Pemkab Rembang Lakukan Rapat Lintas Sektoral Gerak Cepat Pencegahan Covid-19

0
181

Rembang,-SMInews.com Pemerintah Kabupaten Rembang sudah mulai gerak tentang pencegahan virus Corona (covid-19), langkah awal dengan melakukan rapat lintas sektoral di aula Setda lantai IV, Senin (16/3) pukul 09.00 WIB.

Acara tersebut di hadiri semua jajaran pejabat, Muspida, Muspika dan tokoh masyarakat. Sebelum acara di mulai, semua peserta diperkenankan untuk melihat dan mendengarkan langsung pidato presiden republik Indonesia Ir. Joko Widodo melalui layar proyektor.

Intinya presiden menginstruksikan bagaimana langkah-langkah untuk pencegahan virus Corona (vovid-19. Dalam video tersebut, Joko Widodo meminta semua kepala daerah seluruh Indonesia untuk mengambil langkah atau kebijakan di wilayahnya masing-masing, salah satunya meliburkan sekolah selama 14 hari.

Dalam acara tersebut Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan permintaan maaf kepada wartawan mengenai statement tentang virus corona saat di wawancarai wartawan setelah acara sepeda santai lalu, seolah-olah bupati sesukannya sendiri.

“Saya mohon dari teman-teman wartawan bisa mengerti tentang permasalahan virus corona. Karena di daerah menunggu surat resmi dari pusat, karena baru Minggu sore tanggal 15 maret mendapatkan informasi. Surat edaran Nomor 440/0005942 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penularan Infeksi Corona Virus Disease Covid -19,” jelasnya.

Hafidz menambahkan,  masyarakat harus memahami tentang virus corona. Karena sebagai masyarakat daerah mengikuti aturan-aturan yang diatas (pusat). Untuk itu juga banyak kegiatan-kegiatan yang harus di minimalisir seluruh Kecamatan, juga menginformasikan kepada masyarakat supaya paham.

Masih di tempat yang sama, Ali Syofi’i Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang menyampaiakan, untuk mengantisipasi masuknya virus Corona tersebut, harus selalu menjaga lingkungan yang bersih, harus selalu mencuci tangan setelah melakukan aktivitas dan waspada terhadap lingkungan sekitar yang punya riwayat habis pulang dari luar negeri.

Ali menambahkan, dari pelaksanaan rapat COVID-19 ini, sekaligus pembentukan tim yang melibatkan semua stekholder yang ada di kabupaten Rembang.

“Langkah-langkah awal yang dilakukan untuk mengantisipasi adalah membuka posko pelayanan dan melakukan sosialisasi ke setiap  tempat ibadah, rumah sakit, puskesmas, dan memberikan Pos Pelayanan Terpadu (posyandu) kepada masyarakat secara gratis”terangnya.

Di singgung tentang berapa jumlah yang sudah terjangkit virus tersebut Ali mengatakan, “Alhamdulillah sampai saat ini kabupaten Rembang dari pantauan tim kesehatan kami tidak ada tapi, kita harus selalu waspada karena kita sendiri punya data Orang Dalam Pantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pemeriksaan (PDP),”jelasnya.

Ia menghimbau, agar  masyarakat di kabupaten Rembang tetap selalu menjaga kesehatan diri, maupun kesehatan lingkungan. Karena orang dalam pantauan ( ODP ) ada 21 orang  di wilayah Rembang yang harus di sorot antaranya kecamatan Sumber, kecamatan Kragan, kecamatan Lasem, kecamatan Pamotan, kecamatan Rembang, kecamatan Sedan dan kecamatan Sale.

Menurut Ali, Orang Dalam Pantauan (ODP) di Rembang sudah ada 21 orang yang berada di beberapa Kecamatan. Diantaranya Kecamatan Sumber, Kecamatan Kragan, Kecamatan Lasem, Kecamatan Pamotan, Kecamatan Rembang, Kecamatan Sedan, dan Kecamatan Sale. Karena sudah pernah melakukan perjalanan luar negeri seperti Cina, Malaysia, Korea dan juga habis dari Saudi Aribia yang riskan penularan virus.

“Sedangkan virus tersebut bisa terdeteksi antara 2 sampai 14 hari baru di katakan suspect ( positif), Nanti kalau ada yang memberitakan warga Rembang sudah ada terjangkit VIRUS CORONA itu berita bohong (HOAKS)”paparnya.

Saat di wawancarai masalah masker menurut Ali, pemakaian masker orang yang sudah sakit ( pasien) kenapa yang sehat kok pakai maske.

Masih di tempat yang sama, Direktur utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rembang Agus Sutiyo mengatakan, setelah rapat koordinasi ini, pihaknya dengan cepat membentuk tim secara insidentil akan bergerak cepat ketika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.

Agus menambahkan, rumah sakit akan menerapkan pembatasan pasien yang berkunjung. “Jadi pasien, yang dirawat inap sementara tidak bisa dikunjungi hanya terbatas keluarga penderita satu penderita dua orang, untuk mencegah penularan. Kita akan cegah semua karena ini adalah kepedulian kita, tanggung jawab kita bersama, untuk bagaimana jangan sampai virus itu masuk di kabupaten Rembang,” jelasnya.

“Di Jawa Tengah ada 13 rumah sakit sudah ditunjuk sebagai rujukan Covid 19 dan salah satunya rumah sakit yang berada Rumah Sakit Lukmono Hadi di kabupaten Kudus. Untuk penanggulangan secara darurat virus Corona  Saat ini ruang ISOLASI dan peralatan medis sudah kami siapkan,” ungkapnya.

 

Pewarta : Jow

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here