Reformasi Birokrasi Disdukcapil Kab. Sumedang

0
36

SUMEDANG, (SMI).-

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sumedang terus berupaya untuk memberikan pelayan optimal kepada masyarakat yang ingin mengurus administrasi kependudukan.  Kepala Disdukcapil Kab. Sumedang H. Agus Seksarsyah Rasjidi, M.Kes melakukan reformasi birokrasi diberbagai aspek.

Perbaikan birokrasi disdukcapil dilakukan dengan mengkaji berbagai hal yang menjadi kendala pelayan Disdukcapil, selain melihat dari sumber daya manusia (SDM), sarana prasarana dan aspek lainya.

Menurut H. Agus Seksarsyah Rasjidi, M.Kes, yang paling utama adalah memperbaiki mental pelayanan dari setiap staf yang ada di Disdukcapil.

“Karena komplain yang saya terima dan keluhan yang saya terima itu lebih kepada bagaimana memperbaiki mental mereka terhadap masyarakat yang menjadi pelanggan utama Disdukcapil” Ungkapnya.

Aspek perbaikan yang utama ditekankan adalah keramahan para staf Disdukcapil agar masyarakat merasa nyaman ketika mengurus administrasi kependudukan. Selain itu, Perbaikan agar tidak terjadi pungutan liar (Pungli) karena dapat menjadi hambatan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik.

Agus Seksarsyah Rasjidi, M.Kes, menghimbau kepada masyarakat, apabila masih ada oknum –oknum Disdukcapil yang melakukan pungutan liar segera melaporkan secara lengkap kepada dirinya

“ Karena sudah kita tau berdasarkan ketentuan, baik pusat maupun daerah bahwa seluruh pelayanan dokumen administrasi kependudukan itu tidak dipungut biaya alias gratis. Sehingga kalau masih ada yang melakukan pungutan liar dan sebagainya, mohon kiranya memberikan informasi secara lengkap kepada saya secara pribadi” Tegas H. Agus Seksarsyah Rasjidi, M.Kes.

Agus Seksarsyah Rasjidi, M.Kes menambahkan, bagi oknum Disdukcapil yang melakukan pungli ada ketentuan – ketentuan, baik ketentuan administrasi dari kepegawaian termasuk ketentuan pidana yang bisa ditindaklanjuti bila perlu.

“Ini sengaja  lontarkan agar tidak lagi terjadi situasi moral seperti itu. Sehingga diharapkan pelayanan publik menjadi lebih jujur, lebih trasparan  sehingga masyarakat akan dipuaskan dengan pelayanan gratis” Katanya.

Terkait pilkada serentak 27 Juni, H. Agus Seksarsyah Rasjidi, M.Kes, untuk saat ini masyarakat yang belum melakukan perekaman hanya tinggal sedikit, hanya sekitar 400 orang.

Agus Seksarsyah Rasjidi, M.Kes Berharap, bagi masyrakat yang belum belakukan perekaman E-KTP, khususnya mengenai pemenuhan hak yang bersangkutan untuk memenuhi pemilihan, untuk segera melakukan perekaman di kecamatan terdekat, sehingga minimal pada saat pilkada serentak bisa menggunakan surat keterangan (Suket).

“Saya sedang mengupayakan setiap hari disini  mencetak E-KTP, terutama yang Print Ready Record yang sudah dinyatakan positif untuk bisa dicetak” Ujarnya.

Agus Seksarsyah Rasjidi, M.Kes memaparkan Ada sekitar 22 ribuan masyarakat yang belum mempunyai keping E-KTP. Pihak disdukcappil terus berupaya untuk mengejar target tersebut dengan mencetak E-KTP sekitar 200 sampai 300 keping perharinya.

Untuk pengurusan E-KTP, H. Agus Seksarsyah Rasjidi, M.Kes menjelaskan Pengurusan E-KTP sejak perekaman tergantung ajudikasi atau penunggalan  di Kemendagri,  bisa satu hari, 14 hari bahkan bisa 2 bulan tergantung dari konteks penunggalan di Kemendagri.

Stok blanko E-KTP Disdukcapil Kabupaten Sumedang masih cukup, karena sudah di drop Kemendagri sebanyak  17.000 keping.

“Kita tagret ke 22 ribu,  alau yang ini habis kita akan melakukan pengajuan kembali ke Kemendagri untuk memenuhi yang 22 ribu, termasuk pemilih pemula yang nanti akan melakukan pencoblosan sampai 27 juni  itu target utama. Setelah itu nanti regular kita memberikan pelayanan sampai tahun 2019” Pungkasnya. (Y Rusmana)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here