PT. Petrako Prima Utama Sosialisasikan Revitalisasi Pasar Bandrek

0
66

Garut, SMI.- Sosialisasi Program revitalisasi pasar tradisional ala modern yang dilakukan oleh Investor PT. Petrako Prima Utama dari Jakarta mendapat respon positif dari pedagang pasar, terlebih dalam konsep desain pasar. Pemerintahan daerah bersama dengan konsultan melibatkan pedagang sebelum melakukan revitalisasi, Senin (20/01/2020.)

Dalam sosialisasi revitalisasi pasar bandrek dihadiri Camat Kersamanah, Kepala Desa Kersamanah Bunyamin, Handoko dari investor (Jakarta) dan warga pasar bandrek.

Perwakilan warga pasar Dedy, mengatakan bahwa sebelum dilakukan pembangunan, pihak Pemerintahan daerah  terlebih dahulu mengumpulkan pedagang untuk membahas konsep pasar yang selama ini menjadi tempat perekonomian mereka.

Bagi Dedy, upaya ini sebagai wujud memenuhi keinginan pedagang, untuk menghindari hal-hal yang timbul di kemudian hari.

“Untuk Pasar Bandrek ini, Insya Allah pembangunannya akan segera direalisasikan tahun 2020 ini, dan yang lebih menggembirakan adalah, dilibatkannya pedagang dalam menentukan konsep, sehingga pembangunannya sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pedagang,” ujar Dedy.

Untuk Pasar Bandrek sendiri memiliki 139 kios, namun untuk tahun 2020 direncanakan 150 kios yang akan direvitalisasi. Secara bertahap, secara keseluruhan akan dilakukan revitalisasi pada tahun ini.

“Ini kan pembangunannya dilakukan bertahap, agar denyut nadi pasar tetap jalan, selain itu, untuk merelokasi pedagang yang mendapat giliran kiosnya dibangun, juga tidak terlalu sulit, sebab pedagang masih bisa menempati sebagian kios yang ada di dalam pasar,” ujar.

Sosialisasi Program revitalisasi pasar ini sendiri dilakukan, agar keberadaan pasar tradisional sesuai dengan standar pasar di Kabupaten Garut, hal ini pernah disampaikan saat bertemu dengan beberapa pedagang pasar beberapa waktu lalu ketika melakukan sosialisasi terkait revitalisasi pasar Bandrek Kersamanah.

“Jadi meskipun pasarnya adalah pasar tradisional, namun harus sehat, bersih, dan memiliki standar SNI. Masak orang jualan sate mau berdekatan sama orang jual baju. Nanti judulnya jadi jual baju sangit,” kata wulan pedagang baju.

Dia menjanjikan nantinya pasar yang direnovasi akan lebih bagus. Tidak hanya perbaikan bangunan, namun juga ada penataan pedagang berdasarkan jenis dagangan jadi akan lebih rapi dan sehat.

 

Pewarta : Ayi Ahmad

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here