Pertanian Terintegrasi Bisa Diterapkan di Kab. Malaka

0
28

Sukoharjo, SMI.– Konsep pertanian terintegrasi bisa diterapkan di Malaka dengan mengoptimalkan pemanfaatan seluruh potensi yang dimiliki. Konsep pertanian terintegrasi bisa diterapkan petani pada lahan di wilayah dataran (fehan) dan pegunungan (foho).

Komisi 2 yang membidangi pertanian, peternakan dan perikanan tetap mendorong pemerintah melalui dinas teknis yang ada untuk mewujudkan rencana itu. Salah satu langkah konkrit yang harus dilakukan yakni menyiapkan SDM petani, agar bisa memahami teknik pertanian terintegrasi melalui berbagai pelatihan atau magang, sehingga memiliki kemampuan untuk mengimplementasikannya di lapangan.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi 2 DPRD Kabupaten Malaka,  Markus Baria Berek kepada wartawan usai mengunjungi petani di Kabupaten Sukoharjo – Provinsi Jateng, Kamis (7/11)

”Tadi kita sudah mengunjungi beberapa kelompok tani yang sudah menerapkan sistem pertanian terintegrasi dan apa yang mereka lakukan disini bisa kita adopt dan terapkan di Malaka” Katanya.

Markus menyimpulkan bahwa kunci dari pertanian adalah air kalau bisa memanfaatkan berbagai potensi air yang ada, maka bisa menerapkan pola pertanian terintegrasi sesuai potensi yang kita miliki.

Setiap musim kemarau, petani di Malaka selalu mengeluhkan kekurangan air untuk sawah. Padahal Malaka memiliki sumber air tanah yang melimpah, tetapi belum dimanfaatkan. Hal seperti ini yang perlu diadopt untuk diterapkan di Malaka.

Hanya dengan satu sumur bor, bisa mengairi sawah dua hektar pada musim kemarau seperti sekarang, termasuk bisa kembangkan usaha lain seperti budidaya ikan, ternak ayam, ternak sapi, tanam bawang dan sayuran secara hidroponik.

“Ini sangat luar biasa, karena lahan yang selama ini kering kerontang dan hanya ditanami satu kali dalam musim penghujan, dalam setahun bisa ditanami padi sepanjang tahun tanpa kekurangan air irigasi” Ucapnya.

Bila sistim ini yang diterapkan, maka bisa mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian sepanjang tahun tanpa putus. Salah satu langkah yang harus disiapkan yakni menyiapkan SDM Petani dan penyuluh melalui berbagai program pelatihan dan magang, agar mereka memiliki pengetahuan yang memadai untuk mengimplementasikan pertanian terintegrasi.

“Tadi kita lihat di lapangan ternyata sangat sederhana yang dilalukan, tetapi harus dibekali dengan pengetahuan teknis agar petani kita paham dan mengerti saat implementasi di lapangan. Kita di Malaka sangat cocok dengan pertanian terintegrasi, apalagi kita lagi gencar-gencarnya implementasikan program RPM yang diusung Bupati SBS, tentu akan memberikan hasil yang lebih optimal bagi rakyat. Rakyat kita akan sejahtera dan petani akan kelimpahan makanan sesuai tujuan pencanangan program RPM bagi rakyat Kabupaten Malaka”.

Pewarta : Untung Teguh

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here