Reses H. Yanto, Kritisi Pelayanan Dinas

0
6

Soreang, SMI.-

Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bandung, H. Yanto Setianto, SE., M.M menyesalkan masih ada kejadian tidak baiknya pelayanan aparat atau petugas dinas kepada masyarakat yang mengajukan permohonan adanya fogging. Hal itu terungkap saat H. Yanto menerima aspirasi dari konstituennya di Desa Pangauban Kecamatan Katapang, pada Reses Masa Sidang II Tahun 2019, Rabu (27/2/2019).

Endang (45) salah satu warga RW 01 desa setempat yang menyampaikan masalah tersebut. Endang mengajukan minta lingkungan RW 01 difogging, ketika wabah DBD menimbulkan korban jiwa, namun ketika mengajukan permohonan (meminjam) alat fogging ke puskesmas desa setempat, petugas Puskesmas malahan meminta bukti hasil visum apakah benar warga korban tersebut karena DBD. Karena Endang tidak bisa memenuhi permintaan tersebut, maka permohonannya pun tidak dikabulkan. Padahal menurut Endang, permintaannya itu sebagai langkah antisipasi, karena saat itu DBD sedang ramai diberitakan banyak menyerang warga di beberapa tempat.

Menanggapi hal tersebut, H. Yanto meminta jika satu saat ada lagi perlakuan petugas seperti itu agar ditanya bisa atau tidak memberikan bantuan. Kalau bisa kapan dilakukan, kalau tidak alasannya apa. “Minta bukti secara tertulis, berikan kepada saya,” ujarnya.

Selanjutnya H. Yanto memberi solusi, jika membutuhkan bantuan fogging ia siap membantu. Ada relawannya yang memiliki alatnya. “Namun itu secara pribadi, tapi bagi masyarakat umum jika mau mengajukan fogging ke Dinas Kesehatan, bikin surat pengajuan, nanti saya bantu,” ujarnya.

Selain menerima keluhan dari Endang, pada reses terakhir bagi anggota DPRD periode 2014-2019 ini, H. Yanto juga menerima keluhan mengenai penanganan sampah. Ada yang meminta roda sampah dan bak tempat penampung sampah sementara. Terkait hal itu H. Yanto siap berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup.

Terkait  ada kecembuaruan dari para caleg baru terhadap anggota DPRD yang dalam resesnya lebih bernuansa kampanye, H. Yanto menganggap hal itu wajar. “Para anggota DPRD itu orang politik, anggaran reses dibahas oleh orang politik, jadi wajar jika bernuansa politik. Tapi para caleg baru jangan suudzon, kalau reses yang dilakukan anggota DPRD bakal jadi jaminan ia terpilih lagi. Walaupun dalam resesnya digunakan untuk kampanye, jika dalam kinerjanya selama jadi dewan tidak berkenan di masyarakat, ia tidak akan terpilih lagi. Yang menentukan anggota dewan jadi lagi bukan reses, tapi karena Allah,” ungkap H. Yanto. ** Yayat

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here