Dewan Pers dengan Dewan Pers Indonesia sama, tinggal kita pilih mau ikut mana Dewan Pers atau Dewan Pers Indonesia, karena memiliki wewenang yang sama.” Pungkasnya

Pada Musda Sekber IPJT pertama , turut hadir serta memberikan pencerahan Sekber IPJT Ketua Umum AWPI, Ir. Nahdiyanto., Ketua Media Grup AWPI (MGA), Agus Yusuf Ahmadi, SUD, KaSubbid, Seni, Budaya, Agama dan Kemasyarakatan, Kesbangol Prov. Jateng, Ir. Suprayitno, Kabid Pengawasan Disnakertrans Prov. Jateng, Budi Prabowoningdyah, SH.MH,  Advokasi Sekber IPJT, Agung Wiyono,SH.

 

Pewarta : M. Taufik

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here