Ratusan Jamaah Tetap Padati Masjid Al Maghfur Ketileng Semarang

0
106

Semarang, SMInews.com Menyebarnya Virus Corona (Covid-19) akhir akhir ini yang sudah meluas diberbagai negara.Khususnya wilayah di Indonesia yang berada dibeberapa Kabupaten/Kota sudah terpapar corona, sehingga membuat pemerintah mengambil sikap dengan meliburkan baik sekolah,Instansi.maupun perusahaan dihimbau untuk meliburkan pegawai maupun karyawannya selama 14 hari kedepan terhitung mulai 16-29 maret 2020.

Demikian berimbas pada semua tempat ibadah, bahkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sempat mengumpulkan para tokoh.lintas agama untuk mematuhi kebijakan yang di ambil oleh Pemerintah.

Khususnya untuk agama Islam Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui berbagai kajian mendalam melalui masukan para ustad, kyai serta cendikian muslim, lalu mengeluarkan fatwa bahwa jamaah sholat jumat dianjurkan boleh tidak usah melaksanakan sholat jumat karena berbagai pertimbangan dengan adanya merebaknya wabah virus corona, MUI menganjurkan sholat jumat bisa dilakukan dirumah masing masing menggantikannya dengan sholat dhuhur. Namun hal ini berbanding terbalik dengan apa yang dilakukan warga ketileng kel.Sendangmulyo Kecamatan Tembalang Semarang, dimana kegiatan rutin sholat jumat bertempat diMasjid Al.Maghfur Ketileng Semaramg tetap digelar. Ratusan jamaah padati masjid al.maghfur untuk melaksanakan sholat.jumat.

Usai sholat jumat, Ketua Takmir Masjid Al Maghfur Ketileng kel. Sendangmulyo  Kec. Tembalang Semarang, jumat (20/3/2020)  H. Abi Mulantoro,SH menyampaikan bahwa, kami menyelenggarakan sholat jumat semata mata untuk.memenuhi kewajiban lita selaku umat muslim, namun ddmikian kita tetap menghormati berdasakan petunjuk fatwa dari Majlis Ulama Indonesia ( MUI) baik pusat aupun Jateng. Meskipun kita mengadakan sholat jumat tapi intinya social distancing / pembatasan pembatasan jarak.kumpul  yang disampaikan pemerintah tetap.kami laksanakan,” ujarnya

“Kami.menghimbau kepada masyarakat ketileng apabila dalam.keadaan sakit tidak.perlu keasjid karena sholat jumatpun diganti sholat dhuhur itunjuga sudah boleh dan sah hukumnya sesuai.petunjuk dari MUI  maupun pemerintah,” jelas Abi

Kebetulan H. Abi M,didampingi wakil Takmir.masjid H. Sulistyono MM , Bendahara Masjid M.Waluyo.S.Sos, beserta para sesepuh dan rekan rekan jamaah untuk menggelar sholat jumat dengan catatan apabila yang sakit harus tahu diri supaya tidak menyakiti diri sendiri maupun orang lain. ini.prinsip yang kami tegaskan kepada jamaah masjid Al.Maghfur sehingga bagaimanapun juga kami tetap melaksanakan shalat jumat,” tegasnya.

“Kami yakin teman yang melaksanakan sholat dirumah mendoakan kami bahwa sholat jumat yang diadakan di masjid masjd seluruh Indonesia tidak bermasalah dan ssmuanyabtetap sehat, sebaliknya kami yang mengadakan sholatnjumat di masjid juga mendoakan temen temen semua khusus daerah yang terdampak dengan adanya pemyebaran virus corona. tutur Abi.

Inshaa Allah, Allah akan memberikan petunjuk  kita yakin bahwa ini akan diangkat oleh Allah dengan satu cara, kita harus salingbtolong menolong, bahu membahu saling mendoakan   tidak.dengan saling mencaci maki, mencela,nyinyir. karena virus ini benar benar mendunia danenjadi pandemi ,meskioun demikian kita tidak.perlu khawatir karena kita juga hamba Allah yakinlah karena pengkalnya anti virus dalam.waktu dekat pasti ada.

Inshaa Allah temen temen kita yang melaksanakan shalat jumat sehat dan sadar diri karena kita sering mensosialisasi jaga diri,jaga kesehatan orang lain juga. Alhamdulillah  berkat bantuan para jamaah, hand sanitazer sudah kami.pasang di.masjid ini bahkan sampai ke Balai RW karena banyak.kegiatan disana, pungkasnya.

Pewarta : M.Taufik

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here