Prakondisi kegiatan RHL diwilayah BPDASHL Cimanuk-Citanduy tahun 2019

0
7

Garut, SMI.- Perhutani mengadakan sosialisi Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) di areal kerja Perum Perhutani KPH Garut di Gedung Olahraga Desa Karyamukti Kecamatan Cibatu, kabupaten Garut,Kamis (16/05/2019).

Sosialisasi ini dihadiri oleh 6 Camat, diantaranya Camat Karang pawitan, Sukawening, Karang Tengah, Cibatu, Kersamanah dan Camat Malangbong yang wilayahnya bersentuhan langsung dengan Perhutani.

Selain para Camat, sosialisasi juga di hadiri oleh Danramil Cibatu, Danramil Malangbong, Kapolsek  dan kepala Desa Karyamukti, beserta tamu undangan instansi terkait. Yang hadir sekitar 50 peserta.

Danramil 1105 Cibatu, Kapten Rahmat Puli dalam pemaparanya mengatakan bahwa keberadaan Hutan sangat penting bagi kehidupan, karena Hutan memiliki beberapa Fungsi diantaranya; – Fungsi Orologis/ Mencegah Erosi, fungsi Hutan untuk menahan hanyutnya bunga Tanah dan mencegah Erosi serta melindungi tanah lapisan atas. Fungsi Hidrologis (Mengatur tata Air) fungsi hutan sebagai penyimpanan air dan mengatur beredarnya air tanah atau mata air. Fungsi klimatologis (mengatur iklim) menjaga kelembaban udara, suhu udara agar tidak terlalu tinggi dan mengurangi penguapan air tanah. Estetika (keindahan) untuk dinikmati pemandangan karena keindahan untuk Rekreasi, dan Fungsi Strategis atau pertahanan yaitu untuk keperluan pertahanan bila terjadi perang, Hutan merupakan pertahanan negara telah ditentukan oleh Departemen pertahanan secara Rahasia demi kepentingan bangsa dan Negara.

Sedangkan Kapolsek Cibatu AKP Dudi Irawan menegaskan bahwa rehabitasi hutan dan lahan bukan berarti mengusir masyarakat penggarap, tapi semua harus terpola sehingga tidak merusak ekosistem.

KPH wilayah Garut, Yaya sangat mengharapkan ada kerjasama antara perhutani dan pihak kepolisian untuk mengawal program rehabilitasi hutan dan lahan.  Seandainya ada permasalahan sosial, misalnya pencurian pohon pasti akhirnya akan berada di meja pihak kepolisian

“Sosialisasi Perhutani untuk membenahi kawasan hulu sungai Cimanuk -Citanduy yang semakin kritis. Para petani boleh saja becocok tanam dengan catatan harus menjaga ekologi seperti menanam tanaman keras semacam kopi, nangka dan pohon keras lainnya, jangan khawatir akan terusir sepanjang mematuhi regulasi yang ada” Ungkapnya.

BPDASHL Cimanuk -Citanduy, menurut Yaya, telah membenahi hulu sungai anak Cimanuk jauh sebelum adanya program Cimanuk-Citanduy Tahun 2019, “kami telah membenahi Das Cimanuk melalui program Agro dan intensif” Katanya

Yaya juga menjelaskan, Luas tanaman Menurut luas total; 289,73(ha) pola tanam Agro;182,10(ha) dan intensif seluas;107,63(ha)terbagi dalam 29 petak lokasi LMDH diantaranya; Bunga wana dari Mekar Girimukti, Dukuh Lestari di Desa Karyamukti, SonoLestari- Sukasono, pamandian tunggal mandiri -Mekarluyu, Giri Makmur – Mekar Raya, serta Maju Makmur desa Sukamaju, Kutanagara-LMDH Mana abria, Giri Makmur Tunas Agraris, Karang Mulya- Karya Mandiri dan desa Sindang Palau LMDH leubak Siuh,lahan potensi agro dan intensif kabupaten Garut Utara.

Kasie pengembangan Bisnis A. Iwan Setiawan, S.T.,M.Si sesaat setelah sosialisasi menjelaskan bahwa Satgas Sektor 1 konsentrasi pembenahan sektor hulu, seperti penanaman dan pembibitan pohon keras, pemetaan lahan kritis, penataan masyarakatnya dan petak mana saja yang harus di dahulukan untuk di benahi.

“Saat ini, karena kebetulan lagi musim kemarau, kita lebih konsentrasi untuk pembibitan dahulu, setelah turun hujan baru akan ada gerakan penanaman serentak untuk penghijauan. Jadi ini adalah situasional, kalau kita paksakan penanaman di musim kemarau nanti takutnya mubazir” tambahnya.

Disinggung tentang keinginan masyarakat yang mempunyai bibit tanaman keras, apakah bisa di tampung oleh pemerintah, dia menjelaskan akan sangat senang sekali asal bibitnya bagus dan bersertifikat, “kami siap menampung” ujarnya.

A. Iwan Setiawan,S.T, M.Si juga memaparkan, untuk masyarakat ada tanaman ekonomis semisal kopi dan Nangka, bibit pohon sebagai untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Selain kopi, tanaman ekonomis lainnya adalah sayuran yang bisa ditumpangsarikan dengan tanaman kopi, “Kopi berbuah memakan waktu sekitar 2 tahun, sebelum itu silahkan ditumpangsarikan dengan sayuran, kan gak mungkin masyarakat kelaparan hanya gara – gara menunggu sampai kopi berbuah, dan kalau ada permasalahan di lapangan bapak hendaknya segera hubungi saya “ujarnya.

Pewarta : Ayi Ahmad

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here