Penanggulangan Stunting di Desa Batukarut dengan Pemberian PMT

0
23

Kab. Bandung, SMInews.com Dalam rangka meningkatkan asupan gizi untuk menunjang kebutuhan gizi bagi penderita stunting, Pemerintah Desa Batukarut melakukan pemberian makanan tambahan (PMT)  yang disalurkan kepada 100 orang. PMT ini yang berfokus pada pemberian gizi makro maupun gizi mikro bagi balita dan ibu hamil, yang sangat diperlukan dalam rangka pencegahan bayi, baik berat lahir rendah (BBLR) dan balita stunting, Jum’at (12/06).

Menurut ketua PKK Desa Batukarut, Dini Noviyani dengan pemberian makanan tambahan ini untuk dapat asupan zat gizi terhadap masyarakat penderita stunting, sedikitnya dapat mengurangi terjadi stunting. Pemberian PMT kepada 100 orang ini, berupa Susu, Telur dan makanan Biskuit yang dialokasikan dari Anggaran Desa dan bekerja sama dengan Puskesmas nambo agar dengan adanya PMT bisa meminimalisir jumlah angka stunting dan setidaknya mengurangi jumlah stunting.

Sekertaris Desa Batukarut, Dedi Supardi mengenai pemberian makanan tambahan (PMT) ini kebetulan Desa Batukarut angka stunting termasuk cukup tinggi, di Kecamatan Arjasari ada 5 (lima) Desa, diantaranya Desa Batukarut ada 130 sesuai dari data puskesmas anak penderita stunting, tentunya menjadi PR dipemerintahan Desa Batukarut.

“Diharapkan menanggulangi, minimal meminimalisir angka stunting supaya berkurang, kalau mungkin tidak ada mungkin ini secara bertahap sehingga kami pemerintah Desa mengganggarkan mengalokasikan untuk menanggulangi stunting, istilah di Dana desa Konfederasi stunting. Penderita stunting anggaran DD diantaranya PMT dan alhamdulillah respon cukup baik tentunya mudah-mudahan dengan adanya PMT ini, pemberian makanan tambahan khususnya suplemen khusus bagi penderita stunting bisa meminilisir atau mungkin bisa mengurangi jumlah angka penderita stunting di Desa Batukarut dan karna stunting termasuk kedalam program nasional program Presiden” Paparnya.

Menurut Dedi Supardi, Dana Desa karena memang terkait kemarin sehubungan dengan  pandemi covid -19, sehingga banyak perubahan angka stunting tidak diangka seperti itu, akhirnya ada pengurangan pengurangan anggaran.

“Alhamdulilah sekarang terrealisasi PMT, harapkan untuk PMT berlanjut dan diagendakan untuk dua bulan, seharusnya kemarin PMT tiga bulan dikarenakan kemarin ada penyusutan Anggaran buat penangganan covid. Jadi 2 bulan tapi pihak pemerintahan Desa kerjasama dengan pihak Puskesmas nambo supaya memback up ketika bantuan dari Desa untuk penangulanganan stunting ini, sebentar jeda puskesmas dapat memback up pemberian makanan tambahan pada stunting. Sehingga tetap berkelanjutan, meskipun anggaran dari Desa belum cair, maka ada bantuan langsung khusus bantuan makanan suplemen bagi penderita stunting dialikosikan pihak puskesmas jadi untuk pemberian makanan tambahan di Desa Batukarut berjalan sesuai dengan program. Mudah-mudahan dengan adanya perhatian khusus dari pemerintah Desa mengenai dalam penanggulangan stunting terutama sekali di Desa Batukarut bisa mengurangi angka stunting itu yang utama” tegasnya.

Kegiatan ini juga edukasi atau merupakan pembelajaran kepada masyarakat yang ada di wilayah Desa Batukarut, soalnya masih banyak masyarakat belum mengetahui apakah stunting itu, kenapa jadinya stunting, apasebabnya stunting, dan banyak hal yang menjadi faktor terjadinya stunting diantaranya dari faktor keturunan, kurangnya makanan yang bergizi ,dsb.

Pihak pemerintah Desa melalui PKK Desa, Pokja Posyandu dan puskesmas selalu mengadakan sosialisasi terhadap masyarakat tentang sosialisasi dan pembinaan – pembinaan mengenai stunting.

Pewarta : Agus Rahmat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here