Pengembangan Kawasan dan Titik Kerawanan Kemacetan di Semarang Masih Rendah

0
6
Dari kiri : Dekan FISIP Undip, Drs. R.Slamet,M.Si, Sekda Kota Semarang Ir. Iswar Aminudin MT, Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman,SE, Moderator Prast. Foto : M. Taufik

Semarang,SMI.- Pemerintah Kota Semarang terus membangun wilayahnya. Dalam berbagai kesempatan, Wali Kota Semarang mengajak seluruh warga Kota Semarang agar bersepakat menjadikan Kota Semarang menjadi kota yang lebih baik dan lebih hebat. Dalam visi misi semarang hebat 2016-2020, telah ditetapkan tolok ukur yang cukup tinggi, agar di Kota Semarang terjadi lompatan besar dalam mencapai kemajuan yang diharapkan.

Lompatan besar menuju Semarang hebat diantaranya adalah Kampung Bahari dibagian utara, Perluasan ruang terbuka hijau, pusat pertumbuhan baru dibagian timur dan barat, Terwujudnya transportasi massal, Pembangkit listrik tenaga sampah, Mendukung bandara Internasional, jalut tol semarang- Demak, Semarang-Solo, Semarang- Batang, Pengurangan rob dan banjir melalui normalisasi Banjir Kanal Timur dan Polder serta penanggulangan kemiskinan dan pengangguran.

Kini, saatnya menuntaskan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang tahun 2016-2021 dengan merealisasikan visi kedepan yaitu menjadikan semarang menjadi kota perdagangan dan jasa yang hebat dengan mewujudkan masyarakat berbudaya dan berkualitas, mewujudkan pemerintahan yang semakin andal untuk pelayanan public, mewujudkan kota metropolitan yang dinamis dan perluasan lingkungan serta memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis keunggulan local dan membangun iklim yang kondusif .

Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman,SE mengatakan, Pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) program yang di jalankan oleh Pemerintah Kota Semarang dari 2016 – 2021 sudah cukup Nampak dan kelihatan sekali program kegiatan dan pembangunan itu. Salah satu contoh Kampung Bahari, jalan Tol , walaupun jalan tol merupakan program nasional tetapi harus di connect kan juga dengan program yang ada di daerah kota Semarang seperti akses yol Semarang – Batang, akses tol Semarang – Solo dan kedepannya nanti akan direalisasikan Akses Tol Semarang – Demak, sehingga kota semranag tingal dua taun lagi tetapi sudah kelihatan sekali. Luar biasa sekali lompatan lonpatan nya dalam melaksanakan kegiatan yang di programkan di RPJMD tersebut,” pungkasnya. Saat menjadi nara sumber pada Dialog bersama DPRD Kota Semarang dengan tema Menuntaskan RPJMD Semarang Hebat yang disiarkan langsung MNC Trijaya FM di lobby Hotel Gets Jalan MT. haryono No 312-316, Kota Semarang ,Jumat ( 4/10/2019 ).

Sementara itu Sekda Kota Semarang, Ir.Iswar Aminudin,MT menuturkan bahwa RPJMD kita baru berjalan tiga tahun tetapi dari program semua dari indicator indicator ini sudah melampaui semuanya. Ada beberapa yang masih rendah yaitu pengembangan kawasan dan titik kerawanan kemacetan, ini kita olah terus mudah mudahan sampai dengan tahun 2021 kaitannya dengan pengembangan kawasan dan titik rawan kemacetan ini sudah dapat kita urai,” ujarnya.

Menurut Iswar, kawasan tidak akan mungkin berkembang ketika aksesbilitas kawasan itu tidak terpenuhi, kelengkapan sarana dan prasarana kota harus dipenuhi. Tahun ini Tol Semarang – Demak mulai di kerjakan,” paparnya.

“Kaitan kemacetan di semarang kajian dari Bapeda dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) menyatakan, penyebab kemacetan kota semarang di akibatkan bercampurnya asal tujuan artinya kendaraan yang mau terus masih melewati tengah kota  maka terjadilah kemacetan karena bercampurnya dua kepentingan itu melewati jalan kota,” pungkasnya.

Pewarta : M. Taufik

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here