Porda Jabar XIII 2018, KONI Bandung Barat Targetkan Empat Besar

0
15

BANDUNG BARAT

Masyarakat Kabupaten Bandung Barat (KBB) antusias menyaksikan prosesi pelepasan Kontingen Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat XIII 2018 di Plaza Komplek Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Minggu (30/9/18).

Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) KBB Sumardianto mengatakan, total kontingen KBB berjumlah 826 orang. Masing-masing atlet putra 347 orang, atlet putri 269 orang, pelatih putra 100 orang, pelatih putri 10 orang, mekanik putra 48 orang, mekanik putri 5 orang dan manager 47 orang.

Pada Porda XIII, para atlet yang akan berlaga itu berasal dari 49 cabor dari 53 cabor keseluruhan dan lolos Babak Kualifikasi (BK). Mereka merupakan atlet andalan KBB yang diharapkan bisa mengumpulkan medali sebanyak-banyaknya untuk mempertahankan posisi empat besar.

Sumardianto optimis KBB bisa bertahan di posisi empat besar, sesuai dengan estimasi perolehan medali dari 7 cabor terukur, 9 cabor beladiri, 13 cabor akurasi, 5 cabor nilai dan 9 cabor keterampilan.

“Yang menghadiri acara pelepasan ini hanya sebagiannya saja. Karena yang lainnya sudah mulai berangkat ke Bogor, bahkan sudah ada yang bertanding,” terang dia.

Untuk mempermudah jalur koordinasi pada pelaksanaan Porda sekarang, KONI KBB menyiapkan lima posko. Masing-masing Wisma Kinasih, Wisma Dishub di Semplak, Wisma Donkris Puncak, Bogor Raya dan Bandung Raya.

“Biar memudahkan koordinasi dengan venue. Terkecuali untuk Dayung di Karawang dan Berkuda di Pangandaran, yang lokasinya berjauhan dengan venue lainnya bisa koordinasinya dengan Posko utama di Wisma Kinasih,” bebernya.

Atlet wushu andalan Kabupaten Bandung Barat (KBB) Nita Dea berhasil meraih medali emas setelah memukul telak lawannya Nurul Azizah asal Kabupaten Bekasi pada pertandingan final wushu Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII Tahun 2018 di GOR Atang Senjaya Semplak Bogor, Jumat, (5/10).

Nita Dea, yang turun pada nomor sanda kelas 45 kg tampil agresif untuk menaklukkan Nurul dengan TKO (technical knocked out). Kemenangan membuat Nita Dea menambah pundi medali emas untuk KBB. Sementara itu, Nurul Azizah harus puas dengan medali perak dan peringkat tiga diraih Olivia Nirmala Cahya (Kota Cirebon) dan Niva Alma (Kota Cimahi).

“Alhamdulillah wushu bisa menyumbangkan 1 emas, 1 perak, dan 2 perunggu untuk kontingen KBB pada Porda ini,” ujar Ketua Pengurus Cabang Wushu Indonesia KBB Nanang Soleh.

Untuk medali perak, kata Nanang, diraih oleh Moh Yunus ( 75 kg ) yang pada final dikalahkan atlet pelatnas Asian Games asal Kabupaten Bandung Iman Lesmana. Sementara itu, perunggu KBB diraih Andi Setiyadi (70 kg) dan Fitriyani. Andi Setiyadi menang 2-1 melawan atlet Indramayu Bagus Anwar pada nomor sanda 70 kg. Sementara Fitriyani yang terjun pada taolu golok harus mengakui keunggulan lawannya atlet Kabupaten Sukabumi Monica Pransisca Sugianto yang meraih medali emas dan atlet Kabupaten Kuningan Mutia Azzela (perak). “Kami sudah berupaya keras untuk mendapatkan emas lebih dari itu. Tapi hanya itu yang bisa kami sumbangkan bagi KBB. Atlet Wushu KBB sudah sangat menunjukan penampilan yang terbaik,” kata Nanang.

Sekretaris Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) KBB H. Jaka Supriatna mengatakan, bahwa sumbangan medali dari cabor wushu cukup berarti bagi KBB. Ia berharap cabor-cabor lainnya untuk melecut diri supaya menyumbangkan medali emas sebanyak-banyaknya agar KBB bisa bertahan di empat besar.

“Kontingen KBB, untuk hari ini  masih ada harapan dari cabor Anggar yang akan bertanding lagi malam ini. Insyaallah besok  medali emas bisa bertambah lagi dari Dayung. Minta doanya saja dari masyarakat KBB supaya atlet-atlet dayung kami berhasil menyumbangkan emas lebih banyak. Karena cabor ini merupakan salah satu cabor andalan KBB,” ujarnya.

Kabupaten Bandung Barat (KBB) optimis bisa mempertahankan prestasi olahraga pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat XIII 2018 yang akan diselenggarakan 6-15 Oktober 2018 di Kabupaten Bogor. KBB bisa bertahan di posisi empat besar sesuai dengan estimasi perolehan medali dari 7 cabor terukur, 9 cabor beladiri, 13 cabor akurasi, 5 cabor nilai dan 9 cabor keterampilan. Sementara enam cabor lainnya, tergolong masih baru sehingga estimasi menyumbangkan emasnya masih fifty-fifty. Keenam cabor tersebut, Muathai, Boling, Getball, Handball, Arung Jeram dan Pentang.

Di tempat terpisah, Ketua KONI Kabupaten Bandung Barat Hj. Elin Suharliah pada hari ini Sabtu pagi ini tanggal 06/10/2018 sedang berada di Karawang menyaksikan langsung pertandingan cabang olahraga dayung dan mendapatkan 3 emas yang sebelumnya meraih 2 Emas dari cabang olah raga anggar dan 1 Emas dari cabang olahraga Wushu.

Elin Suharliah mengatakan, Dalam porda 13 th 2018 ini, Koni berharap para atlet dapat meraih prestasi sesuai target yaitu KBB ada pada posisi 4 besar. Koni Kabupaten Bandung Barat tetap optimis mampu meraih target 4 Besar. Dukungan Pemkab Bandung Barat ini sangat membantu atlet untuk meraih target yang dicanangkan KONI Kabupaten Bandung Barat. Untuk meraih hasil maksimal, atlet yang berlaga dalam Porda ke XIII di Karawang ini merupakan hasil seleksi yang dilakukan pengurus KONI.

“Sebelum masuk tim Porda, atlet itu diseleksi KONI secara ketat.  Atlet yang ikut dalam Porda tahun ini merupakan hasil kualifikasi yang menduduki peringkat satu hingga empat. Kita buat regulasi, hanya atlet unggulan yang dikirim. Target Empat besar bisa tercapai dari cabang olahraga andalan seperti anggar, Wushu dan cabor dayung,” tutur Ketua KONI Kabupaten Bandung Barat Dra.Hajah.Elin Suharliah. **LINA )

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here