Re Akreditasi, Puskesmas Cibatu Targetkan Naik Peringkat

0
64

Garut, SMI.-  Dinas Kesehatan (Dinkes) Garut menggelar re akreditasi atau akreditasi ulang Puskesmas (PKM) Cibatu, selama tiga hari 4 s/d 6 september 2019. Akreditasi dihadiri Bupati Garut H.Rudy Gunawan, Kapolsek Cibatu, Koramil 1105 Cibatu, Muspika Cibatu, para Kader posyandu, beserta peserta Staf puskesmas Cibatu. Proses Reakreditas ini dilakukan untuk menjaga kualitas pelayanan, dan meingkatkan mutu serta kualitas puskesmas di Cibatu.

Kegiatan akreditasi ini dilakukan oleh 3 orang surveyor, yang ditunjuk oleh Komisi Akreditasi Puskesmas, dari Kementerian kesehatan RI, M.Daud Rusdi,SKM,MKM dari Sumatra selaku ketua tim surveyor, berikut dua anggota drg. Tritarayati,SH,MHKes dari Jakarta dan Dr.dr.Bondan Agus Suryanto,SE,MA,SP.DLP.AAK , dari Yogyakarta. Sementara, peserta merupakan seluruh staf Puskesmas Cibatu, kader posyandu, dan beberapa perwakilan Dinkes Garut. Kepada Kepala UPT Puskesmas Cibatu, menyerahkan Surat pernyataan terhadap Ketua Tim Surveyor, M.Daud Rusdi.

Kepala UPT Puskesmas Cibatu, dr.Leli Yuliani Menyambut kedatangan tamu dari Dinas Kesehatan Kementrian RI sebagai tamu terhormat sekaligus tim Surveyor ke puskesmas Cibatu, kepala UPT Puskesmas Cibatu menyerahkan Surat pernyataan kepada Ketua Tim Surveyor, M.Daud Rusdi.SKM,MKM.

Kepala Dinas kesehatan kabupaten Garut diwakili Kabid Kesehatan Masyarakat Yeti memaparkan bahwa tujuan akreditasi ialah untuk memastikan kualitas pelayanan puskesmas. Sementara reakreditas bertujuan meninjau kembali. Apakah ada progres atapun peningkatan, inovasi, pengembangan dilakukan puskesmas dari akreditasi Madya dari tahun lalu peningkatan yang sangat signifikan meraih prestasi Juara 1 Nasional Puskesmas Ramah Anak,dan juara pertama puskesmas Berprestasi dalam hal pelayanan  perawatan.

Pada akhirnya, dari akreditas ini puskesmas dapat menjadi fasilitas kesehatan (Faskes) tingkat pertama yang mampu menyelesaikan persoalan kesehatan masyarakat.

dr.Leli Yuliani menerangkan keberadaan Puskesmas melalui akreditasi ini. Puskesmas Cibatu dituntut terus meningkatkan segala aspek yang berkenaan dengan pelayanan Mutu, diketuai dr Rika Susilawati, Admen H.IING Suherman,dr Ika Kusumawati sebagai ketua UKP sedangkan UKM diketuai dr Dini Adithia.

Pada tahun 2015, Puskesmas Cibatu telah menjalani akreditasi perdana. Dengan hasil akhir, level akreditasi diterima ialah Madya. Alias Banyak keunggulan dari 4 tingkatan akreditas yang ada: dasar, madya, utama, dan paripurna.

“Melalui reakreditasi ini, diharapkan level akreditas Puskesmas kebanggan warga kecamatan Cibatu ini bakal naik peringkat ke Paripurna” tandasnya.

Untuk mendorong level akreditas. Terdapat instrumen penilaian ditetapkan, yang terbagi dalam 9 bab. Secara ringkas, kesembilan itu terbagi dalam 3 kategori.1-3 ialah syarat administrasi dan manajemen puskesmas. Kelengkapan peralatan, serta kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki puskesmas itu. 4-6 upaya pelayanan ataupun aktivitas kesehatan yang puskesmas berikan kepada masyarakat sekitar.  Terahir, 7-9 ialah kualitas pelayanan diberikan puskesmas kepada masyarakat. Baik ketika berobat ke puskesmas, rawat inap, maupun rawat jalan.

Kata M Daud Rusdianto, sejatinya seluruh elemen penilaian bernilai setara. Namun untuk penilaian bab 3,6, dan 9 dianggap cukup krusial. Mengingat ketiganya menyangkut kualitas-kualitas (akreditas).

“Kemudian untuk teknis penilaian. Proses reakreditas ini sendiri bakal berlangsung 3 hari. Mulai 4-6 September 2019. Nantinya surveyor akan melakukan pemeriksaan administrasi, dan standard operating procedure (SOP) puskesmas selama menjalankan pelayanannya” Paparnya.

Juga nantinya akan ditinjau langsung pelayanan puskesmas kepada masyarakat. Dimulai kala masyarakat masuk ke puskesmas (mendaftar) hingga nantinya ketika dilayani. “Kalau bagian peninjauan kualitas pelayanan, itu nanti bagiannya ada bagian” ujarnya.

Hematnya, seluruh hal menyangkut pelayanan puskesmas bakal ditangkap surveyor. Untuk kemudian dilaporkan kepada komisi akreditasi puskesmas. Adapun komisi ini berada di bawah naungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Semua hal tanpa terkecuali. Termasuk kelengkapan dokumen, tata ruang, kebersihan, keramahan puskesmas. “Juga nanti ada wawancara pada staf dan masyarakat,” tambahnya.

Terakhir, meskipun akreditas puskesmas ada 4 level. Namun bila Puskemas Cibatu dapat melampaui target poin penilaian berdasar indikator yang ditetapkan komisi akreditas puskesmas. Maka mereka berhak mendapat akreditas paripurna.

Akreditas bisa dilampaui, tak mesti satu-satu dilalui. Kalau poinnya tinggi, misalnya lewat 85 persen. Maka akreditasnya paripurna,” pungkas ketua surveyor.

Sementara itu, anggota surveyor, menambahkan. Reakreditas ini dilakukan per 3 tahun sekali. Ini dilakukan agar puskesmas tidak lengah, stagnan, dan tak berhenti dalam melakukan improvisasi dalam rangka memperbaiki kualitas dan mutu pelayanannya.

“Intinya bahwa reakreditas dilakukan agar puskesmas tak berhenti memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat,” Ungkapnya.

Pewarta : Ayi Ahmad

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here