Penerapan Normal Baru Dibidang Pendidikan, Pemerintah Terapkan Protokol Kesehatan Dengan Tegas

0
6

Semarang,SMInews.com Jawa Tengah masih terus menjajaki langkah – langkah untuk membuka sekolah dimasa normal baru ditengah pandemi covid-19 saat ini. Keputusan lebih lanjut dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait kebijakan itu masih ditunggu oleh pemerintah Jawa Tengah sambil terus melakukan persiapan dan latihan – latihan.

Skenario kemungkinan penerapan normal baru dibidang pendidikan terus diupayakan, diantaranya dengan menata ruang, menata jam masuk dan pembatasan kapasitas siswa yang masuk sekolah. Seandainya diputuskan untuk masuk sekolah, pemerintah akan tetap memberlakukan protokol kesehatan dengan tegas dan akan melakukan uji coba dengan mengevaluasi hasil uji coba tersebut.

Hanya saja skenario penerapan normal baru dibidang pendidikan itu, masih menyisakan  PR terkait pengaturan transportasi bagi siswa dari rumahn ke sekolah, serta membiasakan siswa agar disiapkan dengan protokol kesehatan mencegah covid-19. Penerapan normal baru di Jawa Tengah dilakukan dengan berpatokan pada turunnya curva penyebaran covid-19.

M. Zein selaku anggota Komisi D DPRD Prov. Jateng menjelaskan, harus ada upaya baru terutama hak untuk mendapatkan pelajaran tidak boleh terganggu, Stakeholder harus memperhatikan soal itu. Oleh karena itu, situasi apapun saat ini banyak membuat pola kegiatan belajar mengajar dengan konsep merah, hijau kuning. “Siapa sih yang bisa menjamin, dalam situasi apapun untuk memberikan pelayanan dalam keadaan seperti ini,” ucapnya.

Menurutnya, soal keberhasilan selama yang dilakukan satuan pendidikan harus peka soal itu “Untuk mencapai itu, pemerintah  harus menemukan konsep pembelajaran efektif, serta dapat dimengerti oleh siswa meskipun dalam situasi yang mendadak ini. Kalau bicara keterserapan, kita tidak bisa mengukur. temen – temen yang ada di daerah hanya sekitar 30 persen dengan sistem daring. Empat bulan waktu untuk meramu kegiatan belajar mengajar secara efektif, dan kedepannya harus  ada kurikulum yang lebih efektif, KD di buat efektif waktu,” papar Zein saat menjadi nara sumber dalam dialog bersama Parlemen Jawa Tengah dengan tema “Pendidikan dimasa Pandemi Covid-19” yang disiarkan langsung MNC Trijaya FM di ruang Petra Hotel Noormans jalan Teuku Umar no 27 Kota Semarang, Jumat (10/7/2020).

Sementara itu, Sekretaris Disdikbud Prov Jateng, Padmaningrum, menuturkan, yang paling pokok dalam pendidikan penganggarannya, dana bos bisa untuk kegiatan daring. Di tahun pelajaran baru ini  harus ada konsep dasar utamanya keselamatan siswa dan guru, sementara bicara konseptual, semua orang adalah guru, semua tempat adalah sekolah. karena orang tua merasakan sendiri berat juga jagu guru. Disini dibutuhkan peran semuanya, bagaimana mengemplementasikan pembelajaran sesuai kalender pendidikan, melindungi guru dari covid19,” ujarnya.

“Sekolah SMA dan SMK harus membuat gugus tugas covid -19 di satuan pendidikan, dan dimohon antisipasi terutama pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) benar – benar harus bisa dilaksanakan untuk tatap muka memang belum diijinkan sementara ya melalui daring. Terkait peralatan handphone juga pengaruh, tidak semua siswa memiliki yang dapat untuk daring, lalu kemiskinan juga pengaruh tetutama pada orang tua, karena terdampak PHK. Seluruh cabang dinas harus bisa mengidentifikasi yang negeri atau swasta. untuk melindungi masyarakat karena anak harus sekolah,” pungkasnya.

Pewarta : M. Taufik

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here