Sarasehan Pariwisata Kuningan di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

0
9

Kuningan, SMInews.com Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH., MH., menggelar acara saresehan dengan tema #Strategi Pemerintah Kabupaten Kuningan Menarik Wisatawan di Era Adaptasi Kebiasaan Baru# yang menghadiri acara tersebut yaitu Sekretaris Daerah, Asisten Sekretaris Daerah, Kadisporapar beserta jajarannya, Ketua Tim Media Center Pariwisata, serta rombongan Forwaparekraf yang bertempat di Pendopo Kabupaten Kuningan, Kamis (27/08/2020).

Dalam sambutannya Kadisporapar menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran forum wartawan pariwisata ekonomi dan kreatif (Forwaparekraf) sebanyak 38 orang yang bergerak di bidang pariwisata. Acara tersebut mendiskusikan mengenai strategi pemerintah dalam upaya menarik wisatawan di tengah pandemi COVID-19 sebagai upaya mewujudkan adaptasi kebiasaan baru. Destinasi Kabupaten Kuningan saat ini menjadi urutan kedua setelah Bali yang diwakili oleh Desa Cibuntu, sedangkan untuk urutan ketiga yaitu Yogyakarta. Kuningan memiliki berbagai wisata dimulai dari wisata alam, wisata buatan hingga wisata sejarah yang sudah mendunia seperti gedung naskah Linggajati. Pada tanggal 19 September ini akan ada kunjungan resmi dari Kementrian Pemuda Olahraga dan dilanjut tanggal 20 September akan diadakan festival social distancing dengan 25 komunitas mobil kurang lebih ada 600 kendaraan, sebagai gambaran masyarakat untuk melakukan jaga jarak pada saat masa pandemic digambarkan melalui kendaran-kendaraan tersebut.

Selanjutnya sambutan dari Ketua tim rombongan Forwaparekraf Johan Sompotan yang sedang melakukan Press Tour dan Seri Diskusi ke-Kota/Kabupaten Cirebon, Kuningan dan Bandung, Jawa Barat, untuk menggali kesiapan destinasi wisata dalam menyongsong adaptasi kebiasaan baru (AKB) di tengah pandemi COVID-19. Dengan adanya kegiatan ini mereka akan melihat secara langsung bagaimana kesiapan daerah dalam masa penerapan aktivitas kebiasaan baru di masa pandemi COVID-19 . Semua media yang tergabung dalam forum ini harus mengikuti SOP protokol kesehatan berupa rapid-test. Total wartawan yang tergabung dalam forwaparekraf sebanyak 90 diantaranya media televisi, digital/online, dan cetak, namun yang datang ke pendopo hanya 38 orang saja.

“Harapannya secara perlahan mulai ada wisatawan yang berbondong ketempat wisata dan sektor wisata ini dapat hidup kembali“ ujar Johan.

Bupati Kuningan juga menyampaikan bahwa Kuningan kini dijadikan sebagai salah satu tempat kunjungan oleh Forwaparekraf dan menjadi suatu penghargaan pemerintah Kabupaten Kuningan dalam rangka pengelolaan disemua bidang baik pemerintahan maupun dalam aktivitas lainnya. Di bidang pariwisata Kuninga sedang dilirik untuk menjadi daerah yang unik dalam pengembangan pariwisata dan orientasinya yaitu wisata alam. Hal ini disebabkan karena Kabupaten Kuningan telah mendeklarasikan sebagai Kabupaten konservasi yang ingin menyediakan 40% ruang terbuka hijau.

Secara geografis Kuningan menjadi letak yang strategis, karena berada di ujung timur Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan ujung barat Jawa Tengah. Persimpangan perbatasan ini dapat menjadi potensi yang harus diambil karena menjadi ruang dan peluang dalam rangka pengembangan daerah terumata sektor pariwisata.

Diakhir kata Bupati berharap Kepada Forwaparekraf melalui pertemuan ini untuk membantu tidak hanya dari sisi ekonomi kreatif namun mempromosikan Kuningan pada siapapun yang ingin berinvestasi dalam hal positif destinasi wisata itu diperbolehkan. Membuat dari yang sudah ada maupun yang dapat diciptakan secara bersama.

Pewarta : Heryanto

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here