Road Show Wali Kota Semarang di SMA Negeri 4 Semarang 2019

0
135
Dari kiri : Waka Kesiswaan, Rr. SL. Faajarwati, Waka humas, Dra. Ambartatik, Kadinas DPPPA, M. Khadiq,M.Si, Kepala SMAN 4 Dra. Wiji Eny Ngudi Rahayu, Ketua Komite SMAN4 Izzamsyudin ,SH.MH, Ka Disdikbud Kota Semarang, Gunawan Sapta Giri,SH. Taufik

Semarang, SMI.- Generasi muda adalah generasi penerus bangsa Indonesia, Bangsa akan maju jika para pemuda karakter nasionalisme. Nasionalisme merupakan bagian penting bagi kehidupan bangsa dan Negara Indonesia butuh pemuda yang berani, loyal dan bertanggung jawab. Indonesia butuh pemuda yang tidak hanya omong kosong belaka, tetapi pemuda yang bisa memegang setiap kata yang luhur, maka dari itu sebagai pemuda Indonesia kita kembali ke diri kita.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota semarang bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Semarang  serta Pemerintah Kota Semarang menggelar kegiatan roadshow Wali Kota Semarang dalam kunjungannya ke sekolah sekolah. Salah satunya ke SMA Negeri 4 Semarang dengan tagline nya Semarang City Government With Heart Road Show in SMA Negeri 4 Kota Semarang, yang bertempat di Aula Sekolah jalan Karangrejo raya No 12A, Kel. Srondol Wetan, Kec. Banyumanik, Kota Semarang, Senin (18/11/2019).

Sebelum dimulai acara, diadakan pemutaran film tentang keberhasilan pembangunan kota Semarang. Kemudian Kegiatan ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, lalu Berdoa di lanjutkan dengan pengisian materi dari DPPPA kota Semarang yang di sampaikan oleh Sismeini,S.KM terkait dengan bahayanya HIV dan AIDS dan dari (Forum Komunikasi Kepedulian Kesamaan Gender (FKKKG) Kota Semarang yang di sampaikan oleh Yustin. Road Show Wali Kota Semarang yang di wakili oleh Ka Disdikbud Kota Semarang, Gunawan Sapta Giri,SH disambut dengan penampilan Tari Sekar Mayang yang di bawakan oleh siswi SMA Negeri 4 Semarang, Citra Ayuning Sheila klas XI ipa 2 dan Anisa Dewi Artanti  XII ipa 1

Tari Sekar Mayang menggambarkan Pelajar SMA Negeri 4 Semarang yang penuh semangat, disiplin, berdedikasi dan cerdas dalam belajar, sosial dan beragama selalu mencintai lingkungan dan optimis menggapai cita – cita.

Para Pelajar kelas X dan XI ,sedang mengikuti kegiatan dengan penuh antusias di Aula. Foto : M. Taufik.

Kepala SMA N 4 Semarang, Dra. Wiji Eny Ngudi Rahayu, M.Pd menuturkan bahwa SMA Negeri 4 Semarang menjadi sekolah adiwiyata tingkat Provinsi dan menjadi pelaksana terbaik ke dua tingkat Provinsi Jawa Tengah dan menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

“Kami mohon doa restu pada tahun 2020 akan maju ke tingkat nasioanal, Perlu kami sampaikan SMAN 4 Semarang juga menjadi titik pantau dari Adipura dan alhamdulillah tim penilai merasa senang berada di sekolah kami, disamping itu kami juga menjadi tim penggerak adiwiyata terbaik kota Semarang tiga tahun berturut turut,” Ujarnya.

Eny menambahkan SMAN 4 Semarang sudah tidak lagi mengurangi plastik tetapi sudah bebas plastik, ini berkat kerja sama yang baik seluruh warga SMAN 4 Semarang yang tentunya tidak lepas dari partner kami yaitu Komite Sekolah yang diketuai oleh Izzamsyudin,SH.MH.

“Kami sudah menjadi sekolah model yang tentu kedepannya SMAN 4 akan kami jadikan sekolah ramah anak,” pungkasnya.

Pada kesempatan sama, Kepala DPPPA Muhammad Khadiq,M.Si, menjelaskan bahwa kegiatan yang kita laksanakan ini Semarang City Government Heart With Road Show In SMA Negeri 4 Semarang adalah kegiatan yang merupakan inovasi dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Semarang dimana kegiatan ini betul betul untuk bisa  mengimplementasikan harapan Bapak Walikota Semarang Hendrar Prihadi,SE.MM dalam rangka percepatan pembangunan.

“Dalam rakor pak wali saat menyampaikan kepada para pimpinan atau dinas dinas OPD yang ada di kota Semarang yang menginginkan agar orang orang di Semarang menjadi orang – orang yang hebat termasuk para pelajarnya dan juga para pegawai dilingkungan pemkot, oleh karena itu pak wali membuat konsep ” bergerak bersama,” tuturnya.

Khadiq memaparkan, ada 4 komponen yang sangat berpengaruh di dalam proses pembangunan, diantaranya yang pertama Pemerintah, kedua Penduduk, ketiga Pengusaha lalu yang keempat Pewarta atau media. Ibaratnya mobil apabila ke empat komponen bergerak bersama untuk mencapai tujuan akan lebih cepat.

“Kami mengadakan kegiatan ini tidak menggunakan dana APBD, namun ada pihak lain yang memberikan donasi sehingga dapat terselenggara kegiatan tersebut. Kota Semarang yang 5 tahun yang lalu di bandingkan Kota metropolitan  yang lain seperti Jakarta, Bandung, kita termasuk ketinggalan, dari jumlah APBD nya aja kita kalah jauh. Oleh karena itu Pak Hendy sapaan akrab pak Wali dalam beberapa tahun terakhir pembangunan di bidang infrastruktur ( jalan jalan, kampung kampung , tempat area publik , kota lama Banjir Kanal Timur dan Banjir kanal Barat),” ujarnya.

Menurut Khadiq, tidak hanya infrastruktur saja dalam hal ini namun juga pembangunan yang non fisik juga, misalnya pembangunan perlindungan anak, dan pemberdayaan perempuan. “Kita ingin pembangunan di kota semarang bisa berkesinambungan tentu dibutuhkan dukungan serta komponen masyarakat, salah satuanya pembangunan generasi muda termasuk di dalamnya adalah para pelajar,” pungkasnya.

Ka Disdikbud Kota Semarang, Gunawan Sapto Giri,SH saat menanam bibit pohon Ketapang Kencana di halaman depan aula SMA Negeri 4 Semarang. Foto : M. Taufik

Sementara itu Wali Kota Semarang yang diwakili oleh Ka Disdikbud Kota Semarang, Gunawan Saptogiri,SH mengungkapkan Indonesia adalah negara yang sukunya banyak, penduduknya banyak,ras nya banyak, dari pengalaman sejarah para pejuang kita ,para tokoh mendirikan negara Indonesia dengan dasar Pancasila. Tapi saat sekarang ini  ada pihak pihak ingin indonesia tidak maju, tentunya kalian sebagai generasi muda harus bisa mempertahankan negara Indonesia menjadi negara maju,” ungkapnya.

Menurut Gunawan, Indonesia di prediksi di tahun 2045 menjadi 5 besar negara di dunia ini yang mana sebelumnya di tempati 5 negara besar ( Amerika, Cina, Jerman, Jepang, Inggris), namun 26 tahun yang akan datang Indonesia akan menjadi 5 besar negara di dunia, oleh karena itu natinya di tahun 2045 yang menjadi pemimpin kalian kalian semua.

“Untuk mencapai itu semua syaratnya pemudanya harus kompetitif artinya berani bersaing, punya kemampuan. Ada 4 golongan pemuda dalam hal ini yaitu yang pertama Pemuda yang tidak pintar tapi peduli contohnya begitu dapat berita dari medsos langsung di share padahal belum tentu kebenarannya.  Yang kedua Pemuda yang tidak pintar tapi tidak peduli, contohnya naik sepeda motor tidak pakai helm sambil bawa sennjata tajam untuk melukai orang lain yang tidak bersalah. Yang ke tiga pemuda yang pintar tadi tidak peduli, contohnya pemuda yang kuliah di luar negeri begitu lulus kerja di luar negeri ia tidak maunkembali ke negaranya. Serta yang ke empat pemuda yang pintar tapi peduli, disini kami contohkan Pak Habibie di jerman beliau di gaji yang sangat besar di banding Indonesia tapi karena peduli terhadap negara kelahirannya beliau mau kembali menyumbangkan tenaga dan kepandaiannya walaupun gajinya lebih kecil,” pungkasnya.

Usai bersilaturahmi dan memverikan sambutan Gunawan Sapto Giri  melanjutkan programnya dengan memnanam bibit pohon Ketapang Kencana di halaman sekolah, karena SMA Negeri 4 Semarang merupakan penggerak sekolah Adiwiyata yang di tahun 2020 akan maju sebagai Sekolah Adiwiyata tingkat Nasional, semoga terwujud nantinya.

Pewarta : M. Taufik

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here