Pengembangan Agrowisata Pangandaran Dream Land di Cimerak Tersandung Konflik

0
116

PANGANDARAN, (SMI).-

Seluas 358 hektar di Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, akan dikembangkan Agrowisata Pangandaran Dream Land. Area wisata yang berorientasi pada kegiatan integrated farming, lahan itu akan dikembangkan PT.Cikencreng yang sebelumnya pemilik HGU Perkebunan yang habis waktunya tahun 2001. Tetapi pada tahun 2000 lahan tersebut sekelompok masyarakat menebang pohon karet dan menduduki lahan tersebut.

Kendati telah ditempati petani itu,  PT. Cikencreng berminat untuk mengelola lahan di Cimerak. Apalagi ratusan petani meminta PT. Cikencreng untuk mengelola lahan kembali. Berkeinginan untuk memperpanjang legalitas perijinannya kembali. Bahkan program pengembangan lahan itu untuk turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Budidaya tanaman, pengelolaan hasil, penggarapan tanaman, melibatkan masyarakat eks petani penggrap HGU PT Cikencreng tersebut. Bahkan peruntukan lahan juga sudah diatur, fungsinya. Ada untuk perumahan bagi karyawan, dan bagi umum. Tempat untuk sarana sekolah menengah, pondok pesantren yang akan didirikan Yayasannya,

“Pendidikan itu dalam rangka turut meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM)”, tutur Oang Penanggungjawab lapangan PT Cikencreng kepada Wartawan.

Sosialisasi telah dilakukan kepada semua petani penggarap dan masyarakat sekitar perkebunan tersebut. Mereka menyambut baik. Bahkan para penggarap sudah menyadari akan kepemilikan lahan HGU PT Cikencreng tersebut. Hanya dari ratusan penggarap, ada lima orang petani yang masih belum menerima kehadiran kembali PT Cikencreng, dan bersikeras tetap ingin memiliki lahan tersebut. Pada awal tahun 2017, merespon keinginan para penggarap itu. Pertemuan digelar, berdialog dan bermusyawarah. Para petani melepas garapannya kembali kepada perusahaan. Anatara bulan Pebruari-April 2017 pihak PT. Cikencreng telah menyerahkan uang kerohiman kepada 278 orang penggarap dan mereka menandatangani surat pernyataan pelepasan lahan kembali ke perusahaan PT Cikencreng.

Di lahan itu, akan ditanam tanaman unggulan yang dipadukan dengan peternakan dan wahana wisata alam. Pengembangan agrowisata di Cimerak itu setelah dilakukan penelitian dari tim peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB). Begitupula ada wahana theme park, arena permainan anak, water park, resort, penginapan dan stadion alam. Bagi penggemar olahraga, ada berbagai arena olahraga yang berorientasi alam. Seperti horse riding, lapangan golf, panahan menembak dll.
Aktivitas awalnya, pembersihan lahan, penanaman konsentrat pakan ternak indigofera, penanaman sereh wangi dan pengelolaan beberapa tanaman yang sudah ada di lahan tersebut. Dengan melibatkan tenaga kerja dari eks penggarap dan masyarakat sekitar perkebunan. Kini yang sudah terserap tenaga kerja dabn mitra kerjanya, tidak kurang dari 100 orang.

Setelah melalui proses dan prosedur yang lengkap pada akhir 2017, Pemkab Pangandaran telah menberikan rekomendasi kesesuaian tata ruang izin peruntukan  tanah, izin lokasi dan izin prinsip untuk PT Cikencreng mengembangkan agrowisata Pangandaran Dream land diatas lahan 368 hektar.

Tetapi, dalam perjalanan pengelolaan awal ada terjadi masalah. Saptu malam kata Oang,ada sejumlah orang yang tiba-tiba merusak kantornya. Sempat pula penghadangan oleh beberapa orang kepada Tim pengukur lahan dari PT Cikencreng bersama petugas Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan aparat lainnya. Ketika pengukuran dan pemetaan titik dasar teknik (TDT) sebagai syarat pengurusan tanah. Akhirnya, petugas pengukur dan timnya mundur untuk menghindari bentrokan.

Melihat kondisi ada konflik di perkebunan yang dikelola PT.Cikencreng itu, Bupati Kabupaten Pangandaran H. Jeje Wiradinata dan Wakilnya H.Adang Hadari beserta stap dan tripika Kecamatan Cimerak, turun langsung ke lokasi kampung Babakan Jaya, Desa Sukajaya, Kecamatan Cimerak, Sabtu (20/1-2018). Bupati yang berdialog langsung dengan petani, menberikan arahan jangan sampai melakukan anarkis. Mari duduk bersama menyelesaikan permasalahan itu, sampai menemukan titik solusi terbaik. Bupati, mengagendakan akan melakukan pertemuan dari berbagai pihak yang terkait.

PT Cikencreng, mengharapkan kepada Pemerintah Kabupaten Pangandaran  dapat menberikan dukungan penuh demi terealisasinya agrowisata Pangandaran Dream Land tersebut. Sehingga dapat menberikan manfaat bagi masyarakat, pemerintah daerah maupun perusahaan.**DEDE RUHIMAT

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here