Penanggulan Bencana Longsor di Dusun Cilipung

0
9

Sumedang, SMI.- Menindaklanjuti perintah Bupati Sumedang untuk melakukan upaya penanggulangan sekaligus rehabilitasi paska bencana longsor di Dusun Cilipung Kelurahan Pasanggrahan Baru Kecamatan Sumedang Selatan, unsur BPBD Kabupaten Sumedang, TNI, Polri, Satpol PP, Kecamatan Sumedang Selatan, Kelurahan Pasangrahan baru, dan tokoh masyarakat setempat, Senin (27/1/2020), terjun ke lokasi bencana.

“Kami telah melakukan pengecekan ke lokasi termasuk menelusuri bagian hulu sungai. Di bagian atas titik awal longsoran, ada sawah masyarakat sekitar 3 hektar dengan usia padi 1 bulan lebih. Menurut pengamatan kami, longsoran susulan masih akan terjadi karena masih ada pergerakan tanah,” ujar Kasi Cegah Siaga Bencana pada BPBD Adang.

Dilaporkan pula olehnya, untuk mencari solusi atas kebutuhan air bersih yang dibutuhkan warga sekitar, baik untuk kepentingan ibadah maupun MCK, telah dipenuhi dari warga setempat yang masih bertetangga.

“Kebutuhan air bersih untuk warga RT.02 dan RT.04 RW 15 sebanyak 25 KK dan Pontren Al Huda sudah bisa terpenuhi dari Bapak Ence Suhada masih warga RW.15. Kelurahan Pasangrahan Baru,” ucapnya.

Pihaknya juga telah memperingatkan warga untuk selalu siaga dan menghentikan sementara pekerjaan di sekitar lokasi bencana.

“Kami telah menghimbau kepada masyarakat agar memberi tanda bahaya jika terdeteksi bencana dan melarang mereka beraktivitas di lokasi rawan longsor, termasuk menunda dulu padi yang siap di panen,” kata Adang.

Diberitakan sebelumnya, longsor menyebabkan dua orang meninggal dunia atas nama Elan alias Kumis (65) dan Apong (45) serta dua orang lainnya kritis atas nama Dani (60) dan Uum (50).

Hujan dengan intensitas tinggi pada Minggu (26/1/2019) telah mengakibatkan debit air di Sungai Cipicung naik dan menyebabkan area pesawahan di Lingkungan Cilipung RT 03 RW 15 longsor pada pukul 14.30 WIB.

Korban Uum dan Dani yang sedang mencari air bersih, Elan yang mengembala ternak bebek serta Apong yang sedang panen terbawa longsor Sungai Cipicung dan tertimbun lumpur.

Saat menemui keluarga korban meninggal di Cilipung dan menengok korban yang dirawat di RSUD, Minggu malam (26/1), Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir menyampaikan turut berdukacita atas musibah yang terjadi dan mengajak masyarakat Sumedang untuk mendo’akan korban.

“Semoga amal ibadah, Iman dan Islamnya diterima Allah SWT dan husnul khotiah. Keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan serta korban selamat segera disehatkan kembali,” ujarnya.

Bupati menjamin semua pengobatan mereka berdua di tanggung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang.

Dalam kesempatan tersebut, bupati juga mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan respon cepatnya para petugas, baik dari BPBD, Polri, TNI maupun warga yang berhasil melakukan evakuasi terhadap korban.

Bupati juga meminta agar semua sistem pendeteksi dini bencana dapat berjalan sempurna serta meminta Camat dan Lurah harus terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak mendekati tempat rawan bencana, termasuk rawan longsor.

“Nomor-nomor kontak harus aktif ketika terjadi bencana. Semua perlengkapan harus siap sedia sehingga percepatan penanganan dapat meminimalisir resiko jatuhnya korban lebih buruk,” ucapnya.

Adapun nomor siaga yang bisa dihubungi adalah Call Center BPD Sumedang 08112065733, 0811200133 SSQR, atau PSC 119.

Pewarta : Y. Rusmana

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here